Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:52 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

2 Sungai Meluap, 6 Jorong Banjir

Jalur Pangkalan- Kapur IX Lumpuh 5 Jam

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Rabu, 30/01/2013 12:56 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 501 klik

Limapuluh Kota, Padek—Belum kering air mata korban long­sor di Maninjau, Kabupaten Agam dan belum hilang kepa­ni­kan korban  banjir di Timpeh, Ka­­bupaten Dharmasraya, ben­cana alam akibat fenomena cua­ca ekstrem kembali terjadi di Sum­­bar. Kemarin, Selasa (29/1) pagi,  sebanyak enam jorong di Na­gari Pangkalan, Limapuluh Kota, dilanda banjir.

 

Keenam jorong yang diter­jang banjir di Nagari Pang­kalan ada­lah Jorong Ban­jarranah, Jo­rong Lakuakgadang, Jorong Lu­buaknago, Jorong Tigobalai dan Jorong Pasarbaru. Banjir ter­jadi aki­bat meluapnya dua sungai yang mengalir di Nagari Pang­ka­lan, yakni Batang Kasok dan Su­­ngai Abang. Banjir berlang­sung selama lima jam, terhitung sejak pukul 05.15 WIB sampai pu­kul 10.30 WIB.

 

Akibat banjir tersebut, 42 unit rumah penduduk dila­por­kan terendam air. Seba­nyak tiga unit di antaranya, termasuk wa­rung, rusak berat dan tak la­yak di­­tempati. “Rumah pen­duduk yang terendam air, paling ba­nyak berada di Jorong Banjar­ranah. Di jorong ini, ketinggian air saat banjir, mencapai dua me­ter,” kata Wali Nagari Pang­ka­lan, Diswanto kepada Padang Eks­pres, Selasa (29/1) pagi.

 

Selain merendam 42 unit ru­mah warga, banjir  membuat dua unit mobil fuso dan empat unit alat berat terendam air. Bah­kan, akses jalan dari Kecamatan Pangkalan menuju Kecamatan Ka­pur IX, sempat lumpuh sela­ma lima jam. Ini terjadi akibat ja­lan di Jorong Banjaranah, Na­gari Pangkalan, terendam air de­ngan ketinggian mencapai dua meter dari atas aspal.

 

“Ya, akibat banjir di Jorong Banjarranah, ratusan kendaraan dari Pangkalan menuju Kapur IX ataupun sebaliknya, terpaksa antre selama hampir lima jam, ka­rena satu-satunya jalur trans­portasi darat penghubung kedua kecamatan direndam air. Tapi siang ini (kemarin siang), arus lalu-lintas sudah kembali lan­car,” kata Kapolsek Pangkalan, Ip­tu Ricky Pranata Vivaldi, ter­pisah.

 

Berdasarkan catatan Pa­dang Ekspres, dalam tiga bulan terakhir, sudah tiga kali, ruas ja­lan provinsi penghubung Ke­ca­matan Pangkalan dengan Ke­ca­matan Kapur IX, lumpuh total. Pada November 2012 silam, ja­lan Pangkalan-Kapur IX lum­puh akibat amblasnya badan jalan di ka­wasan Baliakbukik, Nagari Gu­nuangmalintang dan am­brol­nya jembatan di arel perke­bunan sawit milik PTPN IV.

 

Hingga kini, banjir kembali “me­mutuskan” hubungan Pang­ka­lan dengan Kapur IX, badan ja­lan yang amblas  maupun jem­batan yang ambrol itu, be­lum kunjung diperbaiki Dinas Prasa­rana Jalan dan Tarkim Sumbar. Aki­batnya, masyarakat yang me­ngangkut berbagai hasil per­k­e­bunan, terutama gambir, getah dan hasil bumi lainnya menjadi sa­ngat kesulitan.

 

SD Terendam, Murid Diliburkan

 

Selain memutuskan jalur transportasi darat penghubung Pangkalan dan Kapur IX, banjir yang terjadi di Pangkalan, Selasa (29/1) pagi, membuat puluhan hektare areal perkebunan karet dan perladangan terendam air. Bu­kan itu saja, lima ekor sapi dan ker­bau ditemukan mati di Jo­rong Ban­jarranah, Jorong Lu­buak­nagaro dan Jorong Lu­buak­nago.

 

Di samping merusak areal per­kebunan dan menewaskan he­wan ternak, banjir di Nagari Pang­kalan, ikut merendam SD Ne­geri 03 di Jorong Banjar­ranah, sehing­ga membuat murid-mu­ridnya ter­paksa dilibur­kan. “Bangunan SDN 03 Pang­kalan nampaknya ikut rusak. Pa­dahal, bangunan ini ba­ru selesai dire­hab, dengan meng­­gunakan DAK Bidang Pen­di­­dikan. Kami berh­arap, dapat kem­­bali diper­baiki,” kata Wali Na­gari Pang­kalan, Diswanto.

 

Anggota DPRD Limapuluh Kota, Teddy Suttendi yang da­tang meninjau lokasi banjir, me­mu­ji sigapnya Badan Pe­nang­gulangan Ben­cana Daerah (BPBD) menyi­kapi banjir di Na­gari Pangkalan. Teddy ber­harap, ke­sigapan itu di­pertahankan un­tuk menang­gu­langi dampak ban­­jir di Pangkalan. “Mas­yara­kat yang rumahnya te­ren­dam air, perlu diberi bantuan tang­g­ap da­rurat,” kata Tedy.

 

Ke depan, Teddy menya­ran­kan Pemprov Sumbar dan Pem­k­ab Limapuluh Kota, me­m­i­kir­kan normalisasi sungai di Pang­ka­lan. ”Kawasan Pangkalan, selalu langganan banjir. Dalam empat tahun terakhir, menurut mas­yarakat, ini banjir terparah. Ka­renanya, kita perlu memi­kirkan, agar banjir musiman ini tidak terulang, dengan norma­lisasi sungai dan mem­bangun in­frastruktur yang memadai, se­perti menaikkan badan jalan agak dua meter,” ujarnya.

 

Teddy juga menyayangkan, le­mahnya perhatian teman-te­mannya sesama anggota DPRD, ter­hadap musibah banjir di Pang­kalan. “Kita sangat me­nyangkan, lemahnya perha­tian te­man-teman di DPRD, terut­a­ma mereka yang berasal dari Daerah Pemilihan V. Mestinya, mereka yang dari Dapil V inilah yang lebih sigap melihat korban banjir di Pangkalan,” kata Teddy yang berasal dari Dapil II.

 

Di sisi lain, Kepala Bidang Ke­daruratan dan Logistik BPBD Li­ma­puluh Kota, Firmansyah me­nga­ku, masih mendata jum­lah ke­rugian akibat banjir kiri­man yang melanda Nagari Pang­kalan. Ken­dati demikian, BPBD tidak me­lakukan kegiatan tang­gap da­rurat. Walau begitu, Rabu (30/1) ini, BPBD berkor­dinasi de­ngan Dinas Sosial, akan me­nye­rahkan bantuan buat korban banjir. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!