Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 19:09:26 WIB
PRO SUMBAR

Guru Sertifikasi Kemenag Bertambah

Jadi 356 Guru, Anggaranpun Membengkak

Padang Ekspres • Senin, 28/01/2013 13:41 WIB • • 1060 klik

Sijunjung, Padek—Seiring bertambahnya guru sertifikasi di Kemenag Sijunjung, maka anggaran di Kemenag pada 2013 ini direncanakan akan terjadi penambahan. Jika ta­hun 2012 lalu total pem­ba­ya­ran sertifikasi mencapai Rp5 miliar lebih untuk 146  guru dan pengawas di lingkungan Kemenag Sijunjung. Maka, tahun ini dari data Kemenag Sijunjung, guru yang telah bersertifikasi mencapai 356 orang terdiri dari guru Mad­rasah 167 orang, guru PAI se­banyak 173 orang dan pe­nga­was 16 orang. Sedangkan guru yang masih dalam daftar long­list (daftar tunggu) tercatat sebanyak 196 orang guru Mad­rasah dan guru Pendidikan Agama Islam Swasta (PAIS).

 

“Pada tahun 2012 lalu Ke­me­nag telah menyalurkan seritifikasi sebesar Rp 5 miliar lebih, namun untuk tahun 2013 ini telah terjadi pe­nam­ba­han guru sertifikasi, se­hing­ga kita merencanakan ang­ga­ran akan mencapi Rp 7 miliar lebih untuk 217 orang guru PAIS dan Madrasah PNS se­ba­nyak 176 dan 41 guru PAIS dan Madrasah non PNS,” ungkap kepala Kemenag Sijunjung Afrizal dalam acara pe­nye­ma­tan Pin pada guru ber­ser­ti­fikasi oleh Bupati Sijunjung Yus­wir Arifin di kantor Ke­me­nag beberapa waktu lalu.

 

Afrizal mengharapkan ke­pa­da seluruh guru yang telah bersertifikasi tersebut, agar selalu menjaga kualitas didik dan pembelajaran agar me­la­hir­kan generasi yang me­ma­hami agama dan bermoral. Karena menurutnya kualitas siswa sa­ngat bergantung cara guru dalam memberikan pela­ja­ran.

 

Dalam kesempatan itu Yus­wir Arifin menjelaskan bahwa, pemerintah tak pernah mem­be­dakan antara guru negeri dan guru Madrasah dalam pemberian sertifikasi, karena pada hakikatnya setiap guru memiliki hak yang sama. Jika memang berprestasi, setiap guru baik swasta maupun ne­geri dan Madrasah akan men­dapat apresiasi dari pe­me­rintah dalam berbagai bentuk.

 

“Pemerintah akan tetap memberikan apresiasi kepada setiap guru, baik guru sekolah negeri ataupun Madrasah, karena hak setiap guru sama di mata pemerintah, namun yang perlu ditekankan kepada se­mua guru, agar terus me­ning­kat­kan kualitas pendidikan se­bagai mana menjadi misi dari pemerintah, agar meningkat pula SDM masyarakat Si­jun­jung,” ungkap Bupati.

 

Saat ini kekurangan guru di kabupaten Sijunjung tidak hanya terjadi pada sekolah negeri saja, namun di ling­ku­ngan Kemenag seperti MTS dan MA juga terjadi banyak kekurangan guru pada bidang ilmu umum seperti guru Fisika dan Matematika. Seperti yang diungkapkan Kasubag ke­me­nag Ermizaldi, bahwa dengan terja­di­nya kekurangan guru tersebut akan menyebabkan ter­gang­gu­nya proses pem­belajaran.

 

“Kita akan coba ber­ko­or­di­na­si dengan dinas pendidikan sijunjung untuk mencari solusi guna menyelesaikan persoalan kekurangan guru ini, karena dari data yang kita terima dari berbagai sekolah Mts dan MA di sijunjung, masih banyak terjadi kekurangan guru, dan kondisi tersebut akan me­ng­gangu proses pembelajaran dan mutu siswa,” ungkap Er­mi­zaldi. (mg19)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!