Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 20:15:24 WIB

Semen Padang Tunggu Timnas Resmi

Padang Ekspres • Kamis, 21/02/2013 12:51 WIB • • 406 klik

-

Padang, Padek— Sekitar satu minggu lalu, timnas Indonesia yang dilatih Nil Maizar telah memanggil 33 pemain untuk persiapan timnas kontra Arab Saudi pada 22 Maret men­datang. Nah, dua hari yang lalu, giliran Badan Tim Na­sional (BTN) yang me­mang­­gil pemain. BTN yang me­nunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih, memanggil 35 pemain.

 

Total delapan pemain Semen Padang FC yang dipanggil dua timnas tersebut. Masing-masingnya, enam pemain di­panggil BTN (Jandia Eka Put­ra, Novan Setya Sasongko, Titus Bonai, Syaifullah, Aries Tuansyah, dan M Nur Iskan­dar), serta empat pemain pada skuad timnas asuhan Nil Mai­zar (Wahyu Wijiastanto. No­van Setya Sasongko, Titus Bo­nai, dan Vendry Mofu).

 

Namun, terkait dengan dualisme yang terjadi terhadap pembentukan timnas Indonesia saat ini, Manajamen Semen Padang FC, belum mau mem­beri kepastian akan melepas atau tidak melepas para pe­main­nya tersebut.

 

”Kami belum bicarakan di tingkat pengurus PT KSSP dan pelatih,” sebut Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Pa­dang (KSSP), Erizal Anwar, kepada Padang Ekspres, Rabu (20/2).

 

Saat didesak kapan akan melakukan pembicaraan me­nge­nai pemanggilan delapan pemain itu, Erizal menjawab, belum ada rencana. Katanya, pihak Semen Padang FC, terle­bih dahulu menginginkan per­soalan dualisme timnas terse­but selesai. ”Kmai tunggu saja siapa nanti pengelola timnas ini yang resmi,” tegasnya.

 

Sementara itu, di wa­wan­cara terpisah seusai memim­pin latihan Semen Padang FC di Stadion H Agus Salim Pa­dang  kemarin pagi, pelatih Suhatman Imam me­nye­rah­kan segala keputusan melepas atau tidak melepas pemain ke timnas, kepada manajemen.

 

”Itu tergantung manajemen. Kalau pelatih melepas tidak masalah. Kalau tidak melepas, juga tidak apa-apa,” ujarnya.

 

Tapi, dia berharap, terlebih dahulu hendaknya ada win win solution antara mana­jemen Semen Padang FC de­ngan PSSI, jika memang ingin melepas pemain. Pasalnya, baik timnas maupun Semen Padang FC, sama-sama mem­butuhkan tenaga para pemain tersebut.

 

”Kalau manajemen mau melepas pemain ke timnas, saya berharap saat SPFC butuh mereka, pengelola timnas mau melepasnya kembali. Minimal dua atau tiga hari sebelum bertanding,” ucapnya.

 

Jadwal Ketat, Genjot Fisik

 

Permintaan Suhatman itu sendiri, tak lepas dari jadwal ketat yang harus dijalani tim asuhnya sejak ahir bulan ini hingga pertengahn bulan men­datang. Dimulai 27 Februari mendatang kontra Arema, 2 Maret kontra Persiba Bantul, 5 Maret lawan Singapore Ar­med Forces di ajang AFC Cup, dan 12 Maret melawat ke India untuk menghadapi Chur­chill Brothers di ajang yang sama.

 

”Perlu diingat, bulan ini hanya sampai tanggal 28. Jadi seusai lawan Arema kami ha­nya punya waktu istirahat tiga hari. Tiga hari kemudia ber­main lagi di AFC Cup. Tiga hari berikutnya kami mesti ber­angkat ke India, untuk mem­beri waktu kepada pemain melakukan penyesuain dengan cuaca dan makan di sana. Jadi, jadwal kami cukup ketat,” tutur Pak Haji, sapaan akrab Suhatman Imam.

 

Terkait dengan jadwal yang ketat tersebut, sejak Selasa lalu, tim pelatih Semen Padang FC menggenjot kondisi fisik para pemain. ”Kemampuan fisik para pemain masih perlu ditingkatkan. Sebab itulah sejak pulang dari Medan, kami memberikan latihan fisik ting­kat tinggi kepada para pemain. Sejauh ini, semua dilaksana­kan dengan perfect. Dan mu­dah-mudahan, hasilnya nanti juga bisa perfect,” tukasnya. (cip)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunggu Aksi Chatib Basri

PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi pe­rekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Kamis, 23 Mei 2013

Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus

Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!

 

Masyarakat Sipil Meradang

Maju taruih.................................................!


Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat

Patuik didukuang tu.......................................!