Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 03:54:06 WIB
NASIONAL

Tol Sumbar-Riau Dibangun 2013

Hatta Rajasa Minta Daerah Tuntaskan Pembebasan Lahan

Padang Ekspres • Senin, 12/11/2012 11:00 WIB • EKA RIANTO & GUSTI AYU GAYATRI • 3635 klik

-

Padang, Padek—Pemerintah provinsi ber­sama kabupaten dan kota harus s­e­gera menuntaskan pembebasan lahan yang akan dijadikan jalur pembangunan ja­­lan tol Sumbar-Riau. Pasalnya, jalan se­­panjang 200 kilometer yang terko­nek­si dengan Trans Sumatera itu, bakal di­mulai pembangunannya tahun 2013.

 

Menko Perekonomian Hatta Rajasa me­­ngatakan, pembangunan jalan tol Sum­­­bar-Riau akan membuat pertum­bu­han ekonomi Sumbar semakin baik. Pro­yek ini bagian dari Masterplan Per­ce­pa­tan dan Perluasan Pem­bangunan Eko­no­mi Indonesia (MP3EI).

 

Agar bisa terealisasi sesuai rencana 2013, maka pemerintah provinsi bersa­ma kota dan kabupaten yang dilintasi ja­lan ini diminta berperan aktif m­e­nga­wal da­­lam penyediaan, dan pem­be­basan la­han.

Dia tidak menutup mata kalau per­ma­sa­lahan yang banyak muncul ketika pembangunan adalah pembebasan lahan. Baik lahan milik masyarakat maupun lahan seperti hutan lindung dan sebagainya.

 

”Ketersediaan lahan ini kerap jadi kendala dalam pembangunan infra­struk­tur. Untuk itu perlu kerja sama dalam pe­nyelesaian masalah-masalah itu,” kata Hat­ta Rajasa di sela-sela meng­­hadiri pelantikan dan de­kla­rasi Rajawali SAR Nusan­tara Sumbar, di Padang, ke­ma­rin (11/11).

 

Untuk pembiayaan dan pe­ngerjaan, proyek jalan tol ini di­­lakukan perusahaan Badan Usa­­ha Milik Negara (BUMN). Da­­lam hal ini, Hatta me­nye­but­kan PT Hutama Kar­ya. Pe­ru­sahaan tersebut, sebe­lum­nya masuk daftar satu dari em­pat perusahaan yang ber­minat mem­bangun tol Sumbar-Riau.

 

Dengan telah ditetap­kan­nya pada 2013 jalan tol ters­e­but dimulai pem­bangunannya, ma­ka Hatta meminta peru­sa­haan BUMN diminta sudah mem­persiapkan diri hingga ak­hir 2012. “Pembangunan di­la­kukan secara bertahap, tapi te­tap ditargetkan dalam waktu de­kat bisa terselesaikan,” tam­bah Ketua Umum DPP PAN itu didampingi Wali Kota Padang Fauzi Bahar.

 

Hatta memberikan keya­kinan kalau pemerintah pusat akan terus membantu dalam pem­bangunan di daerah.

 

Konsorsium Tol

 

Sebelumnya, Menteri Pe­ker­­jaan Umum Djoko Kir­man­to pun menye­but­­kan, un­tuk membangun lima ruas tol di Su­matera PT Hu­­tama Karya be­­rencana mem­­­bentuk kon­sor­­sium de­ngan PT Perke­bu­nan Nu­sa­n­tara (PTPN) yang ber­­operasi di Su­matera. De­ngan adanya pem­bentukan kon­­sorsium ter­se­­­but, diha­rap­kan biaya pem­ba­ngunan tol da­­pat ditekan hing­ga 60 per­sen.

 

Jalan bebas hambatan yang di­gagas pemerintah me­la­­lui Ke­men­terian BUMN de­ngan pan­­­j­ang sekitar 200 km itu, di­rencanakan diba­ngun de­ngan le­bar 2 x 25 meter atau 50 me­ter. Pemba­ngunannya di­ba­gi dalam lima segmen. Tim Tek­nis dari Bappeda dan Di­nas Prasjal Tarkim pada Ma­ret lalu te­lah meninjau lo­kasi rencana pem­bangunan ja­lan tol terse­but. Bahkan, pem­ba­ngunan kons­truksi jalan tol seg­­men Du­ku – Sicincin diren­ca­nakan d­i­­mulai tahun 2012. Na­mun ka­rena belum tun­tas­nya pem­be­basan lahan, maka diundur di­bangun pada 2013.

 

Kepala Biro Pemerintahan Set­prov Sumbar Syafrizal me­nye­butkan, pihaknya tahun ini ber­upaya menuntaskan pem­be­basan lahan di segmen I (Duku-Sicincin) hingga akhir 2012, sehingga pada 2013 bisa dimulai pembangunannya.  Saking seriusnya, pemprov pada APBD Perubahan 2012 telah menganggarkan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk pembebasan lahan seluas 4 km. “Dari 20 km lahan yang harus dibebaskan, 4 km belum selesai karena pembayaran ganti rugi tanah dan tanaman masyarakat belum tuntaskan,” jelas Syafrizal.

