Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 08:05:57 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Guru tak Perlu lagi Bikin Silabus

Kurikulum 2013 Disambut Antusias

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Senin, 28/01/2013 13:36 WIB • • 1128 klik

Payakumbuh, Pa­dek—Tidak perlu bikin sil­a­bus, tidak ada PR dan uta­makan kreatifitas siswa kurikulum KBK dan KT­SP yang telah di adopsi sekolah dengan sejumlah perubahan sejak tahun 1994, 2004 dan 2006, kini kem­bali di sem­pu­r­nakan de­ngan ha­dir­nya ku­ri­kulum 2013 yang mu­lai di so­sia­­lisasikan oleh Kemen­te­rian Pendidikan dan Ke­bu­da­ya­an. Ku­ri­ku­­lum pem­be­l­a­­ja­ran yang disebut-sebut sebagai pe­nyem­­­purnaan dari kurikulum se­belumnya itu, di sambut an­tusias oleh guru-guru saat so­sialisasi di sampaikan lang­sung Wakil Menteri Pen­di­di­kan dan Kebudayaan Musliar Kasim, di gedung pertemuan SMKN 2 Payakumbuh, Sabtu (26/1).

 

Suara tepuk tangan seribu lebih guru membahana di da­lam ruang pertemuan SMKN 2 Payakumbuh, saat Wakil Men­teri Pendidikan, me­nyam­pai­kan guru tidak perlu lagi mem­buat silabus untuk setiap mata pelajaran. Sebab hanya akan menyulitkan dengan ke­mam­puan guru yang tidak merata. "Guru tidak usah lagi mem­buat silabus, sebab itu hanya menyulitkan dan mem­be­rat­kan guru, bahkan ada yang co­py paste saja dalam mem­buat­nya. Dengan kurikulum 2013 Silabus akan di buat di pu­sat," ungkap Musliar Kasim di sam­but tepuk tangan para guru.

 

Penggunaan silabus yang di buat  secara seragam di seluruh Indonesia, kata Mu­s­liar Kasim akan menghasilkan pe­s­erta didik dengan kom­petensi dan standar yang sama di seluruh daerah manapun di Indonesia. Kondisi itu, juga akan memperbaiki sejumlah kesalahan yang terjadi dalam pemberian materi terhadap peserta didik.

 

"Jangankan siswa, orang tua saja kadang banyak yang bingung menjawab per­ta­nya­an dalam buku pelajaran siswa. Sebab materi yang di ajarkan terlalu tinggi," tambah mantan Rektor Unand yang akrab di sapa Ayah oleh ma­hasiswanya itu.

 

Menurut Musliar Kasim, kompentensi siswa selama ini menitik beratkan pada aspek kognitif semata, sementara kurang bermuatan karakter. Bahkan tidak jarang hal ini membuat siswa menjadi di bebani dengan materi pelaja­ran yang belum seharusnya di ketahui siswa. Padahal itu, tidak akan membantu siswa untuk menghadapi kom­pe­tensi masa depan dengan acuan global dan juga mem­buat siswa tidak nyaman da­lam belajar.

 

"Jangan sampai siswa mem­benci hari Senin, sebab ba­yangan mereka akan me­nghadapi belajar yang tidak menyenangkan dan nyaman. Sehingga perlu di lakukan upaya belajar yang lebih bisa di nikmati oleh siswa sambil bermain atau menggunakan media alam sebagai tempat belajar," ungkap Wamen di hadapan Wali Kota Paya­kum­buh, Riza Falevi, Wakil Wali Kota Suwandel Mukhtar, Ke­pala Dinas Pendidikan Kota Pa­yakumbuh dan Limapuluh Kota serta ribuan guru.

 

Pada kurikulum 2013 yang akan menyebakan berku­rang­nya mata pelajaran yang di ajar­­kan. Wamen juga me­nyam­­paikan, pendekatan pem­belajaran dengan sistem tematik integratif. Dimana sujumlah mata pelajaran akan di ajarkan secara terintagrasi, misalnya dalam mata pela­ja­ran IPA langsung di Integ­ra­sikan dengan mata pelajaran lain. Sehingga siswa tidak perlu lagi membawa buku hingga mereka kesulitan mem­bawa buku dalam jumlah yang banyak di dalam tasnya.

