Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 00:01:52 WIB
NASIONAL

Suka Pakai Rok Mini, Pernah Hampir Dihakimi Massa

Maharani, Wanita Ditangkap Bersama Tersangka Suap Kuota Daging Sapi

Padang Ekspres • Minggu, 03/02/2013 09:27 WIB • KUKUH MINANTA - Jakarta • 8501 klik

Maharani saat ditangkap KPK beberapa waktu yang lalu

Terungkapnya dugaan penyuapan impor sapi menjadi musibah besar bagi PKS. Selain melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan persidennya, KPK juga menangkap seorang perempuan seksi di sebuah hotel bersama dengan teman dekatnya, Ahmad Fhatanah.

 

PULUHAN wartawan masih tetap setia menunggu dan mengamati rumah sederhana bercat hijau yang pintunya terkunci rapat. Tak sedikit yang nekat mengetuk pintu dan berteriak berharap ada balasan dari dalam rumah.

 

“Bu permisi,” seru seorang wartawan online nasional itu, Minggu (2/2). Harapan mereka sia-sia. Meski beberapa lampu di rumah itu menyala, tak ada jawaban dari dalam.

 

Ya, itu adalah rumah Engkun Kur­nia­­sih orangtua Maharani Suciyono. Ma­harani yang biasa disapa Rani adalah pe­rempuan yang ikut ditangkap KPK ber­sama Ahmad Fathanah di Hotel Le Me­ridien Rabu (31/1) lalu. Fathanah, di­sebut-sebut orang dekat mantan Pre­siden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

 

Dari tangan mahasiswi Universitas Prof Moestopo Beragama itu  petugas me­­nyita Rp 10 juta hasil pemberian Fat­hanah. Uang tersebut adalah bagian dari Rp 1 miliar yang diduga akan diberikan ke Luthfi  sebagai pelicin impor daging sapi.

 

Rumah tersebut merupakan rumah dinas dan terletak di dalam area SDN Batu Ampar 12 Kramatjati, Jaktim. Kurniasih adalah salah satu guru di sekolah tersebut. Rumah sederhana berukuran sekitar 8x10 meter tersebut tampak asri. Meski terletak di kompleks sekolah, bangunan itu dikelilingi kebun. Tanaman-tanaman besar tum­buh subur di sana.

 

“Sudah dua hari ini nggak kelihatan orangnya,” kata seo­rang tetangga Irwan Nurdin, salah seorang tetangga. Mereka juga mengaku tidak tahu apakah Rani dan keluarga sudah pergi atau masih “bersembunyi” di dalam rumah.

 

Sebetulnya, keluarga Rani sempat membuka diri dengan media. Sehari setelah dilepas KPK karena tidak terbukti ter­libat, Kurniasih dan Rani sempat me­nemui awak media terkait keterlibatan anaknya. “Pusing mas, saya kayak orang paling salah,” kata Kurniasih kepada wartawan di rumahnya.

 

Namun belum tuntas men­ceritakan permasalahan, be­berapa keluarga pun me­mu­tuskan menghentikan wa­wan­cara. Hingga akhirnya me­reka “menghilang”.

 

Suratno salah seorang sopir ojek yang mangkal di depan rumah Rani mengatakan bahwa Rani adalah perempuan yang baik. Dia banyak bersosialiasi dengan warga. Bahkan, Rani mengenal hampir semua sopir ojek di sana. Mereka pun kaget mendengar kabar Rani dita­ng­kap KPK.

 

Para tukang ojek langganan Rani itu, mengaku Rani palign sering minta diantar ke jalan utama atau ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

 

Tapi saat ditanya untuk apa Rani ke TMII Suratno mengaku tidak tahu. “Yang jelas dia minta berhenti di pinggir jalan, terus biasanya ada mobil yang jemput dia,” katanya.

