Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 15:06:41 WIB
METROPOLIS

Juli, Operasional Bus Massal

Padang Ekspres • Sabtu, 19/01/2013 12:30 WIB • • 971 klik

Mataair, Padek—Pengoperasian bus massal atau trans Padang maju dari rencana semula pada bulan Agustus menjadi Juli. Sebanyak 20 bus massal sebagai pengganti 24 unit bus kota akan beroperasi dengan 58 halte yang sedang dibangun. Empat di antaranya disediakan Pemko, 3 Pemprov dan 51 lagi akan didanai swasta.

 

Bus Trans Padang akan beroperasi di jalur koridor I. Rutenya dimulai dari pusat kota hingga perbatasan kota melewati Jalan Imam Bonjol, Khatib Sulaiman, Hamka dan jalur-jalur searah lainnya dilewati sekitar 600 unit angkutan kota (angkot).

 

“Saya optimistis rencana operasional pada Juli nanti berjalan lancar. Sebab, peluang untuk memiliki bus Trans Pa­dang ini sudah beberapa kali ter­tunda,” kata Kepala Dinas Per­hubungan Komunikasi dan In­formasi, Firdaus Ilyas, kemarin.

 

Firdaus Ilyas menjamin ope­ra­sional bus massal tidak akan mempengaruhi moda angkutan lain karena Trans Padang hanya menggantikan bus kota yang sekarang beroperasi. Ada 24 dari 80 unit bus kota masih aktif beroperasi. Sementara bus Trans Padang sebagai pengganti baru 20 unit.

 

“Untuk satu unit bus trans dibutuhkan dua operator (sopir). Dua operator itu, para sopir-sopir bus kota sekarang. Setiap halte, dibutuhkan dua petugas. Jika jumlahnya 58 halte, se­tidak­nya dibutuhkan 116 te­na­ga ker­ja,” tuturnya.

 

Dua petugas itu, bukan un­tuk pembelian tiket, sebab tiket bagi pengguna Trans Pa­dang akan diganti dengan kartu peng­guna. Pembayaran dilakukan dalam bentuk voucher.

 

Seorang pengusaha angkot menyambut positif rencana operasi bus trans tersebut, Mas­li­lizal Yee.

 

“Tapi, harus didukung in­frastruktur memadai dan men­carikan solusi agar angkot-angkot yang ada tidak mati serta bebas dari macet,” ujarnya.

 

Namun, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pa­dang, Yul Akhyari Sastra pe­si­mistis bus massal itu bisa ber­operasi efektif. Terkait persia­pan fasilitas, 51 dari 58 halte yang akan didanai pihak swasta.

 

“Jika untuk satu halte dibu­tuhkan Rp 250 juta sulit men­dapatkan pihak swasta yang mau mendanai pembuatan halte itu. Belum lagi biaya operasional bulan-bulan pertama. Pertim­bangan lain, kesepakatan Or­ganda, pemilik bus kota ataupun pengusaha angkot dengan Dinas Perhubungan belum jelas,” se­but Yul Akhyari.

 

Kemudian, kedudukan rute angkot yang sekarang melewati jalur Trans Padang, belum jelas bersaing atau ada pemindahan rute. Persoalan-persoalan ini belum didudukkan.

 

“Belum lagi persaingan an­tara angkot dengan Bus Trans Padang tersebut. Besar ke­mu­ng­kinan, salah satu di antara dua jenis alat transportasi kota ter­sebut akan tersisih. Jika yang ter­sisih nantinya angkot, ada pen­zaliman pemerintah ter­hadap so­pir dan pengusaha angkot. Atau sebaliknya,  jika yang kalah ber­saing nantinya Bus Trans Padang, akan sia-sia dana yang dikucurkan untuk persiapan fasilitas,” ujar Yul. (cr1)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!