Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 11:43:19 WIB
XPRESI

Ki Hajar Dewantara, Guruku Sepanjang Masa

Padang Ekspres • Kamis, 22/11/2012 11:09 WIB • DEVA • 1258 klik

MODEL:   Winda (SMA 14 Padang) Disain : Orta  Fotografer: Iwan

Barangkali sobeX sudah lupa siapa pahlawan yang dijuluki sebagai Bapak Pendi­dikan. Hayo, masa sih lupa juga? Atau, sobeX tahu tidak siapa na­ma Menteri Pendidikan, Pe­ngajaran, dan Kebudayaan yang pertama? Kalau tidak tahu juga, sepertinya sobeX harus membaca ulang buku sejarah lagi. Ya, siapa lagi kalau bukan Ki Hajar Dewantara sobeX. Terbitan kali ini kita berbicara tentang beliau.

 

  Tahu tidak sobeX, beliau adalah tokoh dan pahlawan pendidikan, makanya beliau disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal kelahirannya 2 Mei 1889 diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasio­nal. Ia pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi amupun orang –orang Belanda. Tidak hanya sebatas  tokoh maupun pahlawan pendidikan sobeX, tetapi beliau juga ditetap­kan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI. No. 305 Tahun 1959 pada tanggal 28 November 1959.  Sebenarnya tidak sampai disitu sobeX, semenjak beliau bergerak dibidang pendidikan, banyak penghargaan lainnya yang diterima beliau sobeX. Seperti gelar Doctor Honotius Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957 sobeX.

 

Itulah sekilas tentang Ki Hajar Dewantara sobeX, sekarang bagaimana pandangan sobeX terhadap beliau?

 

Menurut Widyatri Pangestika, beliau merupakan suatu cermi­nan yang tepat, kesuksesan dalam bidang pendidikan benar-benar berdampak positif dan besar bagi bangsa Indonesia. “ Beliau suatu cerminan yang tepat, kesuksesan di bidang pendidikan benar-benar berdampak positif dan besar bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, beliau dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan diperingati pada 2 Mei (Hardik­nas). Menurutku beliau bagaikan akar yang menjadi urat. Pikiran­nya yang istimewa dipakai menjadi sistem pen­didikan bang­sa kita. Kita ketahui bahwa tidak ada batasan untuk meraih tu­juan itu sendiri sobeX,” tutur sis­wa SMA 1 Pertiwi Padang ini.

 

Menurut Marisa, maha­siswa Unand menuturkan Ki Hajar Dewantara tidak hanya sebagai pahlawan tetapi sebagai guru sepanjang masa. “ Ki hajar menurutku tidak hanya sebagai pahlawan saja sobeX tetapi beliau sebagai guru se­panjang masa. Kenapa begitu, karena dari beliaulah munculnya sebuah ungkapan Tut Wuri Handayani. Ungkapan atau slogan inilah yang menjadi logo atau lambang pen­didikan kita sampai sekarang sobeX. Makna dari ungkapan yang dibuat Ki Hajar memang mendalam, begitulah guru sebaiknya. Ki Hajar memang seperti guru sepanang masa sobeX,” ujar cewek berjilbab ini.

 

“Ki Hajar Dewantara adalah bapak pendidikan yang telah berjuang untuk pendidi­kan anak-anak Indonesia, Aku salut banget dengan perjua­ngan beliau sobeX,” ujar Yeni Rosmita ini.

 

Benar adanya apa yang dikatakan oleh Widya, Marisa, dan Yeni sobeX. Sumbang pemikiran dari Ki Hajar Dewan­tara sangat besar untuk bangsa kita. Slogan Tut Wuri Handayani yang terdapat pada pet sekolah sobeX itu adalah hasil pemikiran dari Ki Hajar Dewantara yang menjadi slogan pendidikan kita sobeX.

 

Meski kalimat ini terlihat sederhana sebenarnya tersimpan makna mendalam sebagai sebuah ungkapan penting dari sebuah ketauladanan bagi pendidik atau pemimpin baik moral maupun semangat bagi anak didiknya. Coba kita lihat, makna dari Tut Wuri Handayani tersebut sobeX. Tahu tidak sobeX, bahwa kalimat Tut Wuri Handayani itu terdiri dari tiga ungkapan.  “Tut wuri handayani”, atau aslinya ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri han­dayani. Arti dari semboyan ini adalah tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik). Sehingga tercipta makna di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!