Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 21:41:41 WIB
EKONOMI BISNIS

Peran Dekopin- Koperasi Diperkuat

Padang Ekspres • Selasa, 20/11/2012 11:02 WIB • • 712 klik

Padang, Padek—Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai lembaga yang berfungsi sebagai wadah memperjuangkan kepentingan dan menyalurkan aspirasi Koperasi, perannya kini diperkuat. Begitupula dengan peran dari koperasi sebagai soko guru pembangunan ekonomi kerakyatan. Ini seiring telah disah­kannya UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Ko­perasi pada akhir Oktober 2012 lalu, sebagai sebagai pengganti UU Nomor 25/1992.

 

“Materi UU yang memperkuat peranan De­kopin, di antaranya adalah pemberian tugas su­pervisi dan advokasi dalam penerapan prin­sip koperasi. Menyelenggarakan sosia­lisasi dan konsultasi kepada koperasi. Sebe­lum­nya, itu tidak ada,” ungkap Ketua Deko­pinwil Sumbar Chairul Darwis, kemarin (19/11).

 

Di samping itu, dekopin dalam m­e­lak­sanakan kegiatannya juga bisa menerima sum­bangan atau bantuan tidak mengikat serta dana hibah sesuai Pa­sal 117. Bahkan, Pasal 118 UU 17 Tahun 2012 menyebutkan, pe­me­rintah juga me­nye­dia­kan anggaran bagi ke­giatan dekopin, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.

 

Selain itu, untuk mendorong pengem­bangan dekopin, Pasal 119 mengamanatkan dibentuknya dana pem­bangunan dekopin yang bersumber dari anggota dekopin dan pihak lain yang saha tapi tidak mengikat. “Yang memberikan angin segar bagi koperasi Indonesia adalah, adanya pasal yang mengatur perlindungan pe­me­rintah dan pemerintah daerah terhadap koperasi. Yakni mem­prioritaskan bidang kegiatan ekonomi hanya boleh diusahakan oleh koperasi,” jelasnya.

 

Dengan adanya prioritas semacam itu, maka kata Chairul, tidak ada lagi kendala bagi pemerintah maupun pemda untuk tidak memberikan kesempatan bagi koperasi untuk menjalankan satu bidang usaha prioritas. Dicontohkan Chairul soal distribusi pupuk yang selama ini sering jadi masalah di daerah, karena lebih didominasi kalangan perusahaan.

 

“Dengan adanya prioritas di dalam UU tersebut, maka bisa saja pemerintah mem­berikan kesempatan kepada koperasi untuk bidang usaha distribusi pupuk pada masa lalu terbukti berhasil, karena banyak petani tergabung di koperasi,” katanya. (b)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!