Senin, 20 Mei 2013 - 10 Rajab 1434 H 07:48:04 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Oknum Guru Aniaya Dua Siswi

Gara-gara Terlambat Masuk

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Rabu, 23/01/2013 12:55 WIB • NASRUL TANJUNG • 1503 klik

Bukittinggi, Padek—Dunia pendidikan kembali ternoda. Salah seorang guru bidang studi Pendidikan Kewarga Ne­­ga­raan (PKN) di SMA Negeri 4 Bukittinggi, berinisial “EV”  tega menganiaya dua siswinya hanya gara-gara terlambat masuk sekolah.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Padang Eks­pres Selasa (22/2) di SMA Negeri 4 Bukittinggi, ke-dua siswi yang mendapat tindak penganiayaan oleh “EV” ters­e­but, yakni Putri Hesti Melani dan Rara Anggita Fela, kedua­nya duduk di kelas X.

 

Akibat penganiayaan yang terjadi Senin (21/1) sekitar pukul 08.10 WIB itu, Rara Anggita Fela menderita luka robek pada telingga sebelah kanan hingga mengeluarkan darah. Sementara anting-an­ting­ di telinga sebelah kiri Putri Hesti Melani, patah.

 

Kedua siswi itu memang terlambat masuk sekolah, yang semestinya masuk pukul pukul 07.30 WIB, sementara kedua­nya masih berada di luar setelah jam belajar berjalan 40 menit, itu pun diketahuinya dari salah seorang murid yang juga ter­lam­bat hari itu.

 

Mendapat laporan de­mi­kian, pelaku yang saat itu ber­tugas sebagai guru piket, lang­sung pergi ke luar, dan men­dapatkan kedua siswinya terse­but sedang berjalan bergan­dengan, sang guru “EV” pun memanggilnya, kemudian men­jewer telingga kedua siswi tadi. 

 

Tidak hanya itu, saat telinga kedua siswi masih dipegang, kemudian kepala kedua siswi saling dibenturkan. Bahkan ke­dua siswi itu dihina dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pendidik.

 

Khabar tidak menyejukkan itu pun sampai kepada anggota dewan. Sehingga, Ketua Komisi B DPRD Kota Bukittinggi, Yon­tri­man­syah, bersama anggota de­wan lainnya, yakni Kamasril Ka­tik Nan Kayo dan Muhksin, lang­sung mendatangi SMA N 4 ter­sebut.

 

Kepada anggota dewan, pelaku mengakui perbuatannya dan didengar langsung oleh Kepala SMA Negeri 4, Firdaus, yang juga dihadiri oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan OLahraga (Disdikpora) Bukit­tinggi, diwakili Syahrial Wahid.

 

Pelaku yang merupakan guru pindahan dari Medan (Sumatera Utara) tersebut mengakui telah berbuat khilaf dan minta maaf. Bahkan Ketua Komsi B Yontrimansyah me­nilai, tindakan yang dilakukan oleh pelaku tersebut tidak men­cerminkan seorang pendidik.

 

”Dewan merencanakan akan mendesak pihak Dis­dik­pora untuk mengambil tin­dakan kepada guru tersebut. Apabila Disdikpora tidak mem­beri tindakan tegas kepada guru bersangkutan, dewan akan mengambil langkah lain agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” katanya.

 

Kepala SMA Negeri 4 Bu­kittinggi, Firdaus, menga­takan, peristiwa ini akan dilaporkan kepada Disdikpora, selaku pemberi sanksi kepada pelaku. Mesi siswa yang terlambat ma­suk sekolah biasanya akan diberi sanksi dengan mem­besihkan perkarangan sekolah.

 

”Namun, memukul murid dan menghinanya dengan kata-kata yang tidak sopan, merupakan perbuatan tidak pantas dilakukan oleh seorang guru,” tegasnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?