 

Para sopir ojek mengaku bahwa Rani memang terbiasa berpenampilan seksi. Saat di rumah pun, perempuan kela­hiran Kuningan Jabar itu  sering mengenakan celana super pen­dek dan tak jarang memakai rok mini. “Ya seperti  foto-foto di ko­ran (saat Rani keluar dari KPK me­nge­nakan rok mini),” kata dia. Namun menurut para sopir ojek yang biasa mangkal di rumah Rani, itu adalah hal biasa. Sebab Rani adalah perempuan muda yang ingin bergaya. Me­reka juga mengaku tak tergoda dengan kemolekan perempuan berambut panjang itu. “Wah kalau di sini model seperti itu (Rani) banyak,” timpal Suratno lalu meringis sambil menggaruk kepalanya.

 

Meski beberapa tetangga menganggap Maharani Suci­yono adalah perempuan yang baik dan selalu bersosialisi, ternyata ada warga me­ng­gang­gap Rani adalah pe­rem­puan “nakal”. Bahkan, dia per­nah melakukan perbuatan tidak senonoh di depan rumah dinas ibu­nya itu. Tetangga Rani ber­nama Nanang Sapta mengu­ng­kapkan, kejadiannya tersebut sekitar setengah tahun lalu. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari sebuah mobil MPV terparkir di halaman sekolah tersebut dan mengahadap ke rumah Rani.

 

Warga awalnya tidak me­naruh rasa curiga. Sebab, me­nurut mereka, sejak lama pe­rem­puan yang berulang tahun setiap 17 Maret itu kerap pergi dan pulang hingga dini hari. “Sering dijemput dan diantar mobil,’ kata Nanang.

 

Namun warga mulai me­na­ruh curiga lantaran mobil yang mengantar Rani pulang itu tidak kunjung pergi. Mobil itu diparkir di halaman sekolah. Rani dan temannya tidak kunjung turun dari mobil warna hitam tersebut.

 

Diam-diam warga terus me­ngamati. Akhirnya sekitar 30 menit kemudian, mobil yang masih terparkir itu ternyata bergoyang-goyang. Warga pun emosi. Untungnya mereka m­asih bisa menahan diri lantaran ibu Rani adalah adalah seorang guru di SD tersebut. “Akhirnya saya sambit aja pakai batu. Itu pasti ngelakuian yang enggak-enggak. Apalagi yang nganter cowok,” kata Nanang.

 

Rani dan temannya pun kaget bukan kepalang. Sadar aktivitasnya tercium warga, Rani pun langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumah. Mobil itu juga tunggang-lang­gang pergi dari area sekolah.

 

Namun, Ketua RT 9 RW 03 Sarmadi saat ditemui JPNN mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah menerima laporan tentang kelakuan buruk Rani. “Meski jarang ikut kegiatan warga, setahu saya keluarganya baik-baik,” ujar Sarmadi.

 

Menurut Sarmadi, Rani ha­nya tinggal berdua dengan ibu­nya. Kurniasih sudah lama ber­pisah dengan suaminya. Ka­kaknya, Anggi Kumartino Pra­tama beberapat tahun me­ning­gal­kan rumah tersebut karena sudah menikah dan hidup sama keluarga sendiri.

 

Nah, menariknya, ternyata salah satu rumah mantan Pre­siden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tak jauh dari rumah Rani. Ru­mah politisi yang kini sudah ber­status tersangka dan ditahan KPK itu, hanya sekitar 500 meter dari rumah Rani.

 

Salah satu rumah Luthfi tersebut terletak di kompleks rumah klaving Jalan Batu Am­par IV. Bahkan, kedua rumah itu sam­a-sama masuk dalam wila­yah RT 09 RW 03 Batu Am­par.

 

“Rumah Luthfi yang di be­la­kang,” kata seorang penjaga kavling yang tidak mau dis­ebutkan namanya saat ditemui JPNN. Ya, rumah-rumah yang ada di kavling tersebut tergolong mewah. Bentuk rumahnya sera­gam, dan semua temboknya berwarna putih. Meski begitu jumlahnya tak begitu banyak.

 

Namun penjagaan di sana begitu ketat. Pagarnya selalu ditutup dan diawasi beberapa sekuriti. Kesannya adalah kav­ling eksklusif. “Itu memang rumah orang-orang PKS,” kata Ketua RT 03 RW 09 Batu Ampar Sarmadi. Namun saat ditanya apakah Luthfi sering tinggal di rumah tersebut, dia enggan menerangkan lebih lanjut. (***)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!