Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 04:22:47 WIB
NASIONAL

Malaysia Tangkap Pemerkosa TKI

Terancam Hukuman 20 Tahun

Padang Ekspres • Jumat, 16/11/2012 12:05 WIB • • 292 klik

Jakarta, Padek—Ada per­kem­bangan baru dalam kasus pemerkosaan TKI di kawasan Seramban, Negeri Sembilan, Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mem­per­oleh informasi bahwa pe­mer­kosa TKI itu telah ditang­kap. Majikan dan penganiaya juga dibekuk oleh Polis Diraja Malaysia (Kepolisian Kerajaan Malaysia).

 

Direktur Informasi Media (Dirinfomed) Kemenlu P.L.E. Priatna memastikan, kabar penangkapan majikan korban pemerkosaan dan penganiaya TKI yang sebelumnya dinya­takan buron berasal dari KBRI di Kuala Lumpur. ”Pelaku ditangkap pada 13 November malam,” kata Priatna. Pihak KBRI Kuala Lumpur terus memantau proses hukum para penjahat itu.

 

Setelah menjalani peme­rik­saan, sepasang majikan yang ditangkap dalam pela­rian­nya itu langsung menjalani pemeriksaan. Selama menja­lani pemeriksaan, mereka dita­han hingga 20 November men­datang. Proses berikutnya, ber­kas pemeriksaan akan di­lim­pahkan ke kejaksaan dan selajutnya masuk pengadilan.

 

Priatna berharap, para pe­la­ku kejahatan kepada TKI itu dihukum berat. Di Malaysia, kasus pemerkosaan merupa­kan salah satu bentuk kejaha­tan berat. Pelaku kejahatan itu diancam kurungan 20 tahun dan hukuman cambuk. ”Ma­jikan laki-laki diduga terlibat pe­merkosaan, sedangkan ma­jikan perempuan diduga ter­libat penganiayaan,” kata dia. Kasus pemerkosaan itu terjadi 5 November lalu.

 

Sementara itu, kasus pe­merkosaan terhadap dua orang tenaga kerja Indonesia yang dilakukan anggota Polis Diraja Malaysia turut menjadi keprihatinan kalangan parle­men. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengusulkan RUU TKI yang kini sedang digodok di DPR memuat pula aturan  terkait potensi pemerkosaan terhadap para pahlawan devisa tanah air tersebut. ”Tujuannya, agar terjadi lagi (kasus pemer­kosaan dan penganiayaan),” ujar Taufik kemarin (15/11).

 

Sebelumnya, panitia khu­sus RUU Penempatan dan Per­lindungan Tenaga Kerja In­do­nesia di Luar Negeri (PPILN) baru saja dibentuk sebelum masa reses yang berakhir 18 November mendatang. RUU PPILN itu akan menggantikan UU 39 Tahun 2004.

 

Wakil Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf juga berse­pakat bahwa kasus pemer­kosaan terakhir terhadap TKI di Malaysia harus menjadi perhatian khusus pembahasan revisi UU terkait TKI men­datang. (wan/dyn/c4/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!