Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 01:23:57 WIB
RAKYAT SUMBAR

Mantan Kadishub Pasbar Segera Diadili

Padang Ekspres • Sabtu, 05/01/2013 13:27 WIB • • 548 klik

Padang, Padek—Satu per satu kasus korupsi di Pasaman Barat mulai disidang. Kemarin (4/1), Kejari Simpangempat mendaftarkan kasus korupsi mantan kepala Dinas Perhubungan dan Infor­matika Pasbar, Wendri Azma, terkait pengadaan kapal penum­pang pada tahun 2009 ke Pengadilan Tipikor Pa­dang.

 

Kasus ini merugikan negara sekitar Rp 656 juta. Berkas kasus ko­rupsi ini dipisah (displit). Berkas pertama atas na­ma tersangka Wendri Az­ma dan tersangka Dondi Asmi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Per­hubungan Komunikasi dan Informatika Pasbar. Berkas kedua dengan atas ter­sangka Chairul Cader, rekanan pengadaan kapal dari CV Nadira.

 

Staf Pengadilan Tipikor Padang, Syahril mengatakan, usai didaftarkan, ketua PN Padang akan menetapkan ma­jelis hakim dan jadwal pelak­sanaan sidangnya.

 

Hasil penyidikan kejak­saan, pengadaan kapal pe­num­pang tahun 2009 sebe­sar Rp 656.117.000 yang se­ha­rusnya dibeli baru, ter­nyata dibeli kapal bekas. Hasil peme­riksa­an Adpel (Administrasi Pela­buhan) Teluk Bayur Padang, kapal bekas itu tidak layak melaut dan tidak memiliki dokumen kelengkapan seba­gaimana mestinya. Para ter­sangka dijerat Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 9 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pi­dana Korupsi. (bis)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!