Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 21:39:18 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

2 Remaja Lubuak Bangku Ditemukan

Tersesat Saat Memikat Murai Batu di Bukit Kelok Sembilan

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Rabu, 23/01/2013 12:58 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 870 klik

Yaldi, 19, dan Rahbi, 18, yang tersesat saat memikat burung Murai Batu

Limapuluh Kota, Pa­dek—Dua remaja asal Lu­buak Bangku, Jorong Aia­putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabu­paten Limapuluh Kota, Pro­vinsi Sumbar, bernama Yaldi, 19, dan Rahbi, 18, yang terse­sat saat memikat burung Mu­rai Batu di kawasan Hu­tan Suaka Alam Aia Putiah, persis­nya di rangkaian Bukit Ke­­lok Sembilan, berhasil dite­mu­kan oleh 4 anggota Koramil 05 Harau  dan 13 masyarakat.

 

”Benar, Yaldi dan Rahbi yang dilaporkan hilang di Bukit Kelok Sembilan sejak Senin (21/1) malam, telah ditemukan pada Selasa (22/1) pagi,” kata Danramil 05 Harau Kapten Inf Suherman, Ka­sat Reskrim Polres Lima­pu­luh Kota AKP Russirwan, Ke­pala Bidang Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota Fir­man­syah, Wali Nagari Sari­lamak Budi Febriandi, dan to­koh Nagari Sarilamak Syai­ful Dt Ajo Bosa Nan Kuniang, ke­pada Padang Ekspres secara terpisah.

 

Menurut Syaiful Dt Ajo Bosa Nan Kuniang, Yaldi yang merupakan anak pasa­ngan suami-istri Nasar dan Gadih, pergi memikat burung ke Bukit Kelok Sembilan, bersama te­man­nya Rahbi yang merupakan anak pasangan suami-istri An dan Gadih. Mereka berangkat dari Lubuakbangku sejak Senin (21/1) sekitar pukul 09.00 WIB, dengan melewati jembatan Tanahsirah, sekitar 3 Kilometer dari jembatan layang Kelok Sembilan.

 

”Dari orangtua mereka, kami memperoleh informasi, Yaldi dan Rahbi pergi memi­kat burung dengan bekal  bungkus nasi. Biasanya, kalau hari sudah sore, mereka akan kembali lagi ke rumah ma­sing-masing. Tapi sampai Senin malam, Yaldi dan Rah­bi tidak kunjung pulang. Sehingga membuat orang tua dan keluarga menjadi ce­mas,” kata Syaiful Datuak Ajo Nan Bosa Kuniang.

 

Karena cemas, keluarga Yal­di dan Rahbi yang dibantu pu­luhan masyarakat Nagari Sarilamak,  memutuskan men­cari kedua remaja itu ke Bukit Kelok Sembilan pada Senin malam. Namun, usaha me­reka tidak membuahkan hasil. Ma­sya­rakat kemudian meng­hubungi anggota Polres Li­mapuluh Kota dan Koramil 05 Harau, sambil berharap, TNI-Polri dapat mendatang­kan Tim Search dan Rescue (SAR) untuk membantu pencarian.

 

Sayang, hingga Selasa Subuh,  belum ada Tim SAR yang datang untuk mem­bantu pencarian Yaldi dan Rahbi. Sehingga membuat pihak keluarga dan masya­rakat bertambah gusar. Bah­kan, sejumlah masyarakat sempat menghubungi Pa­dang Ekspres pada Sela dini hari, guna menanyakan no­mor telepon Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapu­luh Kota yang bisa mereka hubungi.

 

Bermalam di Goa

 

Di tengah kegelisahan pihak keluarga dan masya­rakat Nagari Sarilamak, Dan­dim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo memerintahkan Koramil 05 Harau untuk berkoordinasi dengan Polri, dalam mencari 2 remaja yang dilaporkan hilang saat memikat burung di Bukit Kelok Sembilan. ”Kami sampai di Lubuak­bangku, Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Dan­ramil 05 Harau Kapten Inf Suherman.

 

Setiba di Lubuakbangku, anggota Koramil 05 Harau bersama masyarakat, lang­sung memulai pencarian Yaldi dan Rahbi, dengan membentuk 3 kelompok. ”Kelompok pertama, terdiri dari pihak keluarga dan ma­syarakat, memulai pencarian dari Buluhkasok. Kelompok kedua, memulai dari kawasan Huluaia. Sedangkan kelom­pok ketiga, memulai penca­rian dari bukit di sisi kanan jembatan Tanahsirah,” sebut Kapten Inf Suherman.

 

Sekitar satu jam setelah pencarian, kelompok ketiga yang terdiri dari 4 personel Koramil 05 Harau, yakni Pelda Zulbakri, Serka Yupi­dal, Sertu Yudho Yusmanto dan Serda Endang, berhasil mendeteksi keberadaan Yaldi dan Rahbi pada sebuah le­reng di tengah hutan. Dengan dibantu oleh 13 masyarakat, keempat personel TNI itu kemudian mengevakuasi Yal­di dan Rahbi ke Jembatan Tanahsirah di pinggir Jalan Sumbar-Riau.

 

Setiba di jembatan Ta­nah­sirah yang hanya berjarak 2 kilometer dari tempat me­reka ditemukan, Yaldi dan Rahbi dibawa oleh polisi dan petugas BPBD Limapuluh Kota ke Puskesmas Tanjung­pati, untuk mendapatkan pemeriksaan medis, sesuai dengan Prosedur Tetap pen­ca­rian orang hilang. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, kondisi kesehatan kedua remaja  itu baik-baik saja.

 

”Mereka hanya sedikit lemas, mungkin karena ham­pir seharian tidak makan. Selain lemas, mereka yang ditanya oleh petugas menga­ku malu, karena telah tersesat di Bukit Kelok Sembilan dan merepotkan banyak orang,” ujarnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!