Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:31:57 WIB
NASIONAL

Diduga Pesta Narkoba, Raffi Ahmad Cs Ditangkap

Padang Ekspres • Senin, 28/01/2013 10:55 WIB • • 5956 klik

Jakarta, Padek—Rumah milik artis dan presenter Raffi Ahmad di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/1) pagi digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN). Dari kegiatan itu, BNN mengamankan 17 orang. Empat di antaranya publik figur. Mereka adalah Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, Zaskia Sungkar, dan suaminya, Irwansyah.

 

Dari kediaman itu, ditemukan barang bukti dua linting ganja dan 14 butir pil ekstasi. Bahkan, petugas menemukan gan­­ja tersebut di kamar Raffi Ah­mad. Na­mun, hasil labora­torium dari tes urin pertama yang dilaku­kan BNN menyatakan empat sele­briti itu negatif.

 

”Hasilnya, lima orang posi­tif menggunakan narkoba,” ujar Kepala Humas BNN Kom­bes Pol Sumirat Dwiyanto. Dia lantas menyebut mereka yang po­sitif menggunakan narkoba ada­lah mahasiswa berinsial K, kon­sultan restoran berinisial W, pe­ngacara berinisial M, serta dua orang dari yak­ni J dan MF.

 

Dia menjelaskan dua orang yang di­nya­­takan positif meng­gunakan eks­tasi, dua orang lagi positif meng­hisap gan­ja, dan sa­tu orang po­si­tif meng­gu­na­kan kedua­nya.

 

Mes­­ki de­mi­kian, penye­li­dikan masih diper­dalam karena BNN belum me­nentukan apa­kah mereka suatu jaringan atau hanya pengguna.

 

Meski demikian, para sele­briti itu belum bisa lega sepenuh­nya. Sebab, BNN beren­cana un­tuk melakukan tes kedua agar me­miliki hasil yang akurat. De­puti Penindakan BNN, Irjen Pol Benny Mamoto tidak ingin kebo­bo­lan. “Supaya lebih akurat ka­re­na di tes urin pertama, masih di­te­mukan kesamaran,” terang Benny.

 

BNN masih membutuhkan waktu hingga enam hari untuk me­ngambil kesimpulan. Jika da­lam pendalaman itu ditemu­kan ad­anya bukti sebagai pengedar, pihak­nya langsung memi­dana­kan orang tersebut. Beda jika lima orang itu hanya pengguna, opsi rehabilitasi bakal dipilih.

 

Sampai berita ini ditulis, BNN masih mengembangkan dari mana dan siapa pemasok ba­rang terlarang itu. Dia baru bisa memastikan ekstasi terse­but bisa masuk ke dalam tubuh lima orang itu karena dilarutkan da­lam air. “Jadi, modusnya di­la­rutkan dalam air lantas di­mi­num,” tambahnya.

 

Penyidik Ngaku Sales Mebel

 

Sejak Sabtu (26/1), petugas BNN sudah menyanggong ru­mah Raffi Ahmad. Ojih, salah sa­tu pembantu Raffi melihat tiga orang asing yang hilir mudik di k­e­diaman majikannya yang ber­a­lamat di Jalan Gunung Ba­long I Blok F no 16 RT 09/ RW 4 Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Sa­ya tanya mereka bilang dari pe­rusahaan mebel (furniture) mau nawarin sofa,” ujar Ojih di ru­mah Raffi kemarin (27/01). Pria asal Kebumen, Jawa Te­ngah ini mengaku masih kaget de­ngan penangkapan bosnya.

 

“Pas pagi, saya dibangunin, orangnya sama seperti yang na­warin sofa itu, ternyata polisi,” ka­tanya. Bahkan, Ojih awalnya sem­pat mencegah petugas itu ka­rena mereka berpakaian preman. “Saya bilang sudah lapor pak RT belum, eh malah diben­tak,” tambahnya.

 

Rupanya, Ketua RT setem­pat, Maksum sudah bersama para petugas. “Yang masuk, ada lima atau enam orang,” katanya. Me­reka langsung menyita se­mua ponsel. “Kalau saya hi­tung sih, tamunya mas Rafi tidak sampai 10 orang, makanya kaget lihat berita kok katanya 17 orang,” tambahnya.

 

Sehari-hari Ojih dan kakak­nya Nia ikut sebagai pem­bantu di rumah yang sejatinya milik Amy Qanita, ibunda Raffi itu. Ipar­nya, Umar ikut diperiksa BNN sebagai saksi. “Saya kaget sekali karena mas Raffi selama ini tidak pernah berbuat aneh-aneh, pada kami juga sangat baik,” katanya.

 

Ojih mengaku, tidak tahu jam berapa tamu-tamu Raffi da­tang. “Yang jelas ini mobil mas Raffi se­mua,” katanya sembari mem­bu­ka selimut mobil Chev­rolet Ca­maro kuning milik Raffi ber­pelat B 17 AFI. Di lokasi juga terparkir Fortuner putih dan Hummer.

