Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 08:48:35 WIB
PRO SUMBAR

6 Pasang Cawako Sawahlunto Mengapung

Padang Ekspres • Kamis, 24/01/2013 12:54 WIB • • 1344 klik

Sawahlunto, Padek—Je­lang pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto pada KPU dibuka 3-9 Februari 2013, beberapa pasang Bakal Calon (Balon) sudah mulai bermunculan, mulai dari pasangan inde­pen­den hingga pasangan yang diusung partai dengan kursi penuh dan partai yang ber­koalisi serta koalisi partai dengan jumlah suara sah hasil Pemilu legislatif 2008 lalu.

 

Pantauan Padang Ekspres, terdapat beberapa bayangan pasangan calon dan pasangan yang sudah ditetapkan untuk maju, diantaranya, pasangan pertama Irwan Husein-Dasrial Ery yang diusung koalisi partai jumlah suara sah hasil Pemilu legislatif 2008 dengan partai koalisi, PDI Perjuangan – Hanura–Gerindra.

 

Dasrial Ery merupakan anggota DPRD Kota Sawah­lunto periode 2009-2014, se­da­ngkan partai yang men­dukung lainnya berasal 1 kursi dari Partai Gerindra yang juga diduduki Defrizal Con ST dan sisa suara yang didapat dari partai Hanura, sedangkan untuk Irwan Husein sendiri merupakan perantau sukses yang juga merupakan putra asli Silungkang.

 

Pasangan kedua Erizal Rid­wan–Emeldi (E2) yang direncanakan akan di usung Partai Golkar dengan PPP, pasangan E2 sudah masuk dalam penjaringan Partai Gol­kar, jika tidak berhasil maju dengan Partai Golkar, pa­sa­ngan ini tetap bisa maju de­ngan usungan PPP, sebab jum­lah kursi PPP yang duduk di DP­RD Sumbar berjumlah 15 per­­sen atau 3 kursi yang du­duk.

 

Namun, jika lolos dalam penjaringan Partai Golkar pa­sangan E2 akan masuk da­lam bursa calon Pilkada 2013-2018 dengan jumlah koalisi par­tai dengan kursi pen­du­ku­ng 35 persen, sebab Golkar ju­ga memiliki 4 kursi yang du­duk di DPRD Kota Sa­wah­lun­to.

 

Pasangan E2 termasuk pa­sa­ngan yang ditakuti dalam persaingan menuju kursi No. 1, pasalnya Erizal Ridwan merupakan incumbent yang kembali mencalonkan, sebe­lum­nya Erizal Ridwan men­jabat sebagai Ketua DPRD Kota Sawahlunto periode 2004-2009 dan Wakil Wali Kota 2008-2013.

 

Pasangan Ali Yusuf-Ismed (Alis) yang saat ini juga telah mendaftarkan diri dalam Pen­jaringan Partai Golkar Sa­wahlunto, saat ini pasangan Alis telah memiliki 2 kursi di DRPD Kota Sawahlunto, Par­tai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dengan ban­tuan satu kursi untuk partai yang berkoalisi seperti Partai Demokrat yang memiliki 2 kursi, pasangan ini bisa maju dengan jumlah usungan 20 % partai pendukung.

 

Ali Yusuf merupakan ketua Harian dari Partai Golkar yang saat ini menduduki kursi ketua DPRD Kota Sawahlunto pe­riode 2009-2014, dan Ismed merupakan Ketua DPD PKPI Kota Sawahlunto yang saat ini juga duduk sebagai wakil ketua DPRD Kota Sawahlunto yang sebelumnya memperoleh suara melebihi kuota untuk duduk sebagai anggota DPRD atau lebih dari 2000 suara pada Pemilu 2009 lalu

.

Pasangan ke empat, Fauzi Hasan-Deri Asta (Fader), pa­sa­ngan ini akan diusung dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Per­jua­ngan (PDP), koalisi dua partai tersebut memiliki 15 persen suara yang duduk di DPRD Kota Sawahlunto.

 

Fauzi Hasan juga disebut sebagai calon wali kota yang kuat dalam persaingan Pilkada periode ini, sebab sebelumnya Fauzi Hasan merupakan calon wali kota yang hampir me­nga­lahkan pasangan Amran Nur – Erizal Ridwan (Amer) pada Pilkada 2008 yang hanya me­miliki selisih suara lebih ku­rang 3.000 suara, Fauzi Hasan sendiri juga pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Sa­wah­lunto periode 2003-2008 mendampingi Wali Kota Am­ran Nur yang terpilih dalam pemilihan yang dilakukan Legislatif pada tahun 2003.

 

Pasangan Fauzi Hasan, Deri Asta merupakan putra asli Talawi yang juga pengusaha sukses dan sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Sawahlunto yang juga duduk sebagai anggota DPRD Kota Sawahlunto 2009-2014, Deri Asta termasuk Calon Wakil Wali Kota Sawahlunto ter­mu­da saat ini.

 

Pasangan kelima yakni Medrial Alamsyah-Darmuiz (MAD) yang hingga saat ini diisukan masih mencari partai yang akan mengusungnya, pasangan MAD merupakan pasangan antara perantau dengan Pejabat Sawahlunto, Darmuiz saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Kota Sa­wah­lunto.

 

Pasangan keenam me­ru­pa­kan pasangan yang ikut pen­ca­lonan dari independen yakni Taufik Syamsir–Nusirwan, saat ini berkas Taufik dan Nusirwan sudah masuk ke KPU Sawahlunto dan saat ini dalam proses verifikasi faktual yang dilakukan KPU pada KTP yang diajukan pasangan ter­sebut.

 

Taufik Syamsir berasal dari perantau sukses dan putra asli Sawahlunto yang ingin me­ngab­dikan dirinya pada kam­pung halaman, sedangkan Nusirwan merupakan Kepala Desa Balai Batu Sandaran (BBS) yang berhasil me­ng­galakkan program minyak sirih di BBS dan diakui berhasil meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

 

Sementara itu, di balik koalisi yang terjadi saat ini, masih ada partai-partai yang berhasil duduk di DPRD Kota Sawahlunto yang belum me­nen­tukan sikap politik, tidak ter­tutup kemungkinan seperti partai, Partai Karya Peduli Ba­ngsa (PKPB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk ber­koalisi dan mengusung calon baru seperti H Afdal ketua PKS Kota Sawahlunto, dan Yuswir BE dari PKPB.

 

Di sisi lain, Ketua KPU Kota Sawahlunto, Mardatillah, me­ngatakan, pendaftaran bagi calon partai politik dan ga­bu­ngan partai politik yang akan bertarung pada 16 Mei 2013 akan dibuka KPU pada 3-9 Feb­ruari 2013 mendatang, “Pen­daftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Akan di­bu­ka 3 feb­ruari ini dan ditu­tup 9 feb­ruari 2013,” terang­nya.(mg18)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!