 

Sebelumnya, Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno me­nye­b­utkan, jalan tol meru­pa­kan al­ternatif prasarana trans­­portasi darat dalam upa­ya mengurangi kepadatan lalu lintas. Berfungsi mening­kat­kan efisiensi dan efektivitas pe­layanan jasa distribusi pro­duk dari pusat pengolahan ke pusat pemasaran melalui koridor Sumatera, dan sebaliknya me­nuju Sumbar, khususnya Pela­buhan Teluk Bayur.

 

Lalu, mendukung perce­patan pertumbuhan sektor pari­wi­sata, perekonomian, dan kese­jahteraan masyarakat Sumbar di masa datang.

 

Rencana Pembangunan ja­lan tol Padang-Riau telah  di­akomodir secara nasional. An­tara lain, pada rencana pem­bangunan Sumatera High­way 2011- 2029 yang dikeluarkan oleh Bappenas, Masterplan Per­cepatan dan Perluasan Pem­bangunan Ekonomi In­do­ne­sia 2011-2025 (Perpres  No 32 Tahun 2011) serta SK Men­teri  PU Nomor 631/KPTS/M/2009  tentang Penetapan Ruas Ja­lan menurut Statusnya seba­gai Jalan Nasional.

 

’Rencana Pembangunan ja­lan tol juga telah diakomodir da­lam dokumen perencanaan dae­rah, yakni RPJPD Provinsi Sum­bar 2005 sampai 2025, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2009 sampai 2029 dan RPJMD Provinsi Sumbar 2010-2015.

 

Pembangunan jalan tol Pa­d­ang-Pekanbaru dire­nca­nakan me­­lewati Padang, Padang­pa­ria­man, Padangpanjang, Ta­nah­datar, Agam Paya­kumbuh dan Limapuluh Kota.

 

”Jika ini selesai, waktu tem­puh Padang-Bukittinggi (di­hubungkan feeder jalan tol) dari dua sampai tiga jam me­n­jadi satu setengah jam. Dengan demikian, pengguna jalan tol akan mendapatkan keun­tu­ngan berupa penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) dan waktu. Hal itu lebih baik dibanding melewati jalan non tol,” kata Irwan.

 

Tol juga mendukung perce­patan pertumbuhan wila­yah pem­bangunan pada sektor pa­riwisata, sektor per­ekonomian, sek­tor pendidikan dan kese­jah­teraan masyarakat Sumbar. ”Pembangunan jalan tol terse­but akan menghabiskan ang­ga­ran Rp10 triliun. Pem­bangu­nan jalan tol direncanakan akan selesai selama empat ta­hun,” ucapnya. 

 

Pembangunan jalan tol di­dukung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah  VIII (Sum­­bar, Jambi, Riau dan Ke­pri), Joko Wardoyo. Me­nurut­nya, pembangunan jalan tol Sum­bar-Riau dapat memacu per­ekonomian Sumatera ba­gian tengah (Sumbagteng).

 

’Sumbar memiliki keung­gulan di sektor perta­nian serta per­dagangan. Sedangkan Riau kaya sumber minyak dan gas serta kelapa sawit. Jambi ung­gul di sektor pertanian dan Ke­pulauan Riau merupakan  pu­sat kawasan industri dan per­­­dagangan. “Nah, jalan tol mem­buka peluang integrasi pem­­­bangunan ekonomi di  Sum­­­b­agteng. Dengan begitu, in­flasi di Sumbar yang biasa­nya tinggi, akan mudah dite­kan karena  akses barang ke Sumbar sema­kin lancar,” je­lasnya.

 

Percepat Perluasan Teluk Bayur

 

Selain jalan tol, Hatta Ra­jasa juga mendorong per­cepa­tan perluasan dan revi­talisasi Pe­labuhan Teluk Bayur yang dikerjakan PT Pelindo dengan anggaran sekitar Rp1,6 triliun.

 

Dari kajian ekonomi, Hatta mengatakan, pelabuhan seluas 544 hektare itu akan menjadi pe­labuhan utama di pesisir pan­tai barat Sumatera yang meng­hadap ke Samudera Hin­dia. Pintu keluar masuk logis­tik perdagangan yang bisa me­nekan biaya operasional ba­rang sehingga akan berdam­pak pada pertumbuhan eko­nomi.  Selain itu, ketika terjadi ben­cana, pelabuhan ini bisa di­ja­dikan tempat untuk meng­ako­modir dan menyalurkan lo­gistik dengan baik.

 

”Tidak ada alasan untuk tidak melakukan pelebaran. Harus kita dorong percepatan dua proyek  (jalan tol dan pelabuhan) tersebut. Kita me­yakini pe­lebaran Teluk Bayur akan me­mangkas atau mene­kan ong­kos. Dengan begitu, akan ber­pengaruh pada harga ba­rang,” ulasnya.

 

Hatta menambahkan pem­benahan pintu gerbang ekon­omi Sumbar itu dinilai bakal men­dongkrak nilai ekonomi dan investasi bagi Sumbar. Lan­carnya aktivitas bongkar muat di sana membuat tidak lagi terjadi kongesti, apalagi jika semua peralatan sudah leng­kap, maka harga jual ba­rang yang dibebankan pro­dusen kepada konsumen bisa ditekan sekecil mungkin. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!