Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:43 WIB
EKONOMI BISNIS

Tarif Bongkar Muat bakal Naik

Padang Ekspres • Sabtu, 01/12/2012 10:37 WIB • • 967 klik

Pelabuhan Teluk Bayur kini telah dilengkapi peralatan Gentry Loving Crane

Padang, Padek—Harga tarif bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur bakal naik. Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumbar mengaku, rencana kenaikan tarif itu menjadi sebuah keha­rusan untuk diterapkan. Apalagi, upah mi­nimun provinsi (UMP) Sumbar pada 2013 naik menjadi Rp 1.340.000 per orang.

 

“Kami berpikir tidak itu saja, kenaikan tarif bongkar muat (ongkos pemuatan pelabuhan dan ongkos pemuatan tujuan) itu menyangkut hajat orang banyak, khususnya para pekerja bongkar muat di pelabuhan,” ungkap Ketua Tim Penetapan Tarif APBMI Sumbar, Bais Syam kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Rencana kenaikan tarif bongkar muat yang akan diberlakukan itu dibagi dalam beberapa kategori. Seperti tarif peti kemas, tarif barang curah, tarif bag cargo dan lainnya. Tarif untuk bag cargo misalnya, prediksi naiknya tidak terlalu tinggi dibanding kenaikan pada 2011 ke 2012. 

 

“Bila di 2011 ke 2012 tingkat kenaikan rata-rata mencapai 10 persen, namun memasuki 2013 itu, perkiraan kami naik­nya tidak ter­lalu besar. Meski belum bisa diten­tukan berapa jumlah kenaikannya, yang jelas tarif di tahun depan berpatok pada UMP di tahun depan yang naiknya sekitar 12 persen di banding UMP 2012,” jelas Bais. 

 

Didapat data, jumlah tarif bongkar muat  yang masuk kategori barang cargo, yang berlaku saat ini (2012) di antaranya untuk komoditi beras ukuran 50 kg, tarif bongkar muatnya Rp 24.571 per ton. Tarif Beras ukuran 15 kg dan 20 kg Rp 28.068 per ton 

 

Kemudian tarif OPP-OPT untuk garam Rp 27.383 per ton. Tarif untuk semen Tiga Roda Rp 28.119 per ton. Lalu tarif jagung bag Rp 24.571 per ton. Pupuk bag Rp 28. 875 per ton dan tarif pupuk jumbo Rp 19.702 per ton.

 

Terkait penetapan OPP/OPT untuk peti kemas, barang curah dan bahan tambang, seperti baru bara, cangkang dan iron ore (bijih besi),  Bais Syam juga mengaku akan naik  juga. Namun penetapannya masih dalam pembahasan dengan pihak-pihak terkait. Dirinya berharap, pene­rapan tarif OPP/OPT itu bisa direalisasikan per 1 Januari nan­ti. (zil)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!