Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:11 WIB
NASIONAL

3 Program Kemendikbud Dapat Nilai Merah

Padang Ekspres • Minggu, 30/12/2012 08:41 WIB • • 591 klik

Jakarta, Padek—Rapor ki­nerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ke­men­dik­bud) selama 2012 ternyata me­mi­liki angka merah. Un­tungnya, catatan merah itu adalah hasil pantuan internal, bukan dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pim­pinan Kuntoro Mangkusubroto.

 

Dalam paparannya, Men­dikbud M. Nuh mengatakan bahwa pihaknya memiliki program unggulan di jajaran unit utama yang dipimpin pejabat eselon 1. Total ada 31 program yang dirancang berdasarkan Inpres No 17/2012 tentang Percepatan Prioritas Nasional dan Gerakan Nasional Bersih Negeriku (GNBN).

 

Dari seluruh program ter­se­but, lanjut dia, ada tiga poin yang mendapatkan nilai merah (bu­ruk) sampai pemantauan De­sem­ber ini. Program yang men­da­patkan cap merah itu adalah pembangunan sistem informasi terkait dengan peme­taan lokasi sekolah (SD, SMP, SMA, dan madrasah).

 

Berikutnya adalah pem­ba­ngunan tiga politeknik baru dan penguatan 38 perguruan tinggi (PT) kejuruan di pusat koridor ekonomi yang tidak jalan. Selain itu, revitalisasi 12 museum tidak berjalan. Revitalisasi ini men­cakup renovasi, pe­nge­lolaan koleksi, penyajian/tata pamer, dan penguatan SDM.

 

Irjen Kemendikbud Har­yono Umar menuturkan, pen­ga­wasan kinerja ini dijalankan oleh unit khusus di luar Itjen Ke­men­dikbud. “Tim ini me­mantau terselenggaranya suatu program atau kinerja. Kalau kami pe­nga­wasan kinerja apa­ra­tur­nya,” ujarnya tadi malam.

 

Haryono mengatakan, eva­luasi internal yang mem­prediksi ada tiga poin me­rah itu belum tentu sama dengan rapor ke­men­terian yang dikeluarkan UKP4. Meski memiliki tiga poin merah, Haryono mengatakan kinerja Kemendikbud selama 2012 lumayan bagus. Khususnya soal serapan anggaran.

 

Informasi yang dia himpun sementara, serapan anggaran di Kemendikbud sekitar 77 persen. Dalam APBN 2012, anggaran pokok Kemendikbud adalah Rp 64,35 triliun dan ditambah lagi Rp 14 triliun dalam APBN-P 2012. “Target kami sampai tutup tahun serapan anggaran Ke­mendikbud bisa 90 persen,” kata mantan pimpinan KPK itu. Target tersebut muncul karena pelaporan seluruh agenda ke­giatan selama 2012 belum ter­kumpul semuanya. Sebagai ke­menterian dengan anggaran terbesar nomor tujuh, Haryono mengatakan, serapan Ke­men­dikbud tidak terlalu bu­ruk.

 

Terkait program 2013, Har­yono mengatakan, jaja­ran­nya memiliki program ung­gulan baru. Yakni pem­bentukan sa­tuan pengawas interen (SPI) di seluruh satuan kerja (satker) Kemendikbud di daerah-daerah. Selain itu, juga seperti di kampus negeri, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), hing­ga balai-balai Kemendikbud di daerah lainnya.

 

Dengan adanya SPI ini, ge­lagat munculnya penye­lewe­na­ngan dalam bentuk korupsi dan lainnya bisa dicegah secara dini. “Tetapi jika penyelewengannya sudah terjadi, ya diproses hu­kum,” katanya. Untuk men­jalan­kan program ini, Itjen Ke­men­dikbud hanya disuntik anggaran Rp 205 miliar. Har­yono me­nga­takan anggaran di Itjen Ke­mendikbud tidak sampai satu persen dari anggaran Ke­men­dikbud. “Tetapi yang penting kan kinerja,” pung­kasnya. (wan/oki/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!