Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:46 WIB
PRO SUMBAR

Laporan Anak Diambil Orang, Hanya Salah Paham

Padang Ekspres • Sabtu, 05/01/2013 12:14 WIB • • 412 klik

Padang, Padek—Pusat Pela­ya­nan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumbar berhasil melakukan mediasi terkait laporan Nengsih, 35, warga Muarolabuah, Kabupaten So­lok Selatan. Dia mengadukan Yuliati dan Elia Roza (anggota Satpol PP Padang), karena dituduh memberikan anaknya, Fitri Handayani, 2, pada orang lain beberapa waktu lalu.

 

Melalui mediasi ini, P2TP2A berhasil mengem­balikan Fitri Handayani pada pelukan orang­tuanya. Fitri dikembalikan Dewi (orang mengadopsi anak Nengsih, red) yang secara khu­sus datang ke Mako Satpol PP Padang, ke­marin (4/1).

 

Wakil Ketua II P2TP2A Sumbar, Armyn An didampingi Sekretaris P2TP2A Sumbar, Daslinar kepada Padang Eks­pres mengatakan, laporan Neng­­sih ke P2TP2A meru­pa­kan kesalah­pahaman. ”Nengsih merasa ana­k­nya itu dijual, padahal niat dari Yuliati dan Elia Roza hanya membantu,” ujar Armyn An.

 

Ditambahkannya, kejadian ini merupakan pelajaran bagi orang lain. Sebab, kejadian dialami Nengsih sudah terjadi dua kali. ”Sebelumnya Nengsih juga melaporkan pengambilan anaknya atas tuduhan pada Panti Asuhan Budi Mulia,” ulasnya.

 

Soal laporan P2TP2A ke Polda Sumbar, juga telah di­cabut pihak terkait. ”Sebelum menemukan titik terang, kita melaporkan kejadian ini pada Polda Sumbar. Tapi tadi (4/1), kita telah mencabut laporan tersebut,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Yuliati dan Elia Roza masih geram terhadap perlakuan Nengsih padanya. Sebab menurutnya, niatnya hanyalah sebatas belas kasihan terhadap anak Nengsih. ”Tu­juan kami baik, hanya untuk membantunya meringankan beban,” ujar Yuliati.

 

Sementara itu, Nengsih sendiri meminta maaf pada seluruh pihak terkait yang telah disusahkannya. ”Saya minta maaf atas kejadian ini. Saya menyadari kejadian ini meru­pakan salah paham saja,” tutur Nengsih. (mg18)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!