- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:23 WIB
- 13:22 WIB
- 13:21 WIB
- 13:21 WIB
- 13:16 WIB
- 13:13 WIB
- 13:10 WIB
- 13:02 WIB

Semen Padang Tunggu Timnas Resmi
Padang Ekspres • Kamis, 21/02/2013 12:51 WIB • • 406 klik

Padang, Padek— Sekitar satu minggu lalu, timnas Indonesia yang dilatih Nil Maizar telah memanggil 33 pemain untuk persiapan timnas kontra Arab Saudi pada 22 Maret mendatang. Nah, dua hari yang lalu, giliran Badan Tim Nasional (BTN) yang memanggil pemain. BTN yang menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih, memanggil 35 pemain.
Total delapan pemain Semen Padang FC yang dipanggil dua timnas tersebut. Masing-masingnya, enam pemain dipanggil BTN (Jandia Eka Putra, Novan Setya Sasongko, Titus Bonai, Syaifullah, Aries Tuansyah, dan M Nur Iskandar), serta empat pemain pada skuad timnas asuhan Nil Maizar (Wahyu Wijiastanto. Novan Setya Sasongko, Titus Bonai, dan Vendry Mofu).
Namun, terkait dengan dualisme yang terjadi terhadap pembentukan timnas Indonesia saat ini, Manajamen Semen Padang FC, belum mau memberi kepastian akan melepas atau tidak melepas para pemainnya tersebut.
”Kami belum bicarakan di tingkat pengurus PT KSSP dan pelatih,” sebut Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar, kepada Padang Ekspres, Rabu (20/2).
Saat didesak kapan akan melakukan pembicaraan mengenai pemanggilan delapan pemain itu, Erizal menjawab, belum ada rencana. Katanya, pihak Semen Padang FC, terlebih dahulu menginginkan persoalan dualisme timnas tersebut selesai. ”Kmai tunggu saja siapa nanti pengelola timnas ini yang resmi,” tegasnya.
Sementara itu, di wawancara terpisah seusai memimpin latihan Semen Padang FC di Stadion H Agus Salim Padang kemarin pagi, pelatih Suhatman Imam menyerahkan segala keputusan melepas atau tidak melepas pemain ke timnas, kepada manajemen.
”Itu tergantung manajemen. Kalau pelatih melepas tidak masalah. Kalau tidak melepas, juga tidak apa-apa,” ujarnya.
Tapi, dia berharap, terlebih dahulu hendaknya ada win win solution antara manajemen Semen Padang FC dengan PSSI, jika memang ingin melepas pemain. Pasalnya, baik timnas maupun Semen Padang FC, sama-sama membutuhkan tenaga para pemain tersebut.
”Kalau manajemen mau melepas pemain ke timnas, saya berharap saat SPFC butuh mereka, pengelola timnas mau melepasnya kembali. Minimal dua atau tiga hari sebelum bertanding,” ucapnya.
Jadwal Ketat, Genjot Fisik
Permintaan Suhatman itu sendiri, tak lepas dari jadwal ketat yang harus dijalani tim asuhnya sejak ahir bulan ini hingga pertengahn bulan mendatang. Dimulai 27 Februari mendatang kontra Arema, 2 Maret kontra Persiba Bantul, 5 Maret lawan Singapore Armed Forces di ajang AFC Cup, dan 12 Maret melawat ke India untuk menghadapi Churchill Brothers di ajang yang sama.
”Perlu diingat, bulan ini hanya sampai tanggal 28. Jadi seusai lawan Arema kami hanya punya waktu istirahat tiga hari. Tiga hari kemudia bermain lagi di AFC Cup. Tiga hari berikutnya kami mesti berangkat ke India, untuk memberi waktu kepada pemain melakukan penyesuain dengan cuaca dan makan di sana. Jadi, jadwal kami cukup ketat,” tutur Pak Haji, sapaan akrab Suhatman Imam.
Terkait dengan jadwal yang ketat tersebut, sejak Selasa lalu, tim pelatih Semen Padang FC menggenjot kondisi fisik para pemain. ”Kemampuan fisik para pemain masih perlu ditingkatkan. Sebab itulah sejak pulang dari Medan, kami memberikan latihan fisik tingkat tinggi kepada para pemain. Sejauh ini, semua dilaksanakan dengan perfect. Dan mudah-mudahan, hasilnya nanti juga bisa perfect,” tukasnya. (cip)
[ Red/Administrator ]
PRESIDEN akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Muhammad Chatib Basri untuk mengemban tugas sebagai menteri keuangan (Menkeu). Mencermati situasi perekonomian mutakhir, perekonomian dunia masih labil (eksternal) dan stimulasi dari APBN masih lemah (internal), dapat dikatakan, Chatib berada dalam momentum yang kurang kondusif. Tidak berlebihan jika ada yang menilai Chatib berada pada situasi the right man on the right place, but the wrong time.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
Kan di sakola ndak adoh diajakan maliang doh..........................................!
Masyarakat Sipil Meradang
Maju taruih.................................................!
Panwaslu Cuek, LSM Kapak Lanjut ke Pusat
Patuik didukuang tu.......................................!