Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 04:12:06 WIB
RAKYAT SUMBAR

Daerah Kecil dengan Gaung Besar

Fenomena Komunitas Simpang Surya, Kota Solok

Padang Ekspres • Rabu, 02/01/2013 12:53 WIB • RIJAL ISLAMY - Solok • 513 klik

 Wako Solok menyerahkan pataka kepada Ketua KBPS3 Afdal Yandi, SP di Posko Simpa

WALI Kota Solok Irzal Ilyas “turun gunung” melantik kepengurusan sebuah per­kum­pulan pemuda. Biasanya, pelantikan organisasi ini hanya dilakukan seorang lurah. Ada apa gerangan? Warga Kota Solok tahu persis dengan Ke­luar­ga Besar Pemuda Simpang Surya Solok (KBPS3). Sebuah perkumpulan yang sangat di­se­gani di Kota Solok.

 

Melihat peta Kota Solok, dengan luasnya yang tak sam­pai 100 meter persegi, kawa­san Simpang Surya nyaris tak ada. Kawasan yang terletak persis di depan Pasar Raya Solok itu, hanyalah satu per­sim­pangan tiga arah yang menghubungkan wilayah Pa­sar Raya Solok, Airmati dan Pandan.

 

Ketiga daerah itu adalah pusat perekonomian di Kota Solok. Sentra pertokoan kota ini. Malamnya, di sulap men­jadi sentra kuliner hingga subuh. Ka­wasan yang hidup siang malam.

Nama Simpang Surya bu­kanlah nama resmi daerah itu. Sim­pang yang awalnya ditem­pa­ti sebuah kedai kopi selama 24 jam, itu sebelumnya tanpa na­ma.

 

Di masa itu (tahun 70-an), berdiri sebuah reklame rak­sasa, Gudang Garam Surya. Akhirnya, simpang yang su­per­strategis itu bernama sim­pang Surya. Uniknya, saat su­dah bernama Simpang Surya, baliho Gudang Garam Surya tidak ada lagi hingga kini.

 

Lalu mengapa kawasan ini begitu disegani, hingga wali kota “mesti” turun langsung mengukuhkan kepengu­ru­sannya? Disinilah para elite politik, elite penegak hukum, elite pemerintahan, anggota DPRD, tokoh masyarakat, wartawan, hingga “elite preman” Kota Solok berkumpul.

 

Pembicaraan di warung kopi bukanlah obrolan kosong. Tapi, pembicaraan berkisar pada persoalan pemerintahan, penegakan hukum, percaturan politik dan perencanaan Kota Solok ke depan. Meski ada elemen “preman”, namun preman di sini preman berdasi. Itulah sebabnya simpang ini sangat disegani di Kota Solok.

 

Ketua KBPS3 saat ini Afdal Yan­di DW mengatakan, KBPS3 lahir dari kesamaan visi per­sepsi melalui keberagaman pengurusnya. Ia menuturkan, KBPS3 ingin membuktikan bahwa keberagaman bukanlah hambatan dalam berkarya. Alumnus Fakultas Pertanian Unand itu berharap Pemko dan DPRD Kota Solok khusu­s­nya, dan kalangan masya­rakat luas umumnya, agar terus mem­berikan dukungan serta ban­tuan moral dan material.  

 

“Sekalipun hasilnya dinilai masih belum baik, tapi kami tetap dan terus ingin mem­berikan yang terbaik bagi ma­syarakat dan daerah (Kota) Solok,” tekadnya.

 

Dalam pengukuhkan itu, Wali Kota Irzal Ilyas ditunjuk sebagai pelindung bersama ketua DPRD Kota Solok dan segenap unsur muspida. De­wan penasihat dan dewan pembina terdiri dari Eril Jaka Dt Bdr Hitam, Epi Novirman, Ikhlas Dt Nan Basa, Bang Su, Firdaus Kayo, Amril, Nofi Candra, Fad Pandeka, Reinier dan Nurli. Sekretaris Nasrullah dan Bendahara Armasdat.

 

Ketua Bidang Hukum Am­nasmen, Ketua Bidang Humas Asril Anwar. Ketua Bid Bela Negara Uwan Alferidon Kun­tau. Dari nama-nama di atas kita bisa melihat bahwa me­reka adalah pejabat resmi dan pejabat “tak resmi” di Pemko Solok.

 

Seperti Amnasmen (Ketua KPU Kota Solok), Nofi Candra (Ketua KNPI Kota Solok), Reinier (Cawako Solok 2010 lalu), Alferidon kuntau (ang­gota DPRD Kota Solok (2005-2009). Lalu pejabat tak resmi seperti Eril Jaka Dt Bdr Hitam, Epi Novirman, Ikhlas Dt Nan Basa, Bang Su, Firdaus Kayo, Amril, Nofi Candra, Fad Pan­dek  dan Nurli yang meru­pakan tokoh masyarakat Kota Solok. (***)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!