Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 13:42:29 WIB
NASIONAL

Mobil Listrik Evina Siap Diproduksi

Tahun Ini Target Bikin 2.000 Unit

Padang Ekspres • Kamis, 10/01/2013 11:53 WIB • • 1133 klik

Dahlan Iskan ketika menguji-coba mobil listrik Evina, beberapa waktu lalu.

Jakarta, Padek—Insiden ke­cela­kaan mobil listrik Tucuxi ti­dak meredupkan semangat anak ne­geri untuk terus me­ngem­bang­kan kendaraan masa depan itu. Impian untuk melihat mobil listrik melaju di jalan-jalan Indonesia akan segera terwujud.

 

Dasep Ahmadi, direktur uta­ma PT Sarimas Ahmadi Prata­ma, salah seorang pencipta mo­bil listrik mengatakan, perus­a­haan­nya menyiapkan produksi 1.000 hingga 2.000 unit mobil listrik tipe Evina. “Tahun ini akan mulai dipasarkan,” ujar­nya di Kantor Kemenko Per­ekonomian Jakarta, kemarin (9/1).

 

Evina merupakan mobil tipe city car dengan empat tempat du­duk atau sejenis mobil listrik ber­warna hijau yang sudah be­berapa kali dikendarai Men­teri Ba­dan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dari sisi ke­kuatan baterai pun sama. Yak­ni, pengisian (charging) se­lama 4 jam untuk jarak tem­puh seki­tar 135 kilometer.

 

Menurut Dasep, yang oleh Dahlan dijuluki Putra Petir, mobil Evina sudah digunakan Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji sebagai kendaraan dinas. Bahkan, nama Evina yang me­rupakan singkatan dari Electric Vehicle Indonesia meru­pa­kan ide dari Nur Pamudji. “Na­manya agak (seperti) perem­puan, karena nanti targetnya pa­sar perempuan,” katanya.

 

Untuk tahap awal mobil li­s­trik kreasi Dasep menyasar pa­sar instansi pemerintah. PLN pun juga sudah memesan mobil lis­trik untuk kendaraan opera­sio­nal. Saat ini Dasep tengah me­ngurus perizinan di Kemen­te­rian Perindustrian sebagai lang­kah persiapan produksi mo­bil dengan seri G 5.0 E-CAR Ah­ma­di itu secara massal. “Un­tuk pro­duksinya, nanti di pabrik yang ada di Depok, Bogor, dan Be­kasi,” ujarnya.

 

Soal harga, Evina dibanderol pa­da kisaran di bawah Rp 200 juta. Namun, jika regulasi insen­tif dari pemerintah sudah terbit, har­ganya bisa turun.

 

Teknologi Evina membuat Men­­ko Perekonomian Hatta Ra­jasa kepincut. Sebagai orang tek­nik, dia mengakui bahwa kua­litas mo­bil kreasi Ahmadi ter­sebut ba­gus. “Mobil ini bagus, sus­pen­sinya bagus, stabil, tidak ka­lah dengan mobil lain. Saya pe­­san sa­tu ya,” kata Hatta sete­lah me­n­jajal Evina di kompleks Kantor Ke­men­ko Perekonomian kemarin.

 

Pemerintah akan menja­di­kan mobil listrik sebagai ken­da­raan operasional resmi dalam ge­laran Konferensi Tingkat Ting­gi APEC (Asia-Pacific Eco­no­mic Cooperation) di Bali, Ok­tober men­datang. “Nanti pa­kai bus listrik dan mobil listrik,” katanya.

 

Menurut Hatta, penggunaan ken­daraan listrik dalam KTT APEC akan menunjukkan kepa­da dunia bahwa Indonesia serius men­dorong pengembangan ken­daraan ramah lingkungan. (owi/ca/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!