Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 02:59:54 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Kebakaran 4 Toko Diselidiki

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 26/02/2013 12:51 WIB • • 796 klik

Payakumbuh, Padek— Ter­bakar­nya empat petak toko di Lan­tai II, Blok Barat, Pasar Paya­kum­buh, Ming­g­u (24/4) malam, men­da­pat per­hatian serius dari apa­rat ke­po­lisian. Kapolres Payakumbuh AKBP Rubintoro Suhada me­nye­but­kan, penyebab terbakarnya toko emas, toko sepatu dan toko obras ter­se­but, akan diselidiki lebih men­dalam.

 

“Kita sedang menunggu laporan da­ri Kasat Reskrim,  Kapolsekta dan Ka­polpos Pasar, terkait kebakaran 4 unit toko emas, toko sepatu dan toko obras tersebut. Dari laporan itu nan­ti akan kita lihat total kerugian. Se­telah itu, baru kita simpulkan, apa­kah perlu, mendatangkan tim Pus­labfor Polri dari Medan atau ti­dak,” tegas AKBP Rubintoro Suha­da kepada wartawan, Senin (25/12) siang.

 

Kapolres memastikan, keba­karan 4 petak toko tersebut, masih terlalu jauh bila dihubungkan de­ngan rencana pemerintah kota melaksanakan studi kelayakan revitalisasi pusat pertokoaan Blok Ba­rat, konsultasi pusat pertokoan, kon­sultasi DED Blok Barat, dan  stu­di kelayakan pengelolaan pasar men­jadi BUMD, dengan meng­gunakan APBD tahun 2013.

 

“Masih terlalu jauh, bila ada pihak-pihak yang menghubungkan ke arah sana. Kuat dugaan, kebaka­ran itu memang terjadi akibat kor­sle­ting arus listrik. Kendati de­mi­kian, sekali lagi kita tegaskan, pe­ris­ti­wa kebakaran ini masih da­lam pro­ses penyelidikan,” tegas AKBP Ru­bintoro Suhada yang sebe­lumnya ber­tugas di Direktorat Intelijen dan Ke­amanan Polda Sumbar.

 

Diberitakan kemarin, 4 petak to­ko di Lantai II Blok Barat Pasar Pa­­yakumbuh, terbakar sekitar pu­kul 22.15 WIB. Kebakaran itu terjadi saat gerimis mengguyur Paya­kum­buh dan ratusan warga sedang me­nyak­sikan truk pengangkut say­ur je­nis Colt Diesel BA 9756 EF terbalik di  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14-262-534, Jalan Soe­karno-Hatta, Koto Nan Ompek.

 

Begitu kebakaran terjadi, awak pe­madam kebakaran Payakumbuh yang stand-by dengan 1 unit mobil di  SPBU Koto Nan Ompek, lang­sung tancap gas menuju pasar dan bergabung dengan teman-teman mereka, untuk memadamkan api yang sudah melahap 4 toko di lantai II Blok Barat. Tidak lama berselang, datang pula bantuan dari awak pemadam kebakaran Limapuluh Kota dan Padangpanjang.

 

Berkat kerja keras awak pema­dam kebakaran, api  yang mem­bakar 4 petak dapat dipa­damkan se­kitar 1 jam kemu­dian. Sehinggga ti­dak merembes ke 1.034 toko, 48 kios dan 62 los lainnnya yang berada di Pasar Payakumbuh. “Alham­du­lillah, dengan meng­gunakan 6 unit mobil pema­dam, api telah dapat kami padamkan,” kata Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Paya­kumbuh, Ali Imran.

 

Kendati api dapat dipadamkan, na­mun keempat toko, ludes men­jadi abu. Keempat toko yang terba­kar itu, toko emas Bintang Baru I mi­lik Gusni Irawati alias Wati, toko emas Bintang Baru II milik Betri Susilawati alias Susi yang meru­pakan adik kandung Wati, toko sepatu Frea milik Rina yang tinggal di Payobasuang, dan toko obras JK milik Rudi yang tinggal di La­buahbasilang.

 

Pemilik salah satu toko mem­per­kirakan, kerugian akibat keba­ka­ran imencapai Rp500 juta. “Kami pe­r­kirakan, sekitar Rp500 juta. Se­bab, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. Seluruhnya, habis terbakar. Kami tidak tahu, dari mana sumber api. Toko kami sendiri, berada di tengah-tengah toko yang terbakar,” kata Dicky, suami Gusni Irawati, pemilik toko emas Bintang Baru.

 

Di sisi lain, kebakaran 4 petak toko di Lantai II Blok Barat Pasar Pa­yakumbuh, mendapat perhatian se­rius dari pasangan kepala daerah Riza Falepi-Suwandel Muchtar. Buk­tinya, Senin (25/2) siang, Riza dan Wandel, secara bergantian, men­datangi lokasi kebakaran. Wan­del datang lebih awal, sedang­kan Riza menyusul kemudian.

 

Saat berada di lokasi kejadian, Riza dan Wandel yang berdialog de­ngan pedagang, memberi apre­siasi kepada awak pemadam kebakaran Pa­yakumbuh, Limapuluh Kota dan Pa­dangpanjang yang telah bekerja keras, memadamkan api. Mereka juga meminta Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag, melalui Bi­dang Pengelolan Pasar, meme­riksa se­luruh instalsi listrik yang ada di pusat pertokoan.

 

“Tolong, dinas terkait, cek selu­ruh instalasi yang ada di pusat per­tokoan. Seluruh hydran kebak­a­ran di kawasan Pusat Perto­koan ber­ting­kat Blok Barat dan Blok Timur, agar difungsikan. Ting­katkan, koor­di­nasi dengan PDAM. Kita tidak ingin, pedagang menderita kerugian aki­­b­at kebakaran. Karena itu, peda­gang juga kita minta mengecek ke­tersediaan racun api,” kata S­u­wan­d­­el Muchtar. (frv)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!