Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:32:53 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tiga Pelajar Tewas Tenggelam

Terjebak Lumpur di Batang Anakan

Padang Ekspres • Sabtu, 05/01/2013 11:34 WIB • YONI SYAFRIZAL • 480 klik

Ilustrasi

Painan, Padek—Tiga warga Kampung Sungai Tawar, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batangkapas, yang terdiri dari dua remaja putri dan satu anak-anak tewas tenggelam di Batang Anakan, Kamis sore.

 

Ketiga korban bernama Haza Aulia Putri, 13, Vamela Karmila 14, siswa kelas dua SMP, dan Dea Yuma, 10, murid kelas tiga SD. Kejadian itu telat diketahui warga sehingga terlambat mela­kukan upaya penyelamatan.

 

Warga baru ta­hu ketika mende­ngar teriakan dari salah seorang korban. Te­riakan itu membuat warga pena­saran dan melakukan pencarian sumber suara. Dalam sekejap, suara itu menghilang.

 

Informasi itu langsung me­nyebar kepada masyarakat. Da­lam waktu singkat, lokasi itu dipadati warga untuk melakukan pencarian.

Upaya pencarian ke­mu­dian membuahkan hasil, ke­tiganya ditemukan tidak jauh dari lokasi warga men­dengar teriakan itu. Ketika ditemukan, ketiga korban sudah tidak bernyawa lagi. Ketiga korban terjebak lumpur pasir pada dasar sungai.

 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, lokasi teng­gelamnya ketiga korban ini tergolong dalam. Selain itu, dasar sungainya juga berpasir dan berlumpur. “Diduga saat mandi-mandi di sungai, keti­ga­nya terjebak pasir ber­lum­pur di dasar sungai yang da­lam,” katanya.

 

Ketiga koban dikebumikan di pandam perkuburan keluar­ga di Kampung Sungaitawar, Nagari Koto Nan Duo, Ke­camatan Batangkapas.

 

Wakil Bupati Pessel, Edi­tiawarman yang melayat ke rumah masing-masing korban memberikan uang santunan Rp 1 juta. Saat itu,

 

Wabup meminta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) melakukan survei kon­disi sungai.

 

“Pada titik-titik sungai yang dinilai rawan, agar di­tang­gulangi. Sebab ancaman bukan saja akibat keganasan banjir, tapi juga akibat jebakan lumpur pada dasar sungai,” jelasnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!