Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:32:09 WIB
RAKYAT SUMBAR

Jorong Tigojangko Memprihatinkan

Jalan Buruk, Sarana Pendidikan Minim

Padang Ekspres • Rabu, 23/01/2013 13:11 WIB • • 276 klik

Solok, Padek—Anggota Komisi A DPRD Ka­bu­paten Solok, Patris Chan mengatakan, Jorong Tigojangko, Kecamatan Tigolurah, Kabupaten Solok butuh perhatian serius dari pemerintah. Selain pembangunan jalan  ke pusat peme­rintahan nagari di Simiso, Keca­matan Tigolurah, Tigojangko yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sijunjung ini, juga membutuhkan sarana pendidikan yang mema­dai.

 

Hal itu diungkapkannya setelah menyam­bangi jorong itu bersama jajaran Polres Solok Arosuka untuk mendengar aspirasi warga beberapa waktu lalu.

 

“Sebenarnya kita hendak melihat praktik illegal logging dan batas wilayah dengan Sijun­jung. Tapi, di lapangan kita menemui perma­salahan yang cukup kompleks, termasuk realisasi pem­bangunan yang tidak merata,” tukas Patris Chan.

 

Hutan Tigojangko kian gundul. Di berbagai lokasi ditemukan bekas penebangan liar.  Akses jalan juga buruk, tidak bisa dilewati kendaraan. Untuk menembus lokasi, harus memutar dari Nagari Kampuangdalam, Kecamatan Lubuak Tarok, Kabupaten Sijunjung, setelah sebelum­nya harus melewati jalan tanah selama 4 jam dengan mobil double gardan.

 

“Kondisi Tigojangko diperburuk minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan. Gedung SDN 12 Simiso rusak berat. Guru dan kepala sekolah juga jarang datang,” kritiknya.

 

Jumlah murid SDN 12 ha­nya 30 orang, dengan jumlah guru dan kepala sekolah 6 orang. Meski demikian, se­ma­ngat belajar anak-anak te­tap tinggi.

 

Patris Chan menjadwalkan rencana mengundang kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok untuk membahas kon­disi Jorong Tigojangko yang terabaikan. (t)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!