Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 15:00:03 WIB
METROPOLIS

Megah di Luar, Kusam di Dalam

Padang Ekspres • Jumat, 15/02/2013 13:54 WIB • • 257 klik

 Rusunawa di Purus

Dua bangunan tinggi berlantai lima berwarna cokelat tua di Jalan Purus, Kecamatan Padang Barat terlihat seperti hotel berbintang. Persis berhadapan dengan bibir pantai, megah nian terlihat.

 

Dilihat dari luar, ke­in­da­hannya cukup menyita mata. Memiliki 5 taman dihiasi lampu yang memancarkan cahaya in­dah pada malam hari. Belum lagi, pohon pinang merah yang pucuknya baru setinggi orang dewasa, membuat dua ba­ngu­nan tersebut tampak begitu indah.

 

Rasa ingin tahu membawa langkah Padang Ekspres, untuk menyibak dan menelusuri setiap ruangan bangunan itu. Rumah susun sewa (rusunawa), sebutan untuk gedung tinggi itu. Ba­ngunan yang dipersiapkan khu­sus Pemko untuk orang-orang belum memiliki rumah dan berpenghasilan rendah tersebut, telah mulai ditempati. Kendati demikian, kondisi di dalam rusunawa nampak tidak terurus.

 

Pantauan Padang Ekspres, debu tebal menutup setiap lantai tidak berkeramik itu. Sampah bertebaran di setiap jenjang. Beberapa lantai ubin terlihat mengembung dan retak. Bahkan di lantai 5 ada dinding tempat pipa yang pecah.

 

Bekas rembesan air karena bocor membekas di sejumlah tembok ruangan. Lebih lagi, besi-besi bangunan yang baru selesai dibangun itu, telah tam­pak berkarat dan keropos. Ga­gang kunci pintu kamar ban­yak rusak dan hilang. Belum lagi pintu-pintu kamar ada yang engselnya copot dan rusak.

 

Rumah susun yang memiliki satu kamar mandi dengan dua ruangan dan satu dapur yang hanya berukuran 2X1 meter, tampak seperti tidak terawat. Beberapa kamar terlihat catnya sudah terkelupas.

 

Zubaidah, 56, petugas ke­ber­sihan di rusunawa mengatakan, kendati belum diresmikan pe­me­rintah, namun pem­ba­ngu­nan rusunawa itu telah ram­pung. Sejak pembangunan ru­su­nawa itu selesai, tidak ada pe­meliharaan rutin.

 

“Jangankan untuk pe­me­liharaan, gaji saya dua bulan belum dibayar. Tentu tidak sanggup kalau sendirian saja membersihkan gedung sebesar ini,” papar wanita setengah abad, yang telah bekerja di tempat itu sejak bulan Mei 2012.

 

Zubaidah mengakui, ter­jadi­nya kerusakan pada bagian bangunan karena memang tidak ada pemeliharaan dan ku­ra­ng­nya kualitas bahan bangunan gedung itu. “Kasihan saja kalau yang dapat kamar rusak dan bocor,” ujar ibu lima anak yang juga berjualan di tempat ter­sebut.

 

Rusanawa itu juga dile­ng­kapi mushala, dan kantin. Na­mun, gagang pintu mushala tam­pak tidak ada lagi. “Banyak gagang pintu yang rusak, karena dibongkar maling,” papar nenek yang berjualan bersama cucunya itu.

 

Meski rusunawa itu hanya memiliki 196 kamar, namun hingga saat ini telah terdaftar sekitar 400 calon panghuni. “Semua yang mendaftar tetap diterima. Setelah itu diseleksi, apakah calon itu memang pantas menghuni rusunawa atau tidak,” papar Kasmaidarti, petugas yang memerima pendaftaran.

 

Diakuinya, hingga saat ini calon penghuni masih ada yang mendaftar, tidak hanya orang-orang yang tinggal di sekitar Purus. “Nanti dapat atau tidaknya mereka tinggal di sini tergantung dari hasil seleksi,” ujarnya.

 

Kas juga menerangkan, jika fasilitas yang diberikan kepada penghuni rusunawa cukup baik. Setiap kamar memiliki meteran air sendiri-sendiri, sedangkan aliran listrik dengan sistem voucher.

 

“Selain biaya sewa, para penghuni juga harus membayar listrik dan air sesuai pema­kaian­nya masing-masing,” ujarnya.

 

Perihal tidak terurusnya setiap kamar, Kas mengatakan, sekarang masih dalam tahap perbaikan. “Nanti kalau sudah dihuni, juga akan bersih karena dibersihkan penghuni rumah,” ujarnya. (cr4)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!