Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 06:27:34 WIB

Semen Padang Tunggu Timnas Resmi

Padang Ekspres • Kamis, 21/02/2013 12:51 WIB • • 598 klik

-

Padang, Padek— Sekitar satu minggu lalu, timnas Indonesia yang dilatih Nil Maizar telah memanggil 33 pemain untuk persiapan timnas kontra Arab Saudi pada 22 Maret men­datang. Nah, dua hari yang lalu, giliran Badan Tim Na­sional (BTN) yang me­mang­­gil pemain. BTN yang me­nunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih, memanggil 35 pemain.

 

Total delapan pemain Semen Padang FC yang dipanggil dua timnas tersebut. Masing-masingnya, enam pemain di­panggil BTN (Jandia Eka Put­ra, Novan Setya Sasongko, Titus Bonai, Syaifullah, Aries Tuansyah, dan M Nur Iskan­dar), serta empat pemain pada skuad timnas asuhan Nil Mai­zar (Wahyu Wijiastanto. No­van Setya Sasongko, Titus Bo­nai, dan Vendry Mofu).

 

Namun, terkait dengan dualisme yang terjadi terhadap pembentukan timnas Indonesia saat ini, Manajamen Semen Padang FC, belum mau mem­beri kepastian akan melepas atau tidak melepas para pe­main­nya tersebut.

 

”Kami belum bicarakan di tingkat pengurus PT KSSP dan pelatih,” sebut Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Pa­dang (KSSP), Erizal Anwar, kepada Padang Ekspres, Rabu (20/2).

 

Saat didesak kapan akan melakukan pembicaraan me­nge­nai pemanggilan delapan pemain itu, Erizal menjawab, belum ada rencana. Katanya, pihak Semen Padang FC, terle­bih dahulu menginginkan per­soalan dualisme timnas terse­but selesai. ”Kmai tunggu saja siapa nanti pengelola timnas ini yang resmi,” tegasnya.

 

Sementara itu, di wa­wan­cara terpisah seusai memim­pin latihan Semen Padang FC di Stadion H Agus Salim Pa­dang  kemarin pagi, pelatih Suhatman Imam me­nye­rah­kan segala keputusan melepas atau tidak melepas pemain ke timnas, kepada manajemen.

 

”Itu tergantung manajemen. Kalau pelatih melepas tidak masalah. Kalau tidak melepas, juga tidak apa-apa,” ujarnya.

 

Tapi, dia berharap, terlebih dahulu hendaknya ada win win solution antara mana­jemen Semen Padang FC de­ngan PSSI, jika memang ingin melepas pemain. Pasalnya, baik timnas maupun Semen Padang FC, sama-sama mem­butuhkan tenaga para pemain tersebut.

 

”Kalau manajemen mau melepas pemain ke timnas, saya berharap saat SPFC butuh mereka, pengelola timnas mau melepasnya kembali. Minimal dua atau tiga hari sebelum bertanding,” ucapnya.

 

Jadwal Ketat, Genjot Fisik

 

Permintaan Suhatman itu sendiri, tak lepas dari jadwal ketat yang harus dijalani tim asuhnya sejak ahir bulan ini hingga pertengahn bulan men­datang. Dimulai 27 Februari mendatang kontra Arema, 2 Maret kontra Persiba Bantul, 5 Maret lawan Singapore Ar­med Forces di ajang AFC Cup, dan 12 Maret melawat ke India untuk menghadapi Chur­chill Brothers di ajang yang sama.

 

”Perlu diingat, bulan ini hanya sampai tanggal 28. Jadi seusai lawan Arema kami ha­nya punya waktu istirahat tiga hari. Tiga hari kemudia ber­main lagi di AFC Cup. Tiga hari berikutnya kami mesti ber­angkat ke India, untuk mem­beri waktu kepada pemain melakukan penyesuain dengan cuaca dan makan di sana. Jadi, jadwal kami cukup ketat,” tutur Pak Haji, sapaan akrab Suhatman Imam.

 

Terkait dengan jadwal yang ketat tersebut, sejak Selasa lalu, tim pelatih Semen Padang FC menggenjot kondisi fisik para pemain. ”Kemampuan fisik para pemain masih perlu ditingkatkan. Sebab itulah sejak pulang dari Medan, kami memberikan latihan fisik ting­kat tinggi kepada para pemain. Sejauh ini, semua dilaksana­kan dengan perfect. Dan mu­dah-mudahan, hasilnya nanti juga bisa perfect,” tukasnya. (cip)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!