Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:38 WIB
NASIONAL

Kartu Jamkesmas Kurang 9,9 Juta

Petugas Dilarang Minta Pungutan

Padang Ekspres • Selasa, 29/01/2013 12:11 WIB • • 470 klik

Jakarta, Padek—Ke­men­terian Kesehatan (Ke­menkes) rupanya kelabakan menangani lonjakan peserta program ja­minan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) 2013. Kemenkes memastikan jika seluruh kartu Jamkesmas 2013 yang men­capai 86,4 juta nama, tidak bisa didistribusikan serentak.

 

Dalam surat edaran resmi untuk dinas kesehatan kabu­paten dan kota, Kemenkes telah menyebutkan jika tidak seluruh kartu Jamkesmas di­ba­gikan secara serentak. Dari 86,4 juta jiwa penerima Jam­kesmas, Kemenkes baru bisa menerbitkan kartu Jam­kes­mas untuk 76.409.731 jiwa masyarakat. Sisanya, sejumlah 9.990.269 kartu Jamkesmas akan didistribusikan menyusul secepatnya.

 

Menkes Nafsiah Mboi meng­instruksikan, bagi dinas kesehatan kabupaten atau kota yang telah menerima kartu Jamkesmas 2013 ini, diha­rapkan segera meneliti. Apa­bila ada yang kurang, kartu rusak atau kartu kosong (tidak tertera nama peserta Jam­kesmas, red) segera ditin­dak­lanjuti. Upaya tindak lanjut jika ada kesalahan dalam dis­tribusi kartu Jamkesmas yang cacat itu bisa langsung disam­paikan ke Ditjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes.

 

Dalam paparannya, Dirjen BUK Kemenkes Supriyantoro menuturkan, jika kartu Jam­kesmas yang sudah bisa dipas­tikan terdistribusikan seren­tak, yakni untuk 76.409.731 jiwa merupakan peserta Jam­kesmas lama. ”Sedangkan yang 9.990.269 itu adalah data peserta Jamkesmas baru (tam­bahan, red),” tandasnya.

 

Dia berharap masyarakat atau dinas kesehatan yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas untuk peserta baru itu bersabar. Supriyan­toro mengatakan, jika pendis­tribusian kartu Jamkesmas yang tidak serentak ini hanya urusan teknis. Pihak Kemen­kes menjamin jika nama-nama peserta Jamkesmas yang baru itu sudah tercantum di data base mereka.

 

Supriyantoro juga menga­takan, pihaknya telah mem­buka call center urusan Jam­kes­mas yang aktif 24 jam. Masya­rakat yang ingin mela­porkan soal distribusi kartu Jamkesmas dan persoalan Jamkesmas lainnya, bisa meng­hubungi 081213787211, 08129612853, 081387547600, 081311107917, dan 081518­95357. ”Nomornya me­mang sulit dihafal. Tetapi siap me­nerima pengaduan masya­rakat,” ujarnya.

 

Dia juga mengingatkan, jika operasi pendistribusian kartu Jamkesmas ini sudah ditalangi pemerintah pusat. Sehingga tidak dibenarkan jika ada petugas lapangan yang memungut uang kartu Jam­kesmas. Kasus ini muncul di kawasan Jawa Tengah, di anta­ranya ada masyarakat yang dipungut Rp 10 ribu per kartu Jamkesmas. (wan/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!