Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 22:58:13 WIB
METROPOLIS

Korban Investasi ”Serbu” Polresta

Laporkan Dugaan Penggelapan Uang Rp 6 M

Padang Ekspres • Jumat, 16/11/2012 13:20 WIB • RIKI SUARDI • 729 klik

M Yamin, Padang—Belasan korban penipuan dan peng­gelapan, kemarin mendatangi Mapolresta Padang, kemarin. Mereka melaporkan leader PT Build Rich Pasifik Global (PT BRPG) wilayah Sumbar, Mar­tha Kristina Sartika Dewi, 27. Pasalnya, leader dari perusa­haan yang bergerak di bi­dang investasi tambang emas itu, diduga telah menggelapkan uang investasi 521 anggota senilai Rp 6 miliar.

 

Korban investasi, Sumar­sinah, 62, kepada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pa­dang mengatakan, kejadian be­rawal 22 Februari lalu. Keti­ka itu dia mengikuti salah satu multilevel marketing (MLM) de­ngan menginvestasikan uang Rp 8 juta. Karena gagal mencari jaringan, akhirnya uang Rp 8 juta milik korban hilang.

 

Setelah gagal, korban ber­te­mu dengan salah seorang anggota PT BRPG. Anggota tersebut menyarankan untuk menginvestasikan uangnya ke PT BRPG. “Saya pun tertarik dan menginvestasikan uang Rp 10 juta. Uang tersebut dikirimkan melalui M-Banking ke rekening Mandiri atas nama Martha Kristina Sartika Dewi, leader PT BRPG,” kata Sumarsinah.

 

Setelah menginvestasikan uangnya, Leader PT BRPG ter­sebut, menjanjikan uang yang telah diinvestasikan akan men­dapat bunga 10 persen tiap bulannya. Namun pemba­ya­ran­nya, sekali dalam 100 hari.

 

“Sayangnya, setelah tiga bulan lebih dari 100 hari inves­tasi, saya hanya mendapatkan Rp 8 juta dari Rp 21 juta yang dijanjikan,” kata Sumarsinah.

 

Korban berharap polisi segera mengusut laporan ter­se­but, karena ia dan ratusan korban lainnya sudah lama bersabar menghadapi janji-janji palsu pelaku. “Saya ber­harap polisi menuntaskan kasus ini,” harapnya.

 

Terlapor hanya Korban

 

Terkait laporan tersebut, Martha Kristina Sartika Dewi yang dihubungi Padang Eks­pres via handphone sekitar pukul 17.00 tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim Padang Ekspres ke leader PT BRPG wilayah Sumbar itu,  yang tak berbalas.

 

Sementara itu pengacara terlapor, Hermawan mengakui kliennya (terlapor, red) salah satu korban penipuan dan penggelapan dari PT BRPG. Dia mengaku keberatan kalau kliennya diduga telah mela­kukan penipuan dan pengge­lapan. Sebab, dalang dari se­mua ini pimpinan PT BRPG berinisial T.

 

“Jadi, laporan dari ratusan korban ke Polresta Padang yang mengaku ditipu dan telah digelapkan uangnya oleh klien saya, rentetan dari klien saya yang juga menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh PT BRPG,” kata Herma­wan, kepada Padang Ekspres, tadi malam.

 

Dijelaskannya, rentetan terebut berawal dari kliennnya yang mengikuti bisnis inves­tasi kepada PT BRPG. Dari hasil investasi tersebut, klien­nya memperoleh keuntungan. Setelah itu, kliennya diajak oleh T ke Hongkong dan Malaysia. Di sana, kata Herma­wan, T menunjukkan bongka­han emas bercampur batu dan serbuk emas kepada kliennya.

 

Pengakuan T kepada klien­nya ketika itu, bongkahan emas bercampur batu dan serbuk emas itu, perusahaan tambang emas miliknya yang berada di Klantan, Malaysia. “Kemudian, klien saya dita­war­kan oleh T untuk menjadi leader dari PT BRPG di wila­yah Sumbar. Bahkan T me­minta klien saya untuk mem­buka kantor di Padang, dan mencari investor,” ujarnya.

 

Setelah kantor dibuka, lan­jutnya, para investor bertam­bah banyak. Namun sayang­nya, sistem penyetoran dan penarikan keuntungannya ti­ba-tiba berubah. Kliennya disuruh T untuk menghimpun seluruh uang dari para investor. Uang tersebut, sebagian­nya dikirimkan melalui tiga pos. Sedangkan sebagiannya lagi, diberikan kepada para investor yang melakukan pena­rikan bonus.

 

Setelah uang yang ter­kum­pul habis dibagikan kepada para investor yang melakukan penarikan bonus, tiba-tiba website dari PT BRPG ditutup. Akhirnya Martha Kristina Sar­tika Dewi melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri dan dilimpahkan ke Polda Sumbar. “Jadi, itulah kronologi dari kasus penipuan dan peng­ge­lapan ini. Yang dirugikan itu bukan hanya ratusan ibu-ibu yang melapor ke Polresta Pa­dang, tapi juga klien saya,” jelas Hermawan.

 

Kanit III SPKT Polresta Padang, Ipda Sugeng Haryadi mengatakan laporan tersebut, sudah tercatat dengan nomor laporan No.Pol:LP/1845/K/XI/SPKT Unit III Polresta Padang. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!