Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:33:38 WIB
METROPOLIS

Hewan Layak Kurban Diberi Label

Padang Ekspres • Senin, 22/10/2012 13:18 WIB • • 347 klik

M Yamin, Padek—Dinas Pertanian Pe­ter­nakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Padang memberikan label sehat pada 2.500 ekor sapi yang akan diperjualbelikan. Label tersebut menan­dakan petugas Dispernakbunhut telah menyatakan hewan itu sehat.

 

Meski demikian, Dispernakbunhut Pa­dang juga menemukan sebagian kecil he­wan kurban mengalami penyakit. Ke­banya­kan mengalami flu, luka di pelopak mata, penyakit kulit, belum cukup umur, bahkan ada betina.

 

“Penyakit yang ditemukan itu tidak termasuk dalam kategori berbahaya. Penyakit hewan tersebut tidak berpengaruh pada kesehatan daging setelah sapi itu dipotong,” kata Kepala Dispernakbunhut Padang, Corri Saidan, kepada Padang Ekspres, kemarin (21/10).

 

Corri mengatakan, flu ini disebabkan cuaca dan perpin­da­han tempat. “Apalagi umum­nya hewan-hewan yang akan disembelih ini dari luar Padang, yakni Pesisir Selatan, Tanahdatar, Payakumbuh dan Lampung,” kata Corri.

 

Untuk hewan di bawah umur dan betina, kata Corri, tidak diberikan label untuk boleh dipotong. “Sudah ada aturannya, hewan yang akan dijadikan kurban tidak boleh berusia di bawah dua tahun untuk sapi dan di bawah satu setengah tahun untuk kam­bing. Sementara hewan betina tidak dibolehkan baik sapi maupun kambing,” kata Corri.

 

Corri menjelaskan, umur hewan tersebut dapat dilihat dari gigi hewan itu sendiri. He­wan yang dikurbankan stan­­dar­nya tidak boleh dalam keadaan sakit, cacat, atau pincang, serta bulu hewan harus bersih, hewan harus lincah, muka cerah, dan nafsu makan hewan baik.

 

“Kalau di luar kategori ini Dispernakbunhut melarang menjadikan hewan kurban. Tidak tertutup kemungkinan hewan itu sakit, yang daging­nya tidak baik dikonsumsi masyarakat,” sebut Corri.

 

Jumlah Kurban Turun

 

Di sisi lain, jumlah sapi kurban di beberapa masjid di Padang menurun dari tahun lalu. Hal ini dipengaruhi eko­nomi masyarakat.

“Diakui tahun ini, jumlah peserta kurban hanya 10 ekor sapi dan mengalami penu­run­an jumlah peserta,” ungkap pengurus Masjid Taqwa Mu­hammadiyah Padang, Yuzardi Maad, kemarin.

 

Yuzardi menjelaskan, pe­nyembelihan hewan kurban direncanakan Sabtu (27/10). “Kami menyiapkan 700 kupon yang akan diberikan kepada masyarakat miskin di Padang. Setiap kupon ini akan diberi­kan sekilo daging,” kata Yuzar­di.

 

Untuk kesehatan hewan kurban, tutur Yuzardi, akan dicek kesehatannya oleh Dinas Pertanian Peternakan Kehu­ta­nan dan Perkebunan. “Dengan demikian, ada jaminan daging sapi itu layak untuk dikon­sumsi,” ucapnya. 

 

Sementara Sabarudin, pe­ngurus Masjid Jamiatul Huda Ketaping menjelaskan, di mas­jid ini 12 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang akan disem­belih. Dibanding tahun lalu, juga menurun jumlah peserta kurban.  (ek/mg20)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!