 

"Dengan kurikulum ini, kita bisa memberikan porsi yang sama dalam peme­be­lajaran. Sehingga akan mampu memberikan siswa ke­seim­ba­ngan dalam kemmampuan ilmu pengetahuanya. Jika ti­dak siswa akan terkesan me­miliki perbedaan ilmu penge­ta­huan yang signifikan antara satu kemapuan dengan ke­mam­puan lainya," jelas Wa­men sambil meng­analo­gi­ka­nya seperti sebuah kemeja, jika antara lengan dan krah atau depan belakang baju tidak seimbang hasilnya akan lucu. Sehingga akan sulit di terima oleh masyarakat dan dunia kerja.

 

Satu lagi yang di sebut Wamen akan menyulitkan siswa dan tidak efektif dalam pembelajaran adalah, Pe­ker­jaan Rumah atau PR. Me­nu­rutnya hal ini sama sekali tidak akan mendatangkan manfaat bagi siswa. Sebab akan men­jadi beban siswa secara psi­kologis dalam mengahadapi pendidikan. Sebab asusumsi guru selama ini, lebih menitik beratkan kopetnsi siswa pada penguasaan materi yang lebih cenderung pada hafalan bukan kemampuan penalaran.

 

Padahal yang paling pen­ting saat ini dengan tuntutan zaman dan dunia kerja yang lebih di butuhkan adalah ke­seim­bangan antara kemam­puan Hardskill dan softskil. Dua kemampuan ini harus seimbang untuk bisa bersaing di dunia kerja. Sebab kemam­puan secara akademik jika tidak di tunjang kemampuan untuk berkomunikasi atau mempresentasikan ke­mam­puan, akan kesulitan dalam dunia kerja.

 

Selama ini guru kurang memberikan kesempatan ke­pada siswanya untuk me­ngem­bangkan kreatifitas dalam belajar. Sehingga siswa cen­de­rung tidak percaya diri dan takut untuk tampil kedepan umum mempresentasikan se­jauh apakah kemampuanya. Padahal percaya diri untuk bisa tampil kedepan umum merupakan hal penting bagi siswa guna mengasah krea­tifitas.

 

"Kita lihat banyak orang yang sukses dengan me­ngem­ba­ngkan kreatifitas nya, meski hanya sederhana saja. Krea­tifitas sederhana yang bisa mem­buat seseorang kaya raya misalnya pengusaha Han­dy­plast yang mampu mem­be­rikan sedikit sentuhan untuk menyempurnakan penutup luka," jelas profeisonal asal sumbar yang berkiprah di nasional tersebut.

 

Kurikulum yang masih da­lam tahap sosialisasi itu, akan efektrif di gunakan pada Juli mendatang. Sementara eva­luasi akan di lakukan sambil berjalan setiap waktu. " Kita akan lakukan evaluasi sambil berjalan, sejak mulai efektifnya di terapkan kurikulum 2013 pada bulan Juli nanti," pu­ngkas Musliar kasim kepada Pa­dang Ekspres di Paya­kumbuh.

 

Menyambut baik kuri­ku­lum penyempurnaan tersebut, salah seorang guru SMKN 2 Payakumbuh Sukri, 40 me­nya­takan dukunganya dengan kurikulum baru yang lebih cerdas dan efektif untuk men­cip­takan siswa-siswa yang memiliki kompetensi masa depan. “Kita sangat setuju dengan penyempurnaan ku­ri­ku­lum pendidikan ini. Se­hing­ga siswa benar-benar siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, guru-guru yang selama ini kesulitan dalam membuat silabus, se­ka­rang sudah lebih ringan pe­kerjaanya. Namun yang paling pen­ting, kata Sukri, kom­pe­tensi masa depan dengan me­ngembangkan kreatifitas siswa dalam dunia pendidikan. “Kita memang melihat banyak siswa tidak percaya diri saat mem­pre­sentasikan kemampuanya. Sebab selama ini memang lebih banyak hafalan yang mereka pelajari bukan pe­na­laran dan pengembangan krea­tifitas. Mudah-mudahan pendidikan kita jadi lebih baik,” tukasnya.(fdl)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!