Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:20 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

Janjang Seribu bakal jadi Ikon Baru

Diresmikan Menkominfo dan Ketua DPD RI

Padang Ekspres • Berita Nasional • Senin, 28/01/2013 13:34 WIB • NASRUL TANJUNG • 2747 klik

Informasi Tifatul sembiring menandatangani prasasti saat peresmiaan Jajang Serib

Agam, Padek—Menteri Ko­munikasi dan Informasi Tifatul sembiring mengatakan, dengan dibangunnya Janjang Koto­ga­dang maka masyarakat Koto­ga­dang memiliki akses jalan dekat menuju Bukittinggi. Selain itu janjang Kotogadang bisa men­jadi ikon baru objek wisata Sum­bar, Agam dan Bukittinggi yang banyak dikunjungi wisatawan.

 

“Kedepannya bagimana kita dapat mengembangkan potensi wisata Janjang Kotogadang. Jika janjang Koto gadang telah men­jadi wisata besar, maka otomatis akan meningkatkan per­ekono­mian masyarakat Agam dan Bukittinggi, khususnya masya­rakat Kotogadang,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Tifatul me­nga­takan pembangunan ini akan diteruskan ke Singalang, Koto­tuo dan Balingka. “Sekarang bagaimana kita menjaga Janjang Kotogadang dengan baik,” ujar Tifatul Sembiring saat meres­mikan Janjang seribu (tangga seribu) di Koto Gadang atau Great Wall Koto Gadang, Kabu­paten Agam, Sabtu (26/1). Selain Tifatul Sembiring, dalam peres­mian tersebut juga hadir, sese­puh rang Minang Azwar Anas, Ketua DPD RI Irman Gusman dan anggota DPR RI Refrizal, Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno, Dirjen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Edi Waluyo, Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy dan bebe­apa wali kota dan bupati.

 

Pembangunan Janjang Koto Gadang merupakan gagasan dari  Bapak Azwar Anas yang merupakan mantan Men­kokes­ra dan mantan Gubernur Sum­bar. Gagasan tersebut terwujud dan dilaksanakan Tifatul Sem­biring bersama para perantau dan masyarakat Minang. Acara peresmian janjang saribu yang bertempat di Masjid Nurul Iman Kotogadang itu diakhiri dengan penandatanganan prasasti jan­jang Kotogadang oleh Tifatul Sembiring.

 

Keesokan harinya dilanjut­kan dengan acara lomba jalan santai menaiki tangga janjang saribu, mulai dari kawasan Sia­nok menuju Koto Gadang. Lom­ba jalan santai diikuti ribuan masyrakat yang berasal dari Agam dan Bukittinggi dengan jarak tempuh lebih kurang 2 km.

 

Ketua DPD RI Irman Gus­man menyambut gembira peres­mian Great Wall Kotogadang, dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tifatul Sembiring putra Agam-Bukittinggi yang telah mengupayakan proyek pembangunan Janjang Kotoga­dang ini. “Beliau adalah putra minang yang kepedulian dan komitmennya untuk kemajuan daerah tidak perlu diragukan lagi,” pujinya.

 

Kemudian, katanya, dengan telah dibangunnya Janjang Koto Gadang maka hubungan antara Agam dan Bukittinggi semakin dekat. Kota Bukittinggi yang sejak dulu berjulukan Koto rang Agam adalah daerah bersejarah pada zaman penjajahan.

 

Selai itu, Irman Gusman menjelaskan, Agam dan Bukit­tinggi adalah dua tempat yang mempunyai peran penting da­lam sejarah nasional Indonesia. Dua tempat tersebut telah ba­nyak menyumbangkan putra-putra terbaiknya bagi kemer­dekaan dan pembangunan Indonesia.

 

“Ada empat tokoh Indonesia yang oleh dunia internasional dikenal dan dijuluki sebagai empat serangkai pendiri repu­blik yakni, Soekarno, Hatta, Sutan Syahrir dan Tan Malaka. Tiga diantaranya adalah putra Minang yang erat kaitannya dengan Agam dan Bukittinggi,” jelasnya.

 

Bupati Agam Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah sa­ngat berterima kasih kepada masyarakat Kotogadang yang telah mendukung pembangunan janjang Koto Gadang. Ia menga­takan, selama ini Agam-Bukit­tinggi adalah daerah yang ba­nyak memiliki lokasi pening­galan bersejarah yang menjadi objek wisata. “Sekarang kita memiliki objek wisata baru yaitu janjang Kotogadang, mudah-mudahan Janjang Koto gadang bisa menjadi objek wisata yang dikenal nasional dan interna­sional,” ucapnya.

 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Leonardy Harmainy sekaligus mewakili niniak mamak Koto­gadang mengucapkan terima kasih kepada Tifatul Sembiring, Irman Gusman dan teman-te­man telah mengupayakan pem­bangunan Janjang Kotogadang. Ia berharap, Janjang Koto Ga­dang bisa memberikan penga­ruh positif di segala aspek bagi Nagari Kotogadang.

 

Ia menjelaskan, pem­ba­ngu­nan Janjang Koto­gadang ini tidak menggunakan dan APBN ataupun APBD. Janjang Koto Gadang ini dibangun dengan dana partisipasi masyarakat Minang serta donator. “Saya berterima kasih pada Tifatul dan teman-teman telah peduli ter­hadap pembangunan Nagari Kotogadang,” katanya.

 

Menurut gubernur, pe­me­rintah provinsi akan mem­beri dukungan kepada bupati dan wali kota yang serius mem­benahi objek-objek wisata yang siap untuk dipromosikan. Diba­ngun­nya Janjang Seribu di Na­ga­ri Kotogadang tentu akan men­jadi daya tarik tersediri terhadap perkembangan sektor pa­riwisata di daerah ke depan­nya.

 

Potensi objek itu, tentu akan menjadi ikon baru bagi wisa­tawan yang mengunjungi objek wisata Ngarai Sianok di Kota Wisata Bukittinggi, terutama wisatawan mancanegara.

 

“Saya berharap bupati dan wali kota untuk segera mela­kukan pengelolaan yang baik agar janjang Koto Gadang bisa menjadi objek wisata yang dike­nal sampai mancanegara,” kata Irwan. (cr3)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!