Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 22:39:45 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Oknum Guru Aniaya Dua Siswi

Gara-gara Terlambat Masuk

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Rabu, 23/01/2013 12:55 WIB • NASRUL TANJUNG • 1860 klik

Bukittinggi, Padek—Dunia pendidikan kembali ternoda. Salah seorang guru bidang studi Pendidikan Kewarga Ne­­ga­raan (PKN) di SMA Negeri 4 Bukittinggi, berinisial “EV”  tega menganiaya dua siswinya hanya gara-gara terlambat masuk sekolah.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Padang Eks­pres Selasa (22/2) di SMA Negeri 4 Bukittinggi, ke-dua siswi yang mendapat tindak penganiayaan oleh “EV” ters­e­but, yakni Putri Hesti Melani dan Rara Anggita Fela, kedua­nya duduk di kelas X.

 

Akibat penganiayaan yang terjadi Senin (21/1) sekitar pukul 08.10 WIB itu, Rara Anggita Fela menderita luka robek pada telingga sebelah kanan hingga mengeluarkan darah. Sementara anting-an­ting­ di telinga sebelah kiri Putri Hesti Melani, patah.

 

Kedua siswi itu memang terlambat masuk sekolah, yang semestinya masuk pukul pukul 07.30 WIB, sementara kedua­nya masih berada di luar setelah jam belajar berjalan 40 menit, itu pun diketahuinya dari salah seorang murid yang juga ter­lam­bat hari itu.

 

Mendapat laporan de­mi­kian, pelaku yang saat itu ber­tugas sebagai guru piket, lang­sung pergi ke luar, dan men­dapatkan kedua siswinya terse­but sedang berjalan bergan­dengan, sang guru “EV” pun memanggilnya, kemudian men­jewer telingga kedua siswi tadi. 

 

Tidak hanya itu, saat telinga kedua siswi masih dipegang, kemudian kepala kedua siswi saling dibenturkan. Bahkan ke­dua siswi itu dihina dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pendidik.

 

Khabar tidak menyejukkan itu pun sampai kepada anggota dewan. Sehingga, Ketua Komisi B DPRD Kota Bukittinggi, Yon­tri­man­syah, bersama anggota de­wan lainnya, yakni Kamasril Ka­tik Nan Kayo dan Muhksin, lang­sung mendatangi SMA N 4 ter­sebut.

 

Kepada anggota dewan, pelaku mengakui perbuatannya dan didengar langsung oleh Kepala SMA Negeri 4, Firdaus, yang juga dihadiri oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan OLahraga (Disdikpora) Bukit­tinggi, diwakili Syahrial Wahid.

 

Pelaku yang merupakan guru pindahan dari Medan (Sumatera Utara) tersebut mengakui telah berbuat khilaf dan minta maaf. Bahkan Ketua Komsi B Yontrimansyah me­nilai, tindakan yang dilakukan oleh pelaku tersebut tidak men­cerminkan seorang pendidik.

 

”Dewan merencanakan akan mendesak pihak Dis­dik­pora untuk mengambil tin­dakan kepada guru tersebut. Apabila Disdikpora tidak mem­beri tindakan tegas kepada guru bersangkutan, dewan akan mengambil langkah lain agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” katanya.

 

Kepala SMA Negeri 4 Bu­kittinggi, Firdaus, menga­takan, peristiwa ini akan dilaporkan kepada Disdikpora, selaku pemberi sanksi kepada pelaku. Mesi siswa yang terlambat ma­suk sekolah biasanya akan diberi sanksi dengan mem­besihkan perkarangan sekolah.

 

”Namun, memukul murid dan menghinanya dengan kata-kata yang tidak sopan, merupakan perbuatan tidak pantas dilakukan oleh seorang guru,” tegasnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!