Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:47 WIB
RAKYAT SUMBAR

Jangan Pindahkan P3B dari Sumbar

Padang Ekspres • Kamis, 20/12/2012 12:56 WIB • • 807 klik

Masyarakat Pecinta Listrik (MPL) menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD Sumbar.

Padang, Padek—Gonjang-gan­jing pindahnya Kantor Pe­nyalur dan Pusat Pengatur Be­ban (P3B) Sumatera, dari Sum­bar ke Riau mulai memicu reak­si masyarakat Sumbar. Kemarin (19/12),  pulu­han masyarakat yang tergabung dalam Ma­sya­rakat Pecinta Listrik (MPL) Sumbar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumbar dan Kan­tor P3B PLN Sumbar. Mereka menuntut kantor P3B tidak dipin­dahkan ke Riau.

 

Seperti diberitakan se­be­lum­nya, PT PLN telah me­lakukan pembelian tanah untuk pendirian Kantor P3B Sumatera di Jalan Bypass, Padang. Tiba-tiba, muncul berita bahwa P3B membangun kantor di Riau. Bahkan, proses tender kepindahan kantor yang menjadi kebanggaan Sumbar tersebut tinggal menunggu pene­tapan pemenang tender. Tak ayal, ma­syarakat pun mu­lai me­nunjukkan sikap.

 

Pantauan Padang Eks­­­pres, walaupun di­guyur hujan, tak menyu­rutkan langkah de­mon­stran mela­kukan orasi di depan Kantor DPRD Sumbar. Mereka mene­riakkan agar kantor P3B tetap berada di Padang.

 

Puluhan massa itu juga mem­bawa spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan kepin­dahan kantor P3B dari Sumbar. Setelah melakukan orasi di DPRD Sum­bar, puluhan massa men­datangi kantor P3B Sumatera yang berada tak jauh dari gedung DPRD Sumbar.

 

Koordinator Aksi, Khairul Azmi Datuak Bijo Dirajo me­ngatakan, aksi tersebut me­rupakan bentuk sikap tidak setujunya masyarakat dengan rencana kepindahan kantor P3B Sumatera yang berada di Sumbar ke Riau.

 

Ia mengatakan, seharusnya PT PLN memanfaatkan lahan yang telah dibeli di Bypass, Padang yang sebelumnya di­ren­­canakan untuk pem­ba­ngu­nan kantor P3B untuk wilayah Sumatera, bukannnya me­min­dahkannya ke Pekanbaru.

 

Alasan kepindahan karena Sumbar rawan gempa, dia menilai mengada-ada. “Jika alasannya ancaman gempa. Hal itu sangat aneh, apa Riau tidak ada bencana?” ujarnya.

 

Dia menuntut PT PLN (per­sero) membatalkan proses tender pembangunan kantor yang berlokasi di luar Sumbar. “Jika kepindahan tetap dila­kukan, masyarakat Sumbar menuntut PLN  memutuskan interkoneksi se-Sumatera,” tegasnya.

 

Menurutnya, jika PT PLN memindahkan kantor P3B Su­ma­tera dari Sumbar, akan mem­pe­ngaruhi pereko­no­mian Sumbar.

 

Untuk itu, dia meminta seluruh elemen pemerintahan, baik Pemko, Pemprov, dan DPRD untuk menyikapi hal ini. “Kami ingin pemerintah dan DPRD bertindak men­cegah kepindahan,” ujarnya.

 

Humas PLN P3B,  Ar­man­s­yah saat dihubungi Padang Eks­pres via telepon selular, be­lum bisa dimintai kete­rangan. “Saya lagi di Jakarta, sedang rapat, jadi nanti saja,” ujarnya singkat.

 

Sebelumnya, kepindahan P3B ini juga menuai protes dari Kadin Sumbar. Ketua Umum Kadin Sumbar, Asnawi Bahar mengatakan, kepin­dahan Kantor P3B merugikan Sumbar. Asnawi kecewa PT PLN tidak pernah terbuka soal alasan kepindahan dari Sum­bar. Di sisi lain, kontribusi Sumbar dalam jaringan inter­koneksi cukup berperan, apa­lagi bila tahun mendatang PLTU Teluk Sirih 2x100 MW mulai beroperasi.

 

Pemerintah daerah sendiri, imbuhnya, sudah menunjuk­kan keseriusan guna tetap mem­pertahankan kantor P3B Su­matera di Sumbar. Ter­bukti, secara intens mendukung pem­bangunan kantor baru P3B di Bypass, dan PLN juga sudah me­nyambut baik rencana pem­bangunan kantor baru ter­se­but. Nyatanya, kantor P3B Su­matera tetap akan dipindahkan ke Pekanbaru

.

Selain gagalnya investasi masuk Sumbar minimal Rp 45 miliar untuk pembangunan gedung dan fasilitas lainnya, Asnawi meyakini kesempatan pekerja Sumbar bergabung dengan P3B makin terbatas.

 

Pindahnya kantor P3B, kian menambah deretan pan­jang perkantoran strategis pindah ke luar Sumbar. Sebe­lumnya, PT PN VI pindah ke Jambi, kantor wilayah Pega­daian ke Pekanbaru, begitu juga BNI, BTN, dan sejumlah perkanto­ran strategis lainnya. Kondisi ini jelas menjadi tam­paran bagi eksistensi Sumbar di pentas nasional. (w)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!