 

Ketua RT setempat, Mak­sum menyatakan Raffi sa­ngat tenang saat pengge­rebekan. “Dia bilang ke polisi, itu bukan ganja saya,” kata Maksum menirukan Raffi. Raffi justru meminta polisi meng­­geledah kamarnya. “Sila­kan Pak, kalau mau dicari ba­rang bukti lainnya,” kata Mak­sum menirukan. Selama ini, dia mengaku tak pernah mengamati ru­mah Raffi secara khusus kare­na terletak di ujung gang. “Kalau dengan lingkungan baik, sering juga menyapa,” katanya.

 

Hingga tadi malam, rumah Raffi belum diberi police line. Mo­bil operasional penyidik be­rupa Toyota Kijang Merah juga masih terparkir kira-kira 20 me­ter dari lokasi pengge­rebe­kan.

 

Terbukti, Wandah Dipecat

 

Terpisah, terseretnya nama Wanda Hamidah dalam kasus ini membuat pusing kalangan PAN. “Sebagai teman, saya se­perti kena palu godam men­de­ngar­nya. Soal­­n­ya, selama ini Wan­da terma­suk legislator yang sa­ngat bagus. Dia aktif mem­perjuangkan pen­di­dikan dan kaum perempuan,” kata Wakil Ketua Umum DPP PAN, Drajad Wibowo.

 

Drajad menegaskan, PAN menerapkan prinsip zero tolerance untuk kejahatan seperti nar­ko­ba. Kalau terbukti meng­gu­na­kan narkoba, dipas­tikan Wan­da akan langsung dicopot dari DPRD DKI Jakarta. Saat ini, Wan­da duduk sebagai anggota Ko­­misi E yang membidangi pen­­di­dikan, kesehatan, dan ke­se­jahteraan rakyat. Tapi, dari ha­sil lab sejauh ini, Wanda di­nya­takan ne­gatif men­ggu­nakan nar­koba. Mes­­kipun begitu, Dra­jad mene­gas­kan Wanda tetap akan men­da­patkan sanksi etika dan kepa­tutan dari partai. Hanya saja dia b­e­lum bisa menyebut ben­tuk sank­si itu. “Mengapa Wan­da ada di sana. Sanksinya akan berat sekali dari DPP,” tegasnya.

 

Soal Raffi Ahmad, Drajad mengakui memang sudah ada pembicaraan informal untuk menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) PAN. Namun, sampai saat ini, Raffi belum memasuk­kan aplikasi atau berkas admi­nis­­trasi. “Yang jelas dengan ka­sus ini, Raffi langsung dicoret dari PAN. Bukan hanya sebagai ba­caleg, sebagai calon anggota pun tidak layak,” tegas Drajad.

 

Artis lain yang ikut terjaring, yakni Irwansyah, juga dikabar­kan berminat untuk bergabung d­e­ngan Partai Gerindra. Hal ini sem­­pat diungkapkan dua ming­gu lalu oleh Sekjen Partai Gerin­dra Ahmad Muzani. Sayangnya, saat coba dihubungi, ponsel Mu­zani sedang tidak aktif.

 

Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Martin Hu­ta­barat menegaskan saat ini Par­tai Gerindra baru membuka pen­­daftaran caleg. Proses pen­daf­taran dibuka sampai akhir Februari. Dari sana, baru akan di­susun daftar caleg sementara (DCS). Soal Irwansyah sendiri, Mar­tin mengaku tidak kenal artis muda itu.

 

Di Laci Ruang Makan

 

Humas BNN, Sumirat Dw­i­yanto dalam keterangan pers­nya di kantor BNN, Minggu (27/1) ma­­lam mengungkapkan, pe­nang­­kapan itu berasal dari infor­masi masyarakat sekitar tiga bu­lan lalu. “Kita dapatkan info mas­ya­rakat tentang adanya pe­ny­­a­lahgunaan narkoba oleh orang yang diamankan BNN. Ke­mu­dian kita dalami sampai ya­kin ada penyalahgunaan narko­tika. Jam lima baru kita lakukan peng­gerebekan,” kata Sumirat.

 

Nah, dalam penggerebekan di rumah Raffi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, didapatkan 17 orang. 4 orang terdiri 3 laki dan 1 perempuan sedang tidur di kamar terpisah di lantai atas. Ke­mudian ada 10 orang di ba­wah, termasuk Raffi Ahmad. “Saat digerebek, ada yang sedang main laptop, ada yang sedang tidur. Semuanya ditangkap dan di­bawa ke BNN untuk diperik­sa,” jelas Sumirat.

 

Terkait barang bukti, petu­gas BNN yang berjumlah 15 orang menemukan dua linting ganja di dalam kamar Raffi. Se­dang­kan 14 butir ekstasi ditemu­kan di laci ruang makan. Selain itu,­ ditemu­kan pula minuman ber­soda yang diduga sudah di­campur MDMA (ekstasi) yang te­lah dihaluskan. (abu/dim/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!