Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 21:39:15 WIB
PRO SUMBAR

Dengarkan Keluhan Nelayan

IJP Sisir Pantai Pauh

Padang Ekspres • Senin, 25/02/2013 14:32 WIB • ZIKRINIATI ZN • 541 klik

Pariaman, Padek—Mas­yara­kat Dusun Pauh Barat, Desa Pauh Kota Pariaman dikejutkan de­ngan kehadiran salah seorang kan­didat calon Wali Kota Paria­man, Indra Jaya Piliang yang akrab dipanggil IJP. Kehadiran IJP di desa nelayan tersebut un­tuk melihat langsung kehi­dupan pa­ra nelayan. Nelayan me­nye­but­kan mereka butuh ko­perasi ne­layan sebagai wadah untuk ekonomi mereka.

 

Kehadiran IJP menjadi re­bu­tan warga terutama ibu-ibu yang berada dibibir pantai Pauh. Bah­kan para ibu-ibu tersebut  me­manggilnya dengan sebutan cik lalek manih karena IJP me­mang memiliki tahi lalat di­da­gunya.  Cik lalek ini sempat me­n­jadi candaan dari ibu-ibu yang datang menemui dan minta berfoto dengan IJP.

 

IJP sendiri datang ke Pauh atas undangan warga Pauh Barat An­deh Riani untuk makan ber­sama dirumahnya.

 

“Kami mengundang IJP  ma­­kan sekaligus doa bersama. Doa kami agar Pak IJP sebagai to­koh muda Pariaman dapat di­berikan kemudahan dalam se­gala urusannnya. Diberikan kesehatan selalu oleh Yang Maha Kua­sa” harap Andeh Riani kepa­da Padang Ekspres kemarin.

 

Selain makan bersama, ke­sem­patan tersebut juga di­man­faatkan IJP berdialog dengan mas­yarakat yang mayoritas be­kerja sebagai nelayan. Ber­bagai per­soalan harapan disampaikan me­reka kepada IJP, terutama menyangkut tentang nasib me­re­ka selama melaut.

 

Kepala Dusun Pauh Barat Jas­mardi (38) atau yang akrab di­panggil Buyuang mengatakan ne­layanPauh Barat telah me­miliki enam organisasi Kelom­pok Nelayan aktif di Desa Pauh. Na­mun begitu, mereka belum me­miliki koperasi untuk me­naungi kelompok nelayan.

 

”Kelompok nelayan ini aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial, terutama menyangkut kesejahteraan anggotanya,” Ungkap Buyuang yang juga ketua kelompok nelayan Samu­dera Pauh.

 

Selain itu  kelompok nelayan sudah membentuk Kelompok Tang­gap Darurat yang ang­go­ta­nya mulai Ujung Mua­rasam­pai ke Naras. Satgas terse­but diben­tuk untuk membantu nela­yan yang terdampar ketika melaut de­ngan cara bergotong-royong memban­tu menurunkan sampan dan me­­nol­ong korban. Ia juga meng­ung­kapkan pernah ada peristiwa ne­layan terdampar selama dua kali pada bulan September 2012. Bahkan nelayan tersebut sampai terdampar di Padang.

 

“Untuk mengantisipasi keja­dian tersebut, kami mengum­pulkan uang dengan cara iuran sukarela antara  Rp. 2000,- sam­pai Rp. 5000 dalam sekali me­laut. Ini digunakan untuk ke­butuhan penyelamatan, seper­ti beli bensin perahu dan biaya operasional lainnya,” Ungkap pria kurus yang juga sering di­panggil Ajo manih ini.

 

Untuk menolong nelayan yang terdampar ia menyebut mem­butuhkan pelampung dan jas hujan yang sampai sekarang belum ada.

 

Sementara ditempat yang sa­ma IJP mengatakan nelayan di Pa­­riaman memang mem­butuh­kan perhatian khusus. Karena laut Pariaman merupakan po­ten­si yang luar biasa untuk men­se­jah­terakan masyarakat ne­layan.

 

“Saya minta kepada kelom­pok tani untuk membuat kope­rasi nelayan sebab bantuan pe­merintahakan diberikan jika ada ko­perasi nelayan yang bisa dija­dikan untuk simpan pinjam dan pe­latihan,” Ujarnya.

 

IJP juga berharap agar kebu­tu­­han sarana prasarana pe­nye­lamatan nelayan bisa dipe­nu­hi seperti pelampung dan jas hu­jan dapat dibantu. Kese­la­matan nelayan merupakan yang utama se­lama melaut, pe­merintah ha­rus membantu.

 

Setelah berdialog, IJP ber­sa­ma rombongan kemudian me­nyi­s­ir pantai Pauh Pariaman de­n­gan berkunjung lapau dan ru­mah warga. Tidak lupa IJP mem­beli ikan tangkapan warga. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!