Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 10:51:26 WIB

Aksi Mental Juara

Padang Ekspres • Minggu, 03/03/2013 06:44 WIB • • 733 klik

gol indah titus bonai menjadi penyama skor di babak kedua

Padang, Padek—Sempat keteteran meladeni permainan disiplin Persiba Bantul pada babak pertama, Semen Padang FC akhirnya mampu bangkit dan meraih tiga poin penuh di kan­dangnya sendiri, Sabtu sore (2/3). Dalam lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013 kemarin, SP FC menang dengan skor 2-1.

 

Berharap tidak sekadar memberi kemenangan, tapi juga hiburan kepa­da penontonnya, SPFC mengawali pertandingan dengan permainan yang kurang bagus. Paling tidak itu terjadi selama 13 menit awal, sebelum striker Edward Wilson Junior men­dapatkan peluang pertamanya mem­bobol gawang Persiba yang dikawal Wahyu Tri Nugroho.

 

Setelah itu, meski masih bermain dibawah performa sesungguhnya tim asuhan Jafri Sastra tersebut kembali mencipta tiga peluang dalam enam menit. Pertama, lewat Vendry Mofu yang coba melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti lawan pada menit 15. Tapi tenda­ngannya melen­ceng tipis di atas mistar gawang kiper timnas Indonesia tersebut.

 

Tiga menit berselang, giliran Esteban Vizcarra yang memberi ancaman ke gawang tim tamu. Sa­yang tendangan bebasnya masih melenceng di sisi kiri gawang Wahyu. Vizcarra kembali mengancam pada menit 21. Ketika itu, dia coba mem­berikan umpan kaki kanan kepada Titus Bonai. Umpan tersebut sebenar­nya tak mampu disambar Tibo, namun mampu menahan nafas para pendukung tim berjuluk Kabau Sirah, karena bola meluncur tipis di sisi kiri gawang lawan.

 

Setelah itu, Elie Aiboy kembali kesulitan menciptakan peluang di daerah berbahaya tim berjuluk Las­kar Sultan Agung. Permainan mereka sering terputus di lini tengah. Kondisi ini membuat konsentrasi mereka lengah, sampai Persiba yang lebih banyak bertahan, mendapat kesem­patan tendangan sudut pertamanya di partai tersebut. Tepatnya di menit 33, yang mampu dimaksimalkan Ezequil Gonzales menjadi gol lewat sebuah sundulan tajam dan terarah.

 

Aksi itu membuat pasukan Bukit Karang Putih tersentak. Selang lima menit setelah gol Persiba Bantul, Hengki yang jarang melakukan overlap ke pertahanan lawan, memper­lihatkan kemahirannya di sisi kiri pertahanan lawan. Meski berhasil menusuk ke dalam kotak penalti, wakil kapten Semen Padang FC ini masih belum mampu mengeksekusi peluang dengan sempurna. 

 

Demikian pula halnya dengan Edward Wilson Junior yang mendapat umpan terobosan dari Mofu pada menit 41. Tapi masih belum mampu dikonversi menjadi gol, walau sudah berhadapan dengan kiper lawan. Hal yang sama kembali terjadi pada injury time babak pertama.

 

Tak mau mengecewakan publik ranah Minang, SPFC langsung meng­am­bil inisiatif menyerang pada babak kedua. Sehingga dalam 12 menit awal SPFC mampu mendapat tiga peluang lewat Edward Wilson Junior dan Titus Bonai. Masing-masing satu peluang Edward menit 48 dan dua lainnya dari Tibo menit 50 dan 52.

 

Pada peluang ketiganya, Tibo mampu membuat stadion H Agus Salim bergemuruh sorakan pendu­kungnya. Di mana, pada menit 58, Tibo mampu menciptakan gol indah lewat tendang gunting yang tajam ke gawang Wahyu Tri Nugroho. Gol tersebut, merupakan gol pertama striker asal Papua ini, untuk SPFC dalam laga resmi, setelah melalui tiga laga resmi sebelumnya.

 

Gol penyeimbang itu, mem­bang­kitkan mental juara tim kesayangan urang awak. Beberapa peluang gol kembali tercipta lewat Edu maupun Tibo. Paling tidak ada empat peluang lagi sebelum Edu akhirnya mampu menunjukkan bahwa dia memang stirker haus gol, pada menit 71. Saat itu dia mampu menyambar bola umpan lambung Vizcarra lewat sun­dulannya yang masuk ke sisi kiri gawang Wahyu. Seusai laga, kepada sejumlah wartawan, pelatih SP FC, Jaferi Sastra mengatakan, pada babak pertama anak asuhnya bermain buruk. “Kami baru tersentak dan coba bermain lebih baik setelah gol lawan. Tapi secara keseluruhan pada babak perta­ma, sepertinya bukan Semen Padang FC yang main,” katanya.

 

Tapi, sambungnya, beruntung di babak kedua Elie Aiboy dkk mampu bangkit dan memperlihatkan per­mainan mereka yang sesungguhnya. “Laga babak pertama tadi (kemarin) tak boleh lagi terjadi. Apalagi pada pertandingan AFC Cup Selasa men­datang. Kalau itu terjadi, lawan siapapun kami akan selalu kalah,” ungkapnya. (cip)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?