Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 15:53:48 WIB
PRO SUMBAR

2Pengedar Ditangkap, BB Ganja 9 Kg

Polisi Duga Jaringan LIntas Provinsi

Padang Ekspres • Minggu, 24/02/2013 03:45 WIB • TIM PADEK • 767 klik

tersangka dan barang bukti ganja seberat 9 kg

Padang, Padek—Lagi-lagi jaringan narkoba lintas pro­vinsi berhasil diringkus jajaran Direktorat Narkoba Polda Sum­bar. Sore kemarin (23/2) sekitar pukul 16.30 WIB, petu­gas berhasil meringkus dua orang pria merupakan jaringan pengedar ganja lintas provinsi di dua lokasi berbeda di Kota Padang. Dari tangan kedua­nya, petugas menyita barang bukti (BB) berupa ganja sebe­rat 9 kg.

 

Penangkapan pertama di­la­kukan di kawasaan Mataair, Kecamatan Padang Selatan sekitar pukul 16.30 WIB. Wak­tu itu, polisi berhasil mem­bekuk pengedar ganja berna­ma Guntur Hasibuan, 26, war­ga Mataair. Dari tangannya, petugas mengamankan 1 kg ganja.

 

Setelah dilakukan pengem­bang­an dan berbekal keterang­an Guntur Hasibuan, selang beberapa jam kemudian jaja­ran Dit Narkoba Polda Sumbar meringkus seorang bandar di Kotolua, Kecamatan Lubukbe­ga­lung. Pelaku adalah Junedi, 36, tak lain target operasi (TO) dan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2012.     

 

Direktur Direktorat Narko­ba Polda Sumbar, Kombes Pol Arief Rahman Hakim menye­butkan, Junedi terbilang sa­ngat licin. Pasalnya, dia masuk ke dalam DPO Dit Narkoba Polda Sumbar sejak tahun 2012. Diduga, dia berpindah-pindah sehingga polisi sulit menemukan jejaknya.

 

Menurut Arief, keduanya adalah pemain lama yang me­miliki jaringan di luar Sumbar. ”Penangkapan ini merupakan penagkapan terbesar selama tahun 2013,” ujar mantan Wa­dir Reskrim Polda Sumbar ini.

 

Dari keterangan Junedi kepada penyidik, dia sudah lama menggeluti barang ha­ram dan mendapatkan barang haram itu dari seorang teman­nya di daerah Penyabungan Sumatera Utara. Barang ha­ram itu dibawa melalui jalur darat. Rencananya, ke-8 kg ba­rang haram tersebut diedarkan kepada pengedar lainnya di Padang.

 

Kini keduanya diamankan di Ditnarkoba Polda Sumbar guna dimintai keterangan dan mengungkap jaringan lainnya. ”Kita akan mengorek infor­masi dari keduanya terkait jaringan serta bandar-bandar lainnya di luar Sumbar,” ujar­nya. Keduan melanggar Pasal 111 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (w/cr2)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!