Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:02:50 WIB
METROPOLIS

Tenda Ceper No, Tenda Tinggi Yes

Ketika Pedagang Pantai Padang Ikut Training ESQ

Padang Ekspres • Kamis, 25/10/2012 12:40 WIB • • 999 klik

Peserta ESQ bersama Ketua YPTK Padang Herman Nawas

Suasana Universitas Putra Indonesia (UPI) Convention Centre selama tiga hari ini tampak berbeda. Biasanya peserta training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) kalangan terdidik, kini diikuti 102 pedagang kaki lima di Pantai Padang, baik tenda tinggi maupun ceper beserta keluarga. Seperti apa mereka mengikuti training ESQ ini? 

 

KEMARIN (24/10), hari terakhir pelaksanaan training ESQ yang dilaksanakan sejak Senin (22/10) itu. Ketika Pa­dang Ekspres tiba di lokasi se­kitar pukul 13.00, para peserta sedang makan bajamba (satu dulang dikelilingi empat orang) sambil diselingi musik Islami. Suasana kebersamaan pun makin kental.

 

Sementara pemrakarsa training ini, Herman Nawas, mengunjungi satu per satu peserta ESQ dan mengajak mereka bercengkerama sambil makan. Terlihat keharuan di wajah mereka.

 

Usai makan, mereka ber­ba­ris dan bernyanyi bersama. Mu­lai dari nyanyian mars ESQ, hingga nyanyian Islami. Mere­ka juga punya yel-yel. Dengan tangan terkepal membentuk tinju dan dikepalkan ke atas dengan suara lantang mereka meneriakkan,

 

“ESQ Yes, Pantai Padang Jaya. Tenda Ceper No, Tenda Tinggi Yes”.

 

Itu hanyalah salah satu dari sekian banyak doktrin yang diberikan pada mereka. Awal­nya, para pedagang Pantai Padang hanya diundang untuk mengikuti pelatihan, makan siang, sertifikat, dan uang transpor selama tiga hari.

 

Tidak semua peserta tahu, acara yang mereka ikuti dari pa­gi sampai sore itu, training ESQ. Tidak semuanya juga ta­hu nama orang yang me­ngun­dang mereka, Herman Nawas, pendiri UPI yang pernah ting­gal di kawasan Danau Cim­pa­go itu selama 15 tahun. Hal itu ter­bukti dari masih banyak yang kaku menyebut ESQ mau­­­pun nama Herman Na­was.

 

“Selama ikut training ini, pikiran saya terbuka. Saya sa­dar, banyak cara untuk mem­peroleh rezeki. Ke depan, saya akan memasang payung ting­gi,” tegas Tis, salah seorang pedagang tenda ceper, setelah mengikuti training selama tiga hari, kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Hal senada juga disampai­kan Linda, pengelola cafe Ayah Siska di kawasan Danau Cim­pa­go. Mereka berkomitmen untuk membentangkan tenda yang lebih tinggi, sehingga Pantai Padang layak menjadi daerah wisata keluarga.

 

Lain lagi dengan Net. Sela­ma training ini mereka dite­rima seperti keluarga. Mereka larut dalam suasana keaga­ma­an yang tidak bisa dilukiskan. Mereka shalat bersama, diajak mengenali diri, tujuan hidup dan diajak mengenal Tuhan. Mereka tidak diuber-uber se­per­ti razia penertiban, namun disentuh hatinya, sehinga tim­bul kesadaran sendiri.

 

“Biasanya kami dipo­jok­kan. Kami dilarang dengan kekerasan. Sekarang, kami tidak dilarang. Kami akan berbenah dengan kesadaran kami. Kami ingin dibina terus oleh Pak Herman, dan kalau bisa kegiatan ini diadakan secara berkelanjutan,” ujar wanita yang sudah berjualan selama 9 tahun di kawasan itu.

 

Katanya, walau tidak se­mua­nya berjualan dengan pa­yung ceper, namun semuanya menggantungkan hidup dan masa depan mereka dari kawa­san Danau Cimpago. Untuk itu, mereka butuh binaan.

 

Salah seorang peserta ESQ lainnya mengaku  sangat baha­gia mengikuti kegiatan ini selama tiga hari. Pergi pagi, pulang sore, lalu langsung berjualan untuk mengikuti training ini.

 

“Saya merasakan banyak hal. Sudah puluhan tahun hi­dup lupa dengan Tuhan. Seka­rang, training ini meng­ingat­kan saya. Saya dapat se­sua­tu, saya tak bisa meng­gam­bar­kannya, tapi saya mera­sakan­nya,” ujar wanita yang enggan menyebutkan namanya ini dengan haru.

 

Sementara itu, Ketua Yaya­san Perguruan Tinggi Kom­pu­ter (YPTK) Padang, Herman Nawas mengungkapkan, ke depan dia bersama UPI akan membimbing pedagang di kawasan Pantai Padang. Bia­sanya hanya mengandalkan ber­jualan di tenda dengan hanya minuman dan makan­an, menjadi pedagang kreatif.

 

Usai ESQ, pedagang di Pantai Padang akan diberi seragam, seperti baju kurung, baju koko, peci. Di tempat mereka berdagang akan dipa­jang sertifikat ESQ. “Jadi me­re­ka berdagang dengan nuan­sa Islami. Pedagang sudah menyatakan tekadnya untuk itu,” jelasnya didampingi istri Zerni Melmusni.

 

Dia mengaku terinspirasi dengan banyaknya berita yang menggambarkan negatifnya pandangan orang terhadap Pantai Padang. “Di sana ada ratusan payung ceper. Setiap orang yang masuk ke dalam dan berbuat hal yang tidak baik, maka Allah akan menye­gerakan azab-Nya,” ujarnya.

 

Selama tiga hari Herman dan istrinya terjun langsung dari pagi sampai sore men­dampingi pedagang mengikuti training, bahkan dia juga mem­­berikan materi.

 

“Kita ubah mind set, de­ngan cara bersih dan halal pun kita berdagang, maka Allah akan memberikan rezeki. Yang penting sabar dalam masa perubahan itu,” jelasnya.

 

Secara berkala, tenda ceper milik pedagang akan diserah­kan ke UPI. UPI akan meng­ganti dengan tenda tinggi. Kemarin, secara simbolik 12 tenda tinggi diserahkan. (***)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!