Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:55 WIB
METROPOLIS

Sistem PSB Online Diubah

Kolaborasi Rayon, Siswa Sekolah Dekat Rumah

Padang Ekspres • Senin, 21/01/2013 11:08 WIB • EKA RIANTO • 3862 klik

-

Tan Malaka, Padek—Dinas Pendidikan Padang  mengubah sistem penerimaan siswa baru (PSB) online untuk tahun ajaran 2013/2014. Perubahan itu dengan memadukan sistem PSB online dengan sistem rayon. Artinya, lokasi sekolah asal akan me­nen­tukan lulusan melanjutkan pen­didikan.

 

Seperti SMP di kawasan Pa­dang Barat, maka rayon SMA-nya masih satu kecamatan. “Konsep rayon ini juga memberikan pe­ni­laian tersendiri pada PSB nanti. Jika sebelumnya, PSB dilakukan murni dengan tinggi rendahnya nilai. Saat ini rayon juga menjadi penilaian,” kata Kepala Dinas Pen­didikan Padang, Indang De­wata, kepada wartawan, akhir pekan lalu.

 

Indang mengatakan, tujuan utama sistem baru ini untuk men­cegah tawuran. Kecenderungan orangtua ketika SD menye­kolah­kan anaknya dekat dengan rumah, maka ketika SMP dengan sistem rayon si anak akan tetap sekolah di lokasi sama. Begitu pun ketika SMA.

 

“Saat ini banyak siswa tinggal di Lubukbuaya, bersekolah di Lubukbegalung dan sebaliknya. Akibatnya, pengawasan orangtua dan masyarakat menjadi lemah,” ujar Indang.

 

Tidak itu saja, kata Indang, biaya yang dikeluarkan orangtua juga bisa ditekan. Kalau berada di satu kecamatan atau dekat rumah, biaya siswa untuk ongkos dan makan bisa dikurangi.

 

“Ini memudahkan penga­wa­san orangtua dan lingkungan sekitar terhadap perilaku anak. Tidak kalah pentingnya, mo­bilitas siswa tidak terlalu lama. Maksudnya, siswa yang tinggal di Indarung tidak perlu lagi ke arah pusat kota. Dengan mo­bilitas siswa yang terlalu panjang membuat kesempatan tawuran terbuka,” ujarnya.

 

Indang menyadari bahwa para orangtua mengharapkan anaknya bersekolah di tempat favorit meski jauh dari rumah. Untuk itu, Disdik juga memiliki program pemerataan pen­didi­kan mempertegas Per­men­dik­nas No 22/2006 tentang Stan­dar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

“Dengan begitu, sekolah swasta dan negeri tidak ada perbedaan lagi. Mutu pen­didi­kan di sekolah di Padang ini akan sama. Orangtua tidak perlu menyekolahkan anaknya jauh dari tempat tinggal,” ucap man­tan Kepala Badan Pengendalian Dam­­pak Lingkungan Daerah (Ba­pedalda) ini.

 

Pengamat pendidikan yang juga Pembantu Rektor II UNP, Alizamar menyampaikan, sis­tem rayon memang baik untuk membentuk perilaku siswa. Siswa akan bersekolah di dekat rumah atau satu kawasan tem­pat tinggal. Orangtua akan mu­dah mengawasi anak.

 

“Sistem ini diyakini bisa mencegah kenakalan remaja. Siswa pasti akan takut kalau perilaku mereka diketahui  ora­ng­tua, keluarga atau masy­arakat. Bah­kan orangtua bisa menekan biaya pengeluaran siswa jika dite­rapkan sistem rayon,” ujar­nya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!