Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 21:24:07 WIB
EKONOMI BISNIS

Ekonomi Biru Majukan Indonesia

Padang Ekspres • Jumat, 07/12/2012 13:02 WIB • • 618 klik

Jakarta, Padek—Indonesia dinilai akan menjadi negara yang semakin kuat jika bisa memanfaatkan kekayaan laut atau blue economy. Konsep Blue Economy dikembangkan untuk menjawab tantangan, sistem ekonomi dunia cende­rung eksploitatif dan merusak lingkungan.

 

”Selain karena limbah, ke­ru­sakan alam disebabkan eks­ploitasi melebihi kapasitas atau daya dukung alam. Kon­sep Blue Economy dimak­sud­kan untuk menantang para enterpreneur, blue economy business model memberikan peluang untuk mengem­bang­kan investasi dan bisnis yang lebih menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan,” kata Ketua Jurusan Teknik Mesin Unand, Is Prima Nanda menjadi pembicara Seminar Nasional dengan tema “Peran dan Tanggung Jawab Masya­ra­kat dalam Pengembangan Eko­nomi Biru (blue econo­my)”, Rabu (5/11) di Bidakara Jakarta. Pembicara lainnya DR Wahyu (Kementerian Ling­kung­an Hidup), Deputi Men­teri Riset dan Teknologi, Id­wan Suhardi, akademisi UI Mocha­mad Indrawan,Wakil Rektor Universitas Binus, Boto Sima­tupang, pengamat pendidikan nasional Arief Rahman dan anggota DPR, Ratih Sang­garwati.

 

Is Prima Nanda menga­ta­kan konsep ini menggunakan sum­ber daya alam lebih efisien dan tidak merusak lingkungan. ”Sis­tem produksi lebih efisien dan bersih, menghasilkan pro­duk dan nilai ekonomi optimal,” ujar Ketua IMI Sumbar itu.

 

Landasan konseptual blue economy, sustainability (ber­ke­sinambungan). Yaitu prinsip yang bersumber dari konsep sus­tainable development. Pem­bangunan berkelanjutan, pembangunan yang meme­nu­hi kebutuhan masa kini, tanpa mengurangi kemampuan ge­ne­rasi mendatang untuk me­menuhi kebutuhan mereka sendiri.

 

“Tidak merusak sistem alam, atmosfir, air, tanah, dan makhluk hidup, mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, mengendalikan eksploitasi sumber daya alam, dan berkeadilan (social equity),” tambahnya.

 

Peran masyarakat dalam melakukan pengembangan ekonomi biru besar. Masya­rakat sebagai pelaku pasar, ter­masuk para pengusaha me­miliki peran penting dalam pengembangannya.

 

“Model ekonomi ke depan akan memperhitungkan keun­tungan dan strategi inovasi dengan mengikuti kondisi alam. Ekonomi biru, suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang kurang baik dan mencip­takan lebih banyak kegiatan dalam bentuk model yang sustainable. Memberikan solusi terbaik dengan cara mentran­sfer ekonomi dan mengha­sil­kan komunitas untuk masa yang akan datang,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Presiden SBY memaparkan konsep blue eco­no­my saat KTT Rio+20 di Rio­centro, Rio de Janero, Brasil. Ia mengatakan Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ber­ke­lanjutan dengan keadilan dan dalam saat bersamaan menjamin perlindungan ling­kungan di sektor kelautan dan perikanan. (mg20)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!