Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:10:40 WIB
RAKYAT SUMBAR

Silaiang Terban, Mengundang Maut

Suprapto: Perbaikan Terkendala Hutan Lindung

Padang Ekspres • Selasa, 12/02/2013 10:57 WIB • YUWARDI & GUSTI AYU GAYATRI • 1138 klik

Sejak terban sebulan lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda jalan Silaiang akan

Padangpanjang, Padek—Jalan di kawasan Silaiang mengancam kese­lamatan para pengendara. Sejak terban sebulan lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda jalan tersebut akan diper­baiki. Para pengguna jalan menge­luhkan lambannya perbaikan jalan Silaiang karena rawan kecelakaan.

 

Pengendara takut melewati jalan lintas umum (jalinsum) provinsi yang terletak di Singgalangkariang, kawasan Lembah Anai ini, khususnya pada malam hari. Tak hanya terban, pinggir jalan juga tak lagi memiliki pembatas, sehingga kendaraan bisa terjun bebas ke jurang. Belum lagi ancaman longsor dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok plus tanjakan, membuat pengen­dara semakin takut.

 

“Sedikitnya saja kecelakaan di sini, nyawa taruhannya. Bisa terjun ke jurang. Selain tanjakan, mobilitas di Lembah Anai juga cukup padat dilalui kendaraan Padang-Bukittingi-Solok dan Tanahdatar. Di jalan ini juga kerap terjadi kecelakaan akibat truk yang gagal menanjak. Jika itu terjadi, bisa dipastikan akses Padang-Padangpanjang akan macet total karena jalur yang bisa dilalui saat ini hanya tinggal separuhnya,” tutur Indra, 35, PNS yang sehari-hari bolak-balik Padang-Pa­dangpanjang.

 

Kasat Lantas Polresta Pa­dang­panjang, AKP Sodikin Fachrozinur ketika dikon­firmasi mengungkapkan, sejak terbannya jalan  Silaiang­kariang sebulan lalu, hingga kini belum ada kemacetan berarti. Demikian juga kasus kecelakaan di kawasan ini. Namun demikian, Sodikin mengakui kondisi jalan ter­sebut berisiko terhadap pe­ngemudi.

 

“Terutama pada malam hari karena gelap dan berada tepat di tikungan. Paling be­risiko lagi bagi pengemudi yang belum mengenal medan,” ulas Sodikin.

 

Sodikin mengatakan telah menempatkan anggotanya untuk stand-by di Pos Lembah Anai untuk menjaga kea­ma­nan pengendara. “Rawannya memang malam hari, apalagi kalau hujan. Dari arah Pa­dangpanjang, lokasi terban berada di turunan dan di balik tikungan. Tidak hanya pe­ngemudi, kami pun berharap jalan ini secepatnya diperbaiki sebelum terjadinya korban. Meski belum ada kecelakaan, paling tidak ada beberapa kendaraan yang nyaris masuk ke jurang,” tutur Sodikin.

 

Terkendala Hutan Lindung

 

Secara terpisah, Kepala Di­nas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman (Pras­­jal Tar­kim) Sumbar, Su­prapto menga­kui lambannya perbaikan jalan terban di Si­laiang, karena berada di ka­wasan hutan lin­dung se­hing­ga tidak bisa lang­sung dila­kukan perbaikan.

 

“Untuk sementara, kami baru melakukan penanganan tanggap darurat. Sebetulnya, kami mau cepat-cepat mem­perbaiki jalan tersebut, tapi kan tak bisa seperti itu juga. Harus ada perencanaan yang matang dulu. Apalagi itu ma­suk kawasan hutan lindung,” ucapnya.

 

Suprapto menjelaskan, da­lam tahun ini, telah dialokasi­kan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk perbaikan jalan ter­ban Silaiang. “Bukannya tak ada perbaikan, cuma saja ma­sih darurat penanganannya. Sa­ya minta warga bersabar sedikit un­tuk persiapan per­bai­kan ja­lan tersebut,” ujarnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!