Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 09:00:45 WIB
PRO SUMBAR

1 Tahanan Kabur Ditembak

Berkat ”Nyanyian” Tahanan Narkoba

Padang Ekspres • Jumat, 11/01/2013 11:52 WIB • TIM PADEK • 1124 klik

Wanted

Payakumbuh, Padek—Satu dari enam tahanan Polres Payakumbuh yang melarikan diri pada malam perayaan tahun baru 2013, dita­ngkap kembali, Kamis (10/1) dini hari. Tahanan yang kembali di­tangkap itu bernama Dovit Roviko alias Dovit, 30, warga Jalan Medan Lama, Nomor 45, Jorong PSB Bukit Lurah, Tilatangkamang, Agam.

 

Dovit ditangkap tim gabungan Polres Payakumbuh dan Polres Bukittinggi di rumah seorang bibinya, di Perumahan Wisma Indah II Kalumbuk, Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Sebelum dibekuk, tahanan kasus narkoba yang pernah bekerja seba­gai groom kuda itu ’dihadiahi’ dua timas panas pada betis kanannya, karena berupaya kabur.

 

”Dia berupaya kabur lagi saat disergap, sehingga terpaksa di­tem­bak petugas,” kata Kapolres Paya­kumbuh AKBP Rubintoro Suhada didampingi Wakapolres Kompol Heri Budianto, Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun dan Kasubag Humas AKP Asniwati kepada Padang Ekspres, Kamis siang.

 

Penangkapan terhadap Dovit sendiri, berlangsung cukup dra­matis. Awalnya, tim gabungan Satreskrim dan Satnarkoba Polres Payakumbuh sudah 10 hari mela­kukan pencarian terhadap 6 taha­nan kabur, mendapat informa­si dari Satnarkoba Polres Bukittinggi.

 

Satnarkoba Polres Bukittinggi memberitahu Polres Payakumbuh, bahwa pada Rabu (9/1) malam, mereka menangkap seorang ter­sa­ngka kasus narkoba bernama Roni, 34. Usut punya usut, Roni ini ternyata merupakan kakak kan­dung Dovit, tersangka kasus nar­koba yang kabur dari Payakumbuh.

 

Begitu mendapat informasi dari polres tetangga, 8 personel Polres Payakumbuh, termasuk Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun dan Pjs Kasat Narkoba  Ipda Elvis Soesilo, langsung bertolak ke Bukittinggi, untuk mengorek keterangan Roni.

 

Awalnya, Roni yang sempat dihubungi polisi Payakumbuh melalui orangtuanya untuk me­lacak keberadaan Dovit, mengaku tidak tahu-menahu di mana adik­nya berada. Namun berkat ’kepin­taran’ petugas, Roni ’bernyanyi’.

 

Roni menyebut, setelah kabur dari Mapolres Payakumbuh, Dovit memang berada di Bukittinggi. Bahkan, sampai Selasa (8/1) sore, Dovit masih berada di jantung wisata Sumbar. Tapi karena takut terus-terusan dikejar petugas, Dovit memilih kabur ke Padang.

 

Mendengar nyanyian Roni, tim gabungan Polres Payakumbuh dan Polres Bukittinggi langsung ber­angkat ke Padang. Sampai tengah malam, tim langsung bergerak Perumahan Wisma Indah, Kalum­buak, Kelurahan Balaibaru, Keca­ma­tan Kuranji,  Padang, tem­pat Dovit menginap bersama bibinya.

 

Setelah Dovit dipastikan berada di dalam rumah tersebut, petugas langsung mengepung dan me­lakukan penyergapan. Alhasil, Dovit berhasil ditangkap. Karena berupaya kabur, tersangka kepe­milikan  sabu-sabu seberat 1/2 U atau senilai Rp4 juta itu akhirnya dihadiahi dua tembakan.

 

Dari Padang, Dovit langsung di­boyong ke Mapolres Payakumbuh, setelah sempat mampir di Ma­polres Bukittinggi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Dovit mengaku kabur bersama 5 tahanan pada Selasa (1/1) sekitar pukul 03.30 WIB.

 

Begitu berhasil menggeraji terali besi, membobol plafon dan menyambung baju ta­ha­nan sebagai tali untuk meloncat, Dovit bersama 5 tahanan, mengaku kabur ke arah Balaipanjang, Paya­kumbuh Barat. Di simpang Balai­panjang, mereka berpisah.  

 

Dovit berjalan kaki ke pertigaan Ngalau Indah, sedangkan teman-temannya, sebagian ada yang berangkat ke arah Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Di pertigaan Ngalau Indah, Dovit yang tidak memiliki uang sepersen pun, meminta tukang ojek mengantar ke rumahnya di Tilatangkamang, Kabupaten Agam, dengan janji akan membayar ojek begitu sampai di rumah.

 

”Saya membayar ongkos ojek di rumah saya di Tilatangkamang. Saat itu, saya sudah berpisah dengan tahanan lain. Begitu sampai di rumah saya menemui keluarga saya, kemudian bersembunyi ke rumah bibi saya di Kota Padang,” sebutnya.

 

Soal gergaji yang digunakan untuk membobol sel Mapolres Payakumbuh, Dovit mengakui, gergaji itu kiriman istri salah seorang tahanan yang ikut kabur. Apakah pelarian Dovit dan teman-temannya, dibantu orang dalam? Wartawan belum bisa menanyakan pada Dovit, sedangkan polisi masih bergeming.

 

Polisi meyakini, penangkapan Dovit akan membuka tabir pelarian 6 tahanan kasus narkoba, penganiayan dan kasus cabul pada malam perayaan tahun baru. ”Dengan ditangkapnya Dovit, kami yakin, 5 tahanan lain, bisa kami tangkap dalam waktu dekat,” kata AKBP Rubintoro Suhada.

 

Sejauh ini, polisi telah mendapat petunjuk dari Dovit, terkait 5 tahanan lain yang kabur. ”Beberapa dari 5 tahanan itu, sudah mulai terpantau. Tapi kami belum bisa beberkan di media-massa. Kami berharap, kelima tahanan itu menyerah secara baik-baik, agar tidak mendapat penindakan polisi,” tegas AKBP Rubintoro Suhada.

 

Kelima tahanan yang masih diburu polisi adalah Feri Erlangga alias Feri, 30, Dodi Harianto alias Codoik, 26, dan Joni Aswanto alias Joni Kutar, 52, yang merupakan tahanan kasus narkoba. Kemudian, Doni Candra alias Don Badak, 31, tahanan kasus penganiayaan,  dan Edi Putra alias Adek, 35, tahanan kasus cabul. (frv/fdl)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!