Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 18:33:10 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

5 Pasangan Selingkuh Ditangkap

Terminal Bus jadi Arena Balapan Liar

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 22/10/2012 12:39 WIB • EDISON JANIS • 1595 klik

Bukittinggi, Padek—Ope­rasi penyakit masyarakat (Pe­kat) yang digelar Tim Yus­tisia Bukittinggi mulai pukul 22.00 WIB Sabtu (20/10) hingga pukul 00.30 WIB, Minggu (21/10), berhasil menangkap lima pasangan mesum dan satu orang diduga wanita tuna susila (WTS) di beberapa hotel di Kota Bukittinggi. Selain itu, Tim Yustisia juga berhasil menangkap tiga unit mobil tanpa dilengkap surat-surat yang dipergunakan dalam ba­lapan liar di dalam terminal bus Simpang Aur Bukittinggi. Selain balapan mobil, Terminal Bus Simpang Aur Bu­kit­tinggi juga sering diper­gu­nakan sebagai arena balapan motor.

 

Razia pekat yang dilakukan malam Minggu itu ber­lang­sung saat udara Bukit­tinggi dan sekitarnya cukup dingin yang diwarnai hujan rintik-rintik dan angin kencang. Kon­disi ini jelas bagi pasangan bukan suami istri atau yang lebih dikenal dengan pasangan selingkuh sangat mengun­tungkan, sehingga pada ma­lam itu mereka cepat-cepat masuk kamar. Di pihak lain, karena program razia pekat ini sudah direncanakan oleh Tim Yus­tisia yang diketuai Kepala Satpol PP Bukittinggi, Syafnir, razia tetap dilaksanakan.

 

Tepat pukul 22.00 WIB, tim pekat langsung menuju sasaran yang selama ini sudah diinformasikan masyarakat ada pasangan selingkuh meng­inap di sana. Agar sasaran yang dicapai berhasil maksimal, maka Tim Yustisia langsung berpencar ke arah sasaran yang dituju. Ternyata benar, begitu menggeledah sebuah hotel yang beralamat di sam­ping eks Bioskop Sovia, ter­tangkap dua pasangan seling­kuh di dalam kamar.

 

Begitu juga di sebuah hotel yang beralamat di Simpang Tembok Bukittinggi, Tim Yus­tisia berhasil menangkap dua pasangan mesum sedang ber­mesraan di dalam kamar. Satu pasangan mesum lainnya di­tangkap Tim Yustisia di hotel yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Bukittinggi. Semen­tara di hotel “Psk”, Tim Yus­tisia menangkap seorang wa­nita yang diduga WTS sedang menunggu tamunya. Kelima pasangan selingkuh dan satu wania yang diduga WTS ini, langsung digiring ke kantor Satpol Bukittinggi.

 

Setelah didata dan menan­datangani surat perjanjian bahwa mereka tidak akan me­ngu­langi perbuatannya, kelima pasangan selingkuh ini di­kembalikan kepada orangtua mereka masing-masing. Keli­ma pasangan selingkuh itu antara lain adalah, “R” (Kapua Sembilan) dengan pasangan­nya “I” (Padang), “DS” (Sim­pang Ampek Pasaman) de­ngan pasangannya “Ri” (Paya­kumbuh), “Yu” (Maninjau) dengan pasangannya “Si” (Pes­sel) dan “AM” (Padang) de­ngan pasangannya “An” (Bu­kittinggi). Sementara salah seorang wanita yang diduga WTS langsung dikirim ke Su­karami, Solok.

 

Bersamaan dengan razia Pekat, Tim Yustisia yang ber­anggotakan Kodim 0304 Agam, Polresta Bukittinggi, Satpol PP dan SKPD terkait lainnya, juga melakukan razia dan pembubaran balapan liar di dalam terminal bus Sim­pang Aur Bukittinggi. Razia mandadak yang dilakukan Tim Yustisia ini, membuat terminal bus Simpang Aur Bukittinggi saat itu berlangsung balapan liar menjadi kocar-kacir.

 

Para pebalap liar yang pada umum anak-anak muda lang­sung tancap gas melarikan diri ke luar terminal bus Simpang Aur. Kendati begitu, tiga unit mobil tanpa surat-surat ber­hasil diamankan petugas Tim Yustisia dan pada malam itu langsung diserahkan ke Sat­lantas Polresta Bukittinggi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Kepala Satpol PP Bu­kit­tinggi, Syafnir menegaskan, bahwa razia pekat akan tetap dilaksanakan setiap saat  hing­ga Kota Bukittinggi terbebas dari pekat. Lima pasangan selingkuh yang berhasil di­tang­kap pada malam itu telah diperbolehkan pulang setelah menandatangi surat perjanjian di atas materei bahwa mereka tidak akan mengulangi per­buatannya. Sementara salah seorang wanita yang diduga WTS dikirim ke Sukarami Solok. “Wanita yang diduga WTS ini sudah sering ter­tangkap, sehingga dia harus dikirim ke Sukarami, Solok,” jelasnya.

 

Untuk menekan angka pe­kat di Kota Bukittinggi, kata­nya, pihaknya akan segera mengajukan pemilik hotel dan penginapan yang “mem­fasili­tasi” perbuatan maksiat di Kota Bukittinggi. “Ya, data pemilik hotel atau penginapan itu sudah di tangan kita. Kita akan ajukan ke Pengadilan sesuai Perda Pekat No 20/2003 dimana kalau terbukti melanggar Perda No. 20/2003, sanksinya adalah ku­ru­ngan tiga bulan atau denda mak­simal Rp 1,5 juta,” je­lasnya.

 

Tentang balapan liar di dalam terminas bus Simpang Aur Bukittinggi, menurutnya, harus mendapat perhatian dari semua pihak sehingga hal-hal yang tidak diingini bisa dian­tisipasi. “Kita selaku Tim Yu­s­tisia akan tetap melakukan razia dan penertiban. Namun agar pekerjaan Tim Yustisia bisa berjalan maksimal, para orangtua juga diminta meng­awasi anak-anaknya, dalam arti tidak membebaskan para remaja keluar pada malam Minggu pakai kendaraan pri­badi, baik roda dua maupun roda empat,” harapnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!