Selasa, 21 Mei 2013 - 11 Rajab 1434 H 13:16:48 WIB
PRO SUMBAR

TKI Sumbar Tewas Misterius

Keluarga Berharap Jenazah Dipulangkan

Padang Ekspres • Sabtu, 02/03/2013 11:39 WIB • • 774 klik

ilustrasi

Limapuluh Kota, Padek—Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI)  asal Nagari Taran­tang, Kecamatan Harau, Kabu­paten Limapuluh Kota, Des­manto alias Effandi Bin Abdul­lah, meninggal misterius di Johor Bahru, Malaysia.

 

Informasi itu diketahui wartawan dari istrinya Lina Binti Tamar, 43, yang tinggal di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, persisnya di belakang Ma­polres Limapuluh Kota, Jumat (1/3) siang.

 

“Saya tidak menyangka, Uda yang rutin pulang kam­pung, meninggal di Malaysia. Padahal, saat pulang terakhir kali Juni 2012, Uda dalam kondisi sehat. Tidak ada tanda-tanda Uda mengidap penyakit,” kata Lina yang memangil Uda (Abang) kepada suaminya.

 

Lina menceritakan, Kamis (28/2) lalu, dia menerima tele­pon dari seorang perempuan Jawa bernama Ana yang men­jadi TKI di Malaysia. “Ana me­nyebut Uda sudah meninggal. Saya kaget mendengar kabar itu,” ucap ibu dua anak itu.

 

Kekagetan Lina semakin bertambah, karena Ana tidak menceritakan penyebab kema­tian suaminya dengan gam­blang. Ana hanya menyebut Desmanto meninggal karena sakit. Tapi Lina tidak percaya, sebab sang suami sebelumnya dalam kondisi sehat.

 

Bahkan, Lina dan suaminya, masih sempat berkomunikasi via handphone, Selasa (26/2) lalu. “Waktu itu, Uda menelepon sampai tiga kali. Makanya, saya tidak percaya Uda meninggal. Saya juga penasaran, kenapa Uda meninggal,” kata Lina.

 

Lantaran penasaran, Lina menghubungi adik iparnya yang juga bekerja di Negeri Jiran. Dari adik iparnya, Lina mendapat kepastian, suaminya memang sudah tiada. Karena masih be­lum percaya, Lina mencoba menghubungi nomor hand­phone suaminya.

 

Nomor yang sering dihu­bungi Lina untuk berko­mu­nikasi dengan Desmanto itu ternyata masih aktif. Hanya saja, nomor itu diangkat seorang pria yang mengaku dari Polisi Diraja Malaysia. “Polisi itu bilang Ef­fandi Bin Abdullah sudah me­ninggal dunia. Jenazahnya ada di  Rumah Sakit Sutan Mai­muna, Johor Bahru,” kata Lina yang shock berat men­dengar kabar tersebut.

 

Anehnya, saat Lina dan se­jum­lah anggota keluarganya kembali menghubungi nomor Desmanto alias Effandi Bin Abdullah, nomor tersebut ter­nyata sudah tidak aktif lagi. Pihak keluarga berharap peme­rintah Indonesia dapat mem­bantu memulangkan jenazah Desmanto dari Malaysia ke Indonesia. “Saya sangat ingin melihat jenazah Uda. Saya mo­hon bantuan pemerintah,” kata Lina didampingi sejumlah fa­milinya.

 

Jadi Warga Malaysia?

 

Menurut pihak keluarga, Desmanto sudah merantau se­jak tahun 1977. Selama 36 tahun meninggalkan kampung ha­laman di Lembah Harau yang sejuk, Desmanto telah meng­geluti berbagai pekerjaan.

 

Terakhir kali, pihak keluarga mengetahui, Desmanto bekerja sebagai buruh bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi milik pengusaha keturunan China di Malaysia. Ihwal, Des­wanto merantau ke Negeri Jiran itu, belum diketahui dengan jelas, karena keluarga masih shock berat dan belum memberi banyak keterangan.

 

Sebelum bekerja sebagai buruh bangunan di perusahaan konstruksi milik warga Malaysia keturunan China, Desmanto pernah bekerja di Pelabuhan Johor Berhad. Ini diketahui dari arsip keluarga berupa sebuah kartu tanda pengenal ber­tu­liskan Johor Port Berhad.

 

Menurut pihak keluarga, Desmanto yang rajin pulang ke kampung halaman, mengganti nama sekitar tahun 2000 silam dan menikah dengan Lina Binti Tamar yang juga pernah me­rantau di Malaysia. Dari per­nikahan itu, lahirlah dua putra mereka, yakni Taufik, 11, dan Adek, 9.

 

Deswanto diduga mengganti nama menjadi Effandi Bin Ab­dullah karena sudah pindah kewarganegaraan sejak be­be­rapa tahun silam, namun in­formasi ini masih simpang-siur. Polres Limapuluh Kota maupun Polsek Harau belum men­da­patkan informasi yang valid. “Kami belum dapat informasi A1,” kata Kapolsek Harau AKP Anita Indah Setyaningrum, tadi malam.

 

Kepada Dinas Sosial, Tran­s­migrasi dan Tenaga Kerja (Din­sosnakertrans) Limapuluh Kota Azwardi yang dikonfirmasi lewat telepon genggam, tidak me­nyahut mesti telah dihubungi berkali-kali.

 

Sementara, Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sah­ladi, meminta Dinsosnakertrans melacak riwayat warga asal Tarantang yang dilaporkan ke­luar­ganya meninggal di Malaysia. “Kita berharap Pemkab Limapuluh Kota berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan Kemenakertrans, untuk meng­hubungi KBRI di Malaysia, guna memulangkan jenazah ke kam­pung halaman,” kata Darman Sahladi. (frv)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Senin, 20 Mei 2013

Polda Geledah Tempat Hiburan

Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?

 

Komitmen Kapolda Dipertanyakan

Tancap gas lah Pak...............!

 

Warga Ancam Tuntut PT AMP

Pajuangan taruih sampai dapek...........!