Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 21:39:48 WIB
METROPOLIS

Hewan Layak Kurban Diberi Label

Padang Ekspres • Senin, 22/10/2012 13:18 WIB • • 343 klik

M Yamin, Padek—Dinas Pertanian Pe­ter­nakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Padang memberikan label sehat pada 2.500 ekor sapi yang akan diperjualbelikan. Label tersebut menan­dakan petugas Dispernakbunhut telah menyatakan hewan itu sehat.

 

Meski demikian, Dispernakbunhut Pa­dang juga menemukan sebagian kecil he­wan kurban mengalami penyakit. Ke­banya­kan mengalami flu, luka di pelopak mata, penyakit kulit, belum cukup umur, bahkan ada betina.

 

“Penyakit yang ditemukan itu tidak termasuk dalam kategori berbahaya. Penyakit hewan tersebut tidak berpengaruh pada kesehatan daging setelah sapi itu dipotong,” kata Kepala Dispernakbunhut Padang, Corri Saidan, kepada Padang Ekspres, kemarin (21/10).

 

Corri mengatakan, flu ini disebabkan cuaca dan perpin­da­han tempat. “Apalagi umum­nya hewan-hewan yang akan disembelih ini dari luar Padang, yakni Pesisir Selatan, Tanahdatar, Payakumbuh dan Lampung,” kata Corri.

 

Untuk hewan di bawah umur dan betina, kata Corri, tidak diberikan label untuk boleh dipotong. “Sudah ada aturannya, hewan yang akan dijadikan kurban tidak boleh berusia di bawah dua tahun untuk sapi dan di bawah satu setengah tahun untuk kam­bing. Sementara hewan betina tidak dibolehkan baik sapi maupun kambing,” kata Corri.

 

Corri menjelaskan, umur hewan tersebut dapat dilihat dari gigi hewan itu sendiri. He­wan yang dikurbankan stan­­dar­nya tidak boleh dalam keadaan sakit, cacat, atau pincang, serta bulu hewan harus bersih, hewan harus lincah, muka cerah, dan nafsu makan hewan baik.

 

“Kalau di luar kategori ini Dispernakbunhut melarang menjadikan hewan kurban. Tidak tertutup kemungkinan hewan itu sakit, yang daging­nya tidak baik dikonsumsi masyarakat,” sebut Corri.

 

Jumlah Kurban Turun

 

Di sisi lain, jumlah sapi kurban di beberapa masjid di Padang menurun dari tahun lalu. Hal ini dipengaruhi eko­nomi masyarakat.

“Diakui tahun ini, jumlah peserta kurban hanya 10 ekor sapi dan mengalami penu­run­an jumlah peserta,” ungkap pengurus Masjid Taqwa Mu­hammadiyah Padang, Yuzardi Maad, kemarin.

 

Yuzardi menjelaskan, pe­nyembelihan hewan kurban direncanakan Sabtu (27/10). “Kami menyiapkan 700 kupon yang akan diberikan kepada masyarakat miskin di Padang. Setiap kupon ini akan diberi­kan sekilo daging,” kata Yuzar­di.

 

Untuk kesehatan hewan kurban, tutur Yuzardi, akan dicek kesehatannya oleh Dinas Pertanian Peternakan Kehu­ta­nan dan Perkebunan. “Dengan demikian, ada jaminan daging sapi itu layak untuk dikon­sumsi,” ucapnya. 

 

Sementara Sabarudin, pe­ngurus Masjid Jamiatul Huda Ketaping menjelaskan, di mas­jid ini 12 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang akan disem­belih. Dibanding tahun lalu, juga menurun jumlah peserta kurban.  (ek/mg20)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!