Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:04 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

Berjudi Sambil Mengasuh Anak, 4 IRT Ditangkap

Pilih Lokasi Layaknya Arisan

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Kamis, 08/11/2012 12:08 WIB • ARFIDEL ILHAM • 323 klik

Limapuluh Kota, Padek—Em­pat orang ibu rumah tangga (IRT) di Jorong Tanjungpati, Nagari Kototuo, Kecamatan Harau di grebek polisi saat bermain judi pas domino di salah satu rumah ko­song, sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (6/11). Ironisnya, ke empat IRT tersebut berjudi disaksikan langsung anak-anak mereka yang masih di bawah umur, bahkan ada yang masih menyusu.

 

Dari tangan ke empat orang tersangka, Martalia, 27, Meriza Refni, 30, Mira Daria, 30 dan Tesrawati, 53, polisi mengamankan batu domino, kertas alas bermain judi domino dan uang taruhan Rp 60 ribu. Keempat IRT tersebut, terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Harau  untuk memepertanggungjawabkan per­buatan mereka.

 

Para tersangka yang mengaku perbuatannya selama ini tidak di ketahui oleh suami mereka itu, sudah seringkali dilakukan. Unik­nya, tempat berjudi dilakukan di lokasi berbeda sesuai kesepakatan para pejudi, layaknya seperti arisan.

 

Kapolsek Harau, AKP Anita Indah Setyaningrum melalui Kasat Reskrim, Ipda Zul Andri mem­benarkan kejadian itu kepada wartawan di Mapolsek Harau, Rabu (7/11). ”Penangkapan ke empat orang tersangka ber­da­sarkan informasi masyarakat dan sudah menjadi target operasi polisi. Saat ini mereka harus mem­per­tang­gungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” terang Kanit Reskrim.

 

Ditambahkannya, perjudian yang dilakukan ibu-ibu tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dengan jeratan pasal 303 ayat 1 ke 3, ayat 3 jo pasal 303 bis ayat 1 KUH Pidana jo Undang-Undang nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian.

 

”Kita sangat sayangkan per­buatan para ibu rumah tangga yang tega berjudi depan anak-anak mereka. Ini merupakan pendidikan dini yang sangat buruk terhadap perkembangan mental anak-anak kelak. Sehingga ini akan menjadi pelajaran bagi mereka dan ibu rumah tangga lainnya,” ungkap Ipda Zul Andri.

 

Berdasarkan pengakuan ter­sangka, permainan judi yang me­reka lakoni berdasarkan kemauan dan ikut-ikutan teman-teman. Mereka mengaku belajar judi dari lingkungan di sekitar.

 

”Suami saya tidak tahu per­buatan saya bermain judi, sebab selama ini dia hanya tahu saya mengasuh anak bukan berjudi,” ungkap Meriza Refni saat diperiksa penyidik kepolisian di Mapolsek Harau. Mirisnya, ibu rumah tangga yang masih memiliki anak balita terpaksa harus menyusui anaknya di balik jeruji besi sel tahanan Polsek Harau.

 

Tesrawati, 53, salah satu ter­sangka judi yang sehari-hari be­kerja sebagai pengumpul kelapa kopra dan petani, mengaku sudah sering berjudi dan sudah diketahui suaminya bermain. Namun me­nurutnya untuk berjudi dia hanya mengandalkan hasil pencariannya sendiri. ”Kita berjudi dengan uang hasil pencarian kita sendiri. Sebagai pengumpul kelapa dan menjadi buruh tani,” aku Tesrawati di hadapan polisi. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!