- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
Maret, Permendagri Sumbar-Riau Terbit
Padang Ekspres • Minggu, 17/02/2013 04:26 WIB • • 354 klik
Padang, Padek—Permendagri soal tapal batas antara Provinsi Sumbar dan Riau bakal keluar Maret ini. Pemporv Sumbar berharap melalui Permendagri ini ada kejelasan hukum terhadap batas wilayah kedua provinsi. Khusus tapal batas Sumbar dengan Jambi, Bengkulu, sekarang masih dalam proses di Kemendagri.
Hal ini diungkap Kepala Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setprov Sumbar, Syafrizal, kepada Padang Ekspres baru-baru ini. ”Insya Allah, Maret ini akan terbit Permendagri soal penegasan batas antara Provinsi Riau dengan Sumbar,” ujarnya.
Pemprov Sumbar, katanya, sudah mengajukan usulan pada Kemendagri untuk penyelesaian penegasan pilar batas antara Sumbar dengan Jambi pada segmen belum disepakati. Metodanya menggunakan peta jawatan topografi (jantop).
”Penegasan pilar batas dengan pengukuran ulang itu berbeda. Makanya kami tidak melakukan pengukuran ulang, tapi hanya penegasan pilar batas saja. Sebelumnya, sudah ada penetapatan pilar batas dilakukan BPN antara Jambi dengan Sumbar. Namun karena kedua provinsi belum setuju, makanya dilakukan pertemuan kembali,” ujarnya.
Tahun 2009 lalu telah dilakukan, menurut Syafrizal, waktu itu Pemprov Jambi minta penegasan pilar batas dilakukan dengan tambo dan ranji. Namun Pemprov Sumbar tak sepakat dengan hal tersebut. Pada 31 Januari 2013, dilakukan pertemuan kembali dan Pemprov Sumbar mengusulkan agar penegasan pilar batas mengacu pada peta jantop.
”Kami sudah sampaikan itu Kemendagri. Apapun hasil dari Kemendagri akan kami terima. Memang dalam penegasan pilar batas itu, memang ada pedoman penegasan batas diatur perundang-undangan yang perlu dipedomani. Ada berdasarkan peta jantop, peta agraria atau tambo dan ranji. Makanya sebelum penegasan batas itu dilakukan, harus disepakati dulu metode apa yang digunakan. Makanya, kami serahkan kewenangan itu pada Kemendagri,” ucapnya
Kesepakatan itu, tambahnya, baru ada apabila tercapai kesepakatan kedua belah pihak. ”Sepanjang kedua belah pihak belum menerima, belum dapat dikatakan ada kesepakatan,” ucapnya. (ayu)
[ Red/Administrator ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!