Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 07:32:30 WIB
NASIONAL

Tarif Listrik Naik per Tiga Bulan

Berlaku Mulai 1 Januari 2013

Padang Ekspres • Kamis, 27/12/2012 11:25 WIB • • 823 klik

-

Jakarta, Padek—Pemerintah me­nyiap­­kan kado spesial buat mas­yarakat di tahun 2013. Mulai 1 Januari 2013, se­tiap tiga bulan sekali tarif dasar listrik (TDL) akan dinaikkan secara bertahap hing­ga mencapai 15 persen hingga akhir ta­hun. Kenaikan tahap pertama, diren­canakan rata-rata 4,3 persen.

 

”Sudah ditandatangani (Peraturan Men­teri soal tarif listrik naik 15 persen) oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 21 Desember kema­rin. Mekanisme kenaikannya per tiga bu­lan, (tahap pertama) 4,3 persen, se­lan­jutnya menyesuaikan. Pokoknya rata-rata 15 persen,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman di kantornya kemarin (26/12)

 

Meski begitu, pihaknya berpedoman agar kenaikan TDL itu tidak membebani rakyat kecil. Karenanya, keputusan itu hanya berlaku untuk pelanggan PLN dengan daya di atas 1.300 watt (volt ampere/VA), sementara pelanggan daya 450 watt dan 900 watt dibebaskan dari kenaikan ini. “Yang 450 watt dan 900 watt itu tidak ter­ma­suk karena mereka belum mampu,” tukasnya

 

Menteri ESDM Jero Wacik m­e­ngaku sudah menan­data­ngani Permen Kenaikan Tarif Listrik 15 persen itu. Keputusan itu dilakukan setelah mendapat lam­pu hijau dari DPR. Dia me­ngaku, ada beberapa opsi yang me­ngemuka. “Seperti naik seka­ligus 15 persen per Januari, atau naik per bulan sampai ter­aku­mu­lasi 15 persen,” terangnya

 

Opsi pertama, menurut Jero, di­nilai terlalu memberatkan mas­yarakat. Sedangkan opsi ke­dua dianggap terlalu mere­pot­kan karena setiap bulan ha­rus menghitung rata-rata kenaikan tarif listrik. Akhirnya pilihan ter­baik yang diambil adalah ke­naikan per tiga bulan sekali de­ngan akumulasi tetap 15 per­sen. “Tahun depan disepakati ke­nai­kan tarif listrik per tiga bu­lan,” lanjutnya.

 

Namun dia menegaskan, kenaikan 15 persen itu adalah rata-rata, artinya ada beberapa go­longan yang naik lebih 15 per­sen dan ada yang kurang dari 15 persen. Mekanisme seperti itu ter­utama diterapkan untuk go­longan pelanggan bisnis dan in­dustri. “Industri yang diang­gap lemah seperti garmen naiknya di ba­wah 15 persen. Tapi kalau se­perti spa, tentu tidak di ba­wah,” ketusnya.

 

Seperti diketahui, DPR sebe­lumnya telah menyetujui usulan pe­­merintah untuk men­g­alo­ka­sikan subsidi listrik tahun 2013 se­besar Rp 78,63 triliun. Hi­tu­ngan ini diperoleh dengan asum­­si tahun depan ada ke­nai­kan tarif listrik sebesar 15 per­sen. Soal mekanisme kenai­kan tarif listrik itu, DPR menyerahkan sepe­nuh­nya ke pemerintah, apakah naik bertahap atau sekaligus.

 

Ketua Umum Asosiasi Pe­nge­lola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan me­nge­cam keras kebijakan peme­rin­tah menaikkan TDL tahun de­pan. Sebab menurutnya, pu­sat perbelanjaan merupakan tem­pat mengadu nasib UMKM (usa­ha mikro kecil dan mene­ngah). “Ini kontraproduktif, ka­rena di setiap mal itu yang UMKM bisa lebih 70 persen,” tam­bahnya.

 

Kenaikan biaya listrik mal ten­tu saja akan dibebankan ke­pada penyewa, yang ujung-ujung­nya akan dialihkan ke har­ga barang, sehingga otomatis akan memberatkan masyarakat. Se­mentara, bagi UMKM yang hi­dup di ruko-ruko juga akan sangat terbebani. “Misal penjahit atau home industry seperti ku­liner rumahan. Dengan naik­nya lis­trik, UMKM akan bergu­guran,” tukasnya.

 

Jika pemerintah juga akan menerapkan tarif keekonomian untuk pelanggan dengan daya di atas 6.600 watt, dia yakin harga-harga barang di mal akan melon­jak dan memicu inflasi. “Mal sepertinya menjadi sasaran tem­bak paling asyik, penyebab ke­macetan, pemboros listik no­mor satu dan lainnya,” kata­nya.

 

Tindakan lebih keras akan di­l­akukan Asosiasi Pertekstilan In­­donesia (API). Para pe­ngu­saha tekstil akan menga­jukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika TDL jadi dinaikkan 15 persen. “Kita akan ajukan judicial review ke MK, jika sudah men­da­patkan surat dari Kemen­te­rian ESDM dan PLN. Kita akan pela­jari terlebih dahulu,” tegasnya.

 

Ia menuding keputusan pe­me­­rintah menaikkan TDL sebe­sar 15 persen tahun 2013, teru­tama untuk industri tidak me­miliki dasar alasan yang kuat. Apalagi kebijakan tersebut jus­tru akan menurunkan daya saing produk Indonesia, karena harga eks­por akan menjadi lebih ma­hal. “Kita menolak dan belum menyetujui sampai sekarang, walaupun DPR sudah setuju,” jelasnya. (wir/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!