Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 19:54:51 WIB
PRO SUMBAR

Dua Pol PP Diperiksa Polisi

Terkait Temuan Senjata Api dan Sangkur

Padang Ekspres • Kamis, 21/02/2013 11:20 WIB • WILIAN • 699 klik

Salah satu Barang Bukti berupa senjata api

Padang, Padek—Masih ingat dengan razia penyakit ma­sya­rakat (Pekat) yang dilakukan satuan Polisi pamong Praja pada Rabu (13/2) yang lalu. Dalam operasi tersebut delapan wartawan Nasional media cetak dan elektronik nyaris menjadi korban penembakan. Dalam razia itu petugas penegak Perda juga mengamankan  sepucuk senjata api laras pendek, satu buah sangkur dan satu paket narkoba jenis sabu di salah satu hotel di kawasan Marapalam Jalan Soetomo Kecamatan Pa­dang Timur. Untuk kepemi­likan senjata api dan sangkur kasusnya ditangani  Reskrim Polresta Padang, sedangkan kepemilikan sabu ditangani oleh Polsek Padang Timur.

 

Guna mengungkap oknum pemilik senjata api dan satu buah sangkur tersebut,  Kema­rin ( 20/2) penyidik Reskrim Polresta Padang memanggil dan memeriksa  saksi yang ada di lokasi penertiban.

 

Saksi tersebut yakni dua orang anggota Pol PP yang mela­kukan penggerebekan di kamar yang menemukan barang bukti, mereka adalah Zulfemi dan Aidi Zulfadli salah seorang resep­sionis hotel Aldi, 20, serta dua wanita yang salatunya ditang­kap  di dalam kamar penemuan  barang bukti. Wanita tersebut  berinisial W, 17, dan A, 21.

 

Pantauan Padang Ekspres, pemeriksaan tersebut berlang­sung dimulai sekitar Pukul 15.10 WIB dan berlangsung selama satu jam. Ke empatnya diperiksa sebagai saksi dalam peristiwa kejadian penemuan barang bukti tersebut.

Pengakuan Zulfemi kepada penyidik Reskrim Polresta Pa­dang, saat melakukan penag­kapan,  ia menayakan kapada Resepsionis hotel jumlah kamar yang berpenghuni.

 

Dari keterangan resepsionis, Kata Zulfemi, ada dua kamar yang berpenghuni yaitu kamar 114 dan kamar bernomor 115. Petugas yang saat itu dipimpin oleh Kasi Provos Alwi langsung melakukan penggerebakan, didalam kamar 115  Zulfemi bersama petugas lainnya me­nang­kap satu orang wanita bersama seorang pria berbadan tegap serta sepucuk senjata api dan sangkur.  Zulfemi menga­takan ia sama sekali tidak me­nge­nal pria tersebut,  namun saat ditangkap pemuda tersebut me­lawan dan menggertak petu­gas.

 

Ia pun mengaku kalau ia adalah anggota aparat, ketika diminta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA),  pria itu mengatakan, kalau KTA berada dalam jok motor. Namu pria tersebut berhasil kabur kerena berdalih mengambil KTA yang berada di dalam jok.

 

“Kepada saya pria itu me­nga­ku anggota aparat,” ujar Zulfemi.

 

Sedangkan di kamar 114, petugas berhasil mengamankan se­orang wanita lagi, ketika di­per­temukan dengan wanita yang berada di kamar 115 mere­ka mengaku berteman dan ma­suk ke hotel  disaat yang ber­samaan.

 

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro melalui Kas­treskrim Polresta Padang Irwan Ariyandhi kepada wartawan mengatakan, kasus temuan sen­jata api dan sangkur tersebut ditangani dan  diproses oleh penyidik Polresta Padang. Se­dangkan untuk kasus sabu dan dua orang wanita yang dia­mankan bersama barang-ba­rang tersebut ditangani penyi­dikannya oleh Polsek Padang Timur. “Untuk barang bukti senjata api dan sangkur, kasus­nya ditangani oleh Polresta Padang, sedangkan kepemilikan Sabu ditangani Polsek Padang Timur,” ujar Irwan.

 

Ditambahkannya, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sedangkan oknum pemiliknya  masih belum diketahui identi­tas­nya. Pihaknya berjanji dalam waktu yang sesingkat-singkat­nya akan menemukan oknum pemilik senjata api dan sangkur tersebut. “Kasus penemuan barang bukti ini masih dalam penyelidikan, untuk Sementara kita telah memanggil saksi-saksi dalam peristiwa pene­muan,” ujarnya.

 

Sebelumnya pada Jumat (15/2) Kasi Provos Pol PP Pa­dang Alwi juga telah dipanggil oleh penyidik Polresta padang sebagai saksi pelapor yang me­nemukan barang bukti senjata api dan sangkur.(*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!