Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:21:02 WIB
RAKYAT SUMBAR

Desember, Jembatan Surantiah Dibangun

Padang Ekspres • Selasa, 20/11/2012 13:58 WIB • • 699 klik

Sekkab Pessel, Erizon (kiri) menyusuri Batang Surantiah, kemarin (19/11).

Painan, Padek—Pem­ba­ngu­nan jembatan Batang Suran­tiah sebagai alat transportasi menuju Kampung Lambung­bukik, Nagari Koto Nantigo, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, akan dibangun awal Desember mendatang. Ini ditegaskan Sekretaris Kabu­paten (Sekkab) Pessel, Erizon saat meninjau Batang Suran­tiah, kemarin (19/11).

 

Jembatan gantung ini ren­ca­nanya dibangun sepanjang 100 meter. Untuk tahap awal, Dinas Pekerjaan Umum kini telah membangun rakit penyebe­rangan (sling). “Rakit penye­berangan sudah selesai diba­ngun, sehingga sudah bisa digu­nakan oleh masyarakat. Sarana ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.

 

Rakit ini akan memberikan manfaat besar bagi 45 kepala keluarga (KK) yang mendiami kampung Lambungbukit. Pem­bangunan jembatan gantung ini menggunakan anggaran Rp 3,5 miliar melalui APBD Sum­bar ini, secara multiyears. Tahun ini, Rp 1 miliar dan tahun 2013, Rp 2,5 miliar.

 

“Jembatan gantung ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian, pen­didikan dan kesehatan warga. Namun nilai paling tinggi yang tersirat dari pem­bangunan itu adalah dampak sosialnya.

 

Sudah lama anak-anak se­ko­lah menghadang maut untuk pergi sekolah, dengan menye­berang sungai,” ungkap Erizon.

 

Tokoh masyarakat Surantih, Rusli Datuak Rajo Batuah, me­nyambut baik rencana pem­bangunan jembatan tersebut. Lebar bentangan Batang Su­rantiah, mencapai 90 meter.

Secara terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mem­benarkan pembangunan jemba­tan gantung yang menghu­bung­kan Desa Lambung Bukit dan Kayu Gadang Surantih di Pessel telah dianggarkan di APBD 2012. “Ini kewenangan Pemkab Pessel. Sekarang lagi diperbaiki administrasinya,” ungkap Irwan.

 

Ketua DPRD Sumbar Yul­tek­hnil membenarkan bahwa pembangunan  jembatan Suran­tiah sebenarnya sudah diang­garkan tahun 2012, namun tidak bisa diwujudkan karena masalah kewenangan. “Kami juga tidak enak, begitu media mengekspos itu (jembatan Lambungbukit, red). Kami juga bagian dari pemerintah daerah, dan tidak bi­sa berbuat apa-apa karena ter­sangkut pada kewenangan. Kita sadari itu untuk hajat hidup orang banyak, tapi tersangkut kewenangan lagi. Padahal pro­yek­­nya sudah ada di tahun 2012, tapi tidak mampu SKPD melak­sanakannya,  karena itu bukan kewenangan provinsi,” ulasnya.

 

Ke depan, tambah Yultek­h­nil, akan dilakukan beberapa hal untuk menindaklanjuti hal itu. “Ini akan dibuat semacam surat miskin dari kabupaten, bahwa Kabupaten Pessel tidak mampu dan tidak mempunyai alokasi dana. Jadi nanti berdasarkan itu akan kita berikan dalam bentuk dana bantuan khusus. Dan ini butuh proses lagi. Tidak bisa dinikmati langsung tahun itu juga,” sebutnya.

 

Jembatan Surantiah sejak dua minggu terakhir menjadi isu nasional setelah dipublikasi media nasional bahkan interna­sional. Kisah heroik para pelajar setempat menyabung nyawa menyeberang sungai deras itu, menyentil aparatur Pemkab Pes­sel yang terkesan cuek de­ngan kondisi tersebut. (yon/bis)

 

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!