Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 04:00:58 WIB
METROPOLIS

Yos Sudarso Berikan Keringanan Biaya

Padang Ekspres • Selasa, 18/12/2012 12:34 WIB • • 593 klik

Jati, Padek—Beban yang ditanggung orangtua Athaya Abdufattah Zahid, bayi yang menderita pendarahan otak saat proses kelahiran, tampak­nya semakin berat saja. Bagaimana tidak, kondisi kesehatan Athaya belum membaik sementara biaya perawatan dan pengobatannya terus membengkak.

 

“Sejak pertama masuk, kondisi kesehatan Athaya sudah berangsur, tapi hanya sedikit. Arti kata, kondisi Athaya masih gawat darurat,” kata Direktur Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso, dr Rinal Fendy, MARS, kepada Padang Ekspres, kemarin (17/12).

 

Ia mengatakan, penyakit yang dialami Athaya termasuk langka di Sumbar. “Untuk bertahan hidup selama satu bulan dalam tabung inkubator dibantu dengan ventilator (alat bantu pernapasan), itu luar biasa bagi seorang bayi,” terangnya.

 

Terkait rencana memindahkan Athaya karena alasan biaya, kata Rinal, hanya diizinkan pada rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. “Memang biaya di sini sedikit besar karena ini RS swasta. Tapi kalau Athaya akan dipindahkan ke RS yang tidak memiliki fasilitas yang sama dengan RS Yos Sudarso, kita akan menolaknya, sebab ini menyangkut nyawa seseorang. Kita tahu orangtua Athaya tidak mampu, makanya akan kita berikan pengurang­an biaya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Febrilham Fauzi, 26, orang­tua Athaya, pusing memikirkan biaya pengo­batan di RS Yos Sudarso. “Sampai saat ini saya masih mencari pinjaman untuk biaya memin­dahkan Athaya,” ungkapnya.

 

Jika ada donatur yang ingin membantu pengobatan Athaya, bisa hubungi nomor 085355066687. (mg18)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!