Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 05:22:17 WIB
METROPOLIS

Yos Sudarso Berikan Keringanan Biaya

Padang Ekspres • Selasa, 18/12/2012 12:34 WIB • • 595 klik

Jati, Padek—Beban yang ditanggung orangtua Athaya Abdufattah Zahid, bayi yang menderita pendarahan otak saat proses kelahiran, tampak­nya semakin berat saja. Bagaimana tidak, kondisi kesehatan Athaya belum membaik sementara biaya perawatan dan pengobatannya terus membengkak.

 

“Sejak pertama masuk, kondisi kesehatan Athaya sudah berangsur, tapi hanya sedikit. Arti kata, kondisi Athaya masih gawat darurat,” kata Direktur Rumah Sakit (RS) Yos Sudarso, dr Rinal Fendy, MARS, kepada Padang Ekspres, kemarin (17/12).

 

Ia mengatakan, penyakit yang dialami Athaya termasuk langka di Sumbar. “Untuk bertahan hidup selama satu bulan dalam tabung inkubator dibantu dengan ventilator (alat bantu pernapasan), itu luar biasa bagi seorang bayi,” terangnya.

 

Terkait rencana memindahkan Athaya karena alasan biaya, kata Rinal, hanya diizinkan pada rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. “Memang biaya di sini sedikit besar karena ini RS swasta. Tapi kalau Athaya akan dipindahkan ke RS yang tidak memiliki fasilitas yang sama dengan RS Yos Sudarso, kita akan menolaknya, sebab ini menyangkut nyawa seseorang. Kita tahu orangtua Athaya tidak mampu, makanya akan kita berikan pengurang­an biaya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Febrilham Fauzi, 26, orang­tua Athaya, pusing memikirkan biaya pengo­batan di RS Yos Sudarso. “Sampai saat ini saya masih mencari pinjaman untuk biaya memin­dahkan Athaya,” ungkapnya.

 

Jika ada donatur yang ingin membantu pengobatan Athaya, bisa hubungi nomor 085355066687. (mg18)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!