Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 05:22:27 WIB
RAKYAT SUMBAR

Pekan Depan Railbus Tiba di Padang

Padang Ekspres • Sabtu, 22/12/2012 11:32 WIB • • 1565 klik

Railbus saat akan dimuat ke atas kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Padang, Padek—Rencana pengoperasian kereta api dari simpang Duku ke Bandara In­ternasional Minangkabau (BIM) terus dimatangkan. Dijad­wal­kan, pekan depan, sebuah railbus tiba di Pa­dang. Railbus adalah salah satu mo­da light rapid transit berbasis rel dan ber­ka­pasitas rendah yang akan dipakai sebagai moda trans­portasi Duku-BIM.

 

Manajer Humas PT KAI (Per­sero) Divre II Sumbar, Ro­meyo yang ditemui di rua­ngan­nya, kemarin (21/12), me­nga­takan, railbus tersebut diangkut dengan kapal dan telah dibe­rangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada 9 Desember lalu.

 

Railbus diperkirakan sam­pai di Teluk Bayur sekitar tang­gal 24-25 Desember. “Railbus tersebut buatan dari PT Inka (PT Industri Kereta Api) Madiun, Jawa Timur, dengan kapasitas 150 tempat duduk,” jelasnya.

 

Kata Romeyo, railbus ini mempunyai keunikan dari kere­ta api lain, karena mempunyai te­naga penggerak sendiri dan mempunyai kabin masinis di mu­ka dan belakang. Sedangkan ke­­reta api yang biasa, hanya di­ta­rik dengan lokomotif. “Kele­bi­han railbus ini, kita tidak perlu la­gi berbalik arah jika sudah sam­pai ke tujuan. Kalau ingin kem­­bali ke tujuan semula tidak per­lu ber­balik, karena di bagian de­pan dan muka bertugas men­ja­di peng­gerak,” ungkap Romeyo.

 

Dengan adanya railbus, R­o­me­yo berharap Pemprov Sum­bar dan Pemkab Padangpa­riaman dapat menyegerakan pembebasan lahan untuk pem­bangunan jalurnya. “Kereta apinya sudah ada. Tinggal peme­rintah menyegerakan untuk pembangunan jalurnya,” imbuh Romeyo.

 

Seperti diketahui, baru-baru ini (1/12) Kepala Satuan Kerja (Satker) Sumbar, Amana Gappa mengungkapkan, pem­ba­ngu­nan jalur kereta api se­panjang 4,2 km dari Stasiun Duku ke Stasiun BIM menelan biaya Rp 114,3 miliar, dipas­tikan dimulai ta­hun 2012. Ta­hap pertama, pe­merintah pusat melalui APBN 2012 meng­alokasikan Rp 56,5 mi­­liar. Sisa­nya bakal dialo­kasi­kan dalam APBN-Perubahan 2012.

 

Pembangunan tahap awal difokuskan untuk badan jalan dan jembatan. Namun, kelan­caran pembangunan jalur ini tergantung pada upaya Pemkab Padangpariaman membebas­kan lahan. “Railbus itu didanai dari APBN tepatnya dari Dirjen Perkeretaapian,” terangnya.

 

Penggunaan anggaran tahap pertama, terdiri pembangunan badan jalan kereta api Duku-BIM Rp 27,9 miliar, pemba­ngunan jembatan kereta api sepanjang 90 meter Rp 28,58 miliar. Lalu, detail engineering design (DED) Rp 2,3 miliar dan project management service Rp 750 juta. (bis)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!