- 06:26 WIB
- 06:25 WIB
- 06:24 WIB
- 06:23 WIB
- 06:19 WIB
- 06:16 WIB
- 06:08 WIB
- 06:06 WIB
- 06:05 WIB
- 12:39 WIB

Aksi Mental Juara
Padang Ekspres • Minggu, 03/03/2013 06:44 WIB • • 709 klik
Padang, Padek—Sempat keteteran meladeni permainan disiplin Persiba Bantul pada babak pertama, Semen Padang FC akhirnya mampu bangkit dan meraih tiga poin penuh di kandangnya sendiri, Sabtu sore (2/3). Dalam lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013 kemarin, SP FC menang dengan skor 2-1.
Berharap tidak sekadar memberi kemenangan, tapi juga hiburan kepada penontonnya, SPFC mengawali pertandingan dengan permainan yang kurang bagus. Paling tidak itu terjadi selama 13 menit awal, sebelum striker Edward Wilson Junior mendapatkan peluang pertamanya membobol gawang Persiba yang dikawal Wahyu Tri Nugroho.
Setelah itu, meski masih bermain dibawah performa sesungguhnya tim asuhan Jafri Sastra tersebut kembali mencipta tiga peluang dalam enam menit. Pertama, lewat Vendry Mofu yang coba melakukan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti lawan pada menit 15. Tapi tendangannya melenceng tipis di atas mistar gawang kiper timnas Indonesia tersebut.
Tiga menit berselang, giliran Esteban Vizcarra yang memberi ancaman ke gawang tim tamu. Sayang tendangan bebasnya masih melenceng di sisi kiri gawang Wahyu. Vizcarra kembali mengancam pada menit 21. Ketika itu, dia coba memberikan umpan kaki kanan kepada Titus Bonai. Umpan tersebut sebenarnya tak mampu disambar Tibo, namun mampu menahan nafas para pendukung tim berjuluk Kabau Sirah, karena bola meluncur tipis di sisi kiri gawang lawan.
Setelah itu, Elie Aiboy kembali kesulitan menciptakan peluang di daerah berbahaya tim berjuluk Laskar Sultan Agung. Permainan mereka sering terputus di lini tengah. Kondisi ini membuat konsentrasi mereka lengah, sampai Persiba yang lebih banyak bertahan, mendapat kesempatan tendangan sudut pertamanya di partai tersebut. Tepatnya di menit 33, yang mampu dimaksimalkan Ezequil Gonzales menjadi gol lewat sebuah sundulan tajam dan terarah.
Aksi itu membuat pasukan Bukit Karang Putih tersentak. Selang lima menit setelah gol Persiba Bantul, Hengki yang jarang melakukan overlap ke pertahanan lawan, memperlihatkan kemahirannya di sisi kiri pertahanan lawan. Meski berhasil menusuk ke dalam kotak penalti, wakil kapten Semen Padang FC ini masih belum mampu mengeksekusi peluang dengan sempurna.
Demikian pula halnya dengan Edward Wilson Junior yang mendapat umpan terobosan dari Mofu pada menit 41. Tapi masih belum mampu dikonversi menjadi gol, walau sudah berhadapan dengan kiper lawan. Hal yang sama kembali terjadi pada injury time babak pertama.
Tak mau mengecewakan publik ranah Minang, SPFC langsung mengambil inisiatif menyerang pada babak kedua. Sehingga dalam 12 menit awal SPFC mampu mendapat tiga peluang lewat Edward Wilson Junior dan Titus Bonai. Masing-masing satu peluang Edward menit 48 dan dua lainnya dari Tibo menit 50 dan 52.
Pada peluang ketiganya, Tibo mampu membuat stadion H Agus Salim bergemuruh sorakan pendukungnya. Di mana, pada menit 58, Tibo mampu menciptakan gol indah lewat tendang gunting yang tajam ke gawang Wahyu Tri Nugroho. Gol tersebut, merupakan gol pertama striker asal Papua ini, untuk SPFC dalam laga resmi, setelah melalui tiga laga resmi sebelumnya.
Gol penyeimbang itu, membangkitkan mental juara tim kesayangan urang awak. Beberapa peluang gol kembali tercipta lewat Edu maupun Tibo. Paling tidak ada empat peluang lagi sebelum Edu akhirnya mampu menunjukkan bahwa dia memang stirker haus gol, pada menit 71. Saat itu dia mampu menyambar bola umpan lambung Vizcarra lewat sundulannya yang masuk ke sisi kiri gawang Wahyu. Seusai laga, kepada sejumlah wartawan, pelatih SP FC, Jaferi Sastra mengatakan, pada babak pertama anak asuhnya bermain buruk. “Kami baru tersentak dan coba bermain lebih baik setelah gol lawan. Tapi secara keseluruhan pada babak pertama, sepertinya bukan Semen Padang FC yang main,” katanya.
Tapi, sambungnya, beruntung di babak kedua Elie Aiboy dkk mampu bangkit dan memperlihatkan permainan mereka yang sesungguhnya. “Laga babak pertama tadi (kemarin) tak boleh lagi terjadi. Apalagi pada pertandingan AFC Cup Selasa mendatang. Kalau itu terjadi, lawan siapapun kami akan selalu kalah,” ungkapnya. (cip)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?