- 13:00 WIB
- 11:05 WIB
- 12:59 WIB
- 12:31 WIB
- 12:08 WIB
- 11:59 WIB
- 11:56 WIB
- 11:49 WIB
- 11:44 WIB
- 11:40 WIB
TKI Sumbar Tewas Misterius
Keluarga Berharap Jenazah Dipulangkan
Padang Ekspres • Sabtu, 02/03/2013 11:39 WIB • • 774 klik

Limapuluh Kota, Padek—Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Desmanto alias Effandi Bin Abdullah, meninggal misterius di Johor Bahru, Malaysia.
Informasi itu diketahui wartawan dari istrinya Lina Binti Tamar, 43, yang tinggal di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, persisnya di belakang Mapolres Limapuluh Kota, Jumat (1/3) siang.
“Saya tidak menyangka, Uda yang rutin pulang kampung, meninggal di Malaysia. Padahal, saat pulang terakhir kali Juni 2012, Uda dalam kondisi sehat. Tidak ada tanda-tanda Uda mengidap penyakit,” kata Lina yang memangil Uda (Abang) kepada suaminya.
Lina menceritakan, Kamis (28/2) lalu, dia menerima telepon dari seorang perempuan Jawa bernama Ana yang menjadi TKI di Malaysia. “Ana menyebut Uda sudah meninggal. Saya kaget mendengar kabar itu,” ucap ibu dua anak itu.
Kekagetan Lina semakin bertambah, karena Ana tidak menceritakan penyebab kematian suaminya dengan gamblang. Ana hanya menyebut Desmanto meninggal karena sakit. Tapi Lina tidak percaya, sebab sang suami sebelumnya dalam kondisi sehat.
Bahkan, Lina dan suaminya, masih sempat berkomunikasi via handphone, Selasa (26/2) lalu. “Waktu itu, Uda menelepon sampai tiga kali. Makanya, saya tidak percaya Uda meninggal. Saya juga penasaran, kenapa Uda meninggal,” kata Lina.
Lantaran penasaran, Lina menghubungi adik iparnya yang juga bekerja di Negeri Jiran. Dari adik iparnya, Lina mendapat kepastian, suaminya memang sudah tiada. Karena masih belum percaya, Lina mencoba menghubungi nomor handphone suaminya.
Nomor yang sering dihubungi Lina untuk berkomunikasi dengan Desmanto itu ternyata masih aktif. Hanya saja, nomor itu diangkat seorang pria yang mengaku dari Polisi Diraja Malaysia. “Polisi itu bilang Effandi Bin Abdullah sudah meninggal dunia. Jenazahnya ada di Rumah Sakit Sutan Maimuna, Johor Bahru,” kata Lina yang shock berat mendengar kabar tersebut.
Anehnya, saat Lina dan sejumlah anggota keluarganya kembali menghubungi nomor Desmanto alias Effandi Bin Abdullah, nomor tersebut ternyata sudah tidak aktif lagi. Pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia dapat membantu memulangkan jenazah Desmanto dari Malaysia ke Indonesia. “Saya sangat ingin melihat jenazah Uda. Saya mohon bantuan pemerintah,” kata Lina didampingi sejumlah familinya.
Jadi Warga Malaysia?
Menurut pihak keluarga, Desmanto sudah merantau sejak tahun 1977. Selama 36 tahun meninggalkan kampung halaman di Lembah Harau yang sejuk, Desmanto telah menggeluti berbagai pekerjaan.
Terakhir kali, pihak keluarga mengetahui, Desmanto bekerja sebagai buruh bangunan pada sebuah perusahaan konstruksi milik pengusaha keturunan China di Malaysia. Ihwal, Deswanto merantau ke Negeri Jiran itu, belum diketahui dengan jelas, karena keluarga masih shock berat dan belum memberi banyak keterangan.
Sebelum bekerja sebagai buruh bangunan di perusahaan konstruksi milik warga Malaysia keturunan China, Desmanto pernah bekerja di Pelabuhan Johor Berhad. Ini diketahui dari arsip keluarga berupa sebuah kartu tanda pengenal bertuliskan Johor Port Berhad.
Menurut pihak keluarga, Desmanto yang rajin pulang ke kampung halaman, mengganti nama sekitar tahun 2000 silam dan menikah dengan Lina Binti Tamar yang juga pernah merantau di Malaysia. Dari pernikahan itu, lahirlah dua putra mereka, yakni Taufik, 11, dan Adek, 9.
Deswanto diduga mengganti nama menjadi Effandi Bin Abdullah karena sudah pindah kewarganegaraan sejak beberapa tahun silam, namun informasi ini masih simpang-siur. Polres Limapuluh Kota maupun Polsek Harau belum mendapatkan informasi yang valid. “Kami belum dapat informasi A1,” kata Kapolsek Harau AKP Anita Indah Setyaningrum, tadi malam.
Kepada Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Limapuluh Kota Azwardi yang dikonfirmasi lewat telepon genggam, tidak menyahut mesti telah dihubungi berkali-kali.
Sementara, Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi, meminta Dinsosnakertrans melacak riwayat warga asal Tarantang yang dilaporkan keluarganya meninggal di Malaysia. “Kita berharap Pemkab Limapuluh Kota berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan Kemenakertrans, untuk menghubungi KBRI di Malaysia, guna memulangkan jenazah ke kampung halaman,” kata Darman Sahladi. (frv)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!