Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 20:07:07 WIB
PRO SUMBAR

Pemilu 2014 Kembali Sistem Coblos

Padang Ekspres • Kamis, 18/10/2012 12:46 WIB • • 1175 klik

Solsel, Padek—Pemberian hak suara pada Pemilihan umum (Pemilu) yang dihelat 2014 mendatang terjadi pe­ru­bahan. Tata caranya tidak lagi dengan mencentang atau me­nandai, tetapi dengan cara men­coblos gambar calon yang dipilih.

 

Tata cara memberikan hak suara itu telah diatur dalam un­dang-undang nomor 8 ta­hun 2012. Sedangkan pe­nen­tuan calon terpilih, diatur masih berdasarkan suara ter­ba­nyak. Tidak peduli calon tersebut berada di pada nomor urut berapa. “Yang penting, partainya ikut Pemilu,”kata Ketua Komisi Pemilu Umum (KPU) Propinsi Sumbar, Mar­zul Veri, saat pembukaan so­sialisasi Pemilu DPR, DPD, DPRD Propinsi Kabupaten/Kota dan verifikasi Parpol calon peserta Pemilu 2014, yang digelar di Hotel Pesona Alam Sangir, di Solok Selatan, Rabu (17/10).

 

Selain cara memberikan suara, aturan baru Pemilu 2014 juga mencantumkan bah­wa perhitungan suara juga akan dilakukan di tingkat Pa­nitia Pemungutan Suara (PPS). Artinya, setiap partai politik (Parpol) peserta Pemilu idealnya menempatkan saksi di PPS. Walau begitu, Ardyan anggota KPU Sumbar me­nam­bahkan, penempatan saksi di PPS tidaklah wajib.

 

Ardyan juga memaparkan, bila kuota 30 persen kete­r­wakilan perempuan tidak ter­pe­nuhi dalam sebuah Parpol, maka hal itu tidak serta merta membatalkan Parpol yang bersangkutan. Akan tetapi Parpol akan diminta agar me­ngu­mumkan ke media, ten­tang tidak terpenuhinya kuota tersebut. Namun, bila hal itu tidak diindahkan Parpol, sank­­si­­nya merupakan ke­we­nangan pusat. “30 persen ke­terwakilan perempuan untuk persyaratan Parpol, kalau tidak terpenuhi kuotanya, tidak membatalkan Parpol. Ini merujuk pada pasal 8,”im­buh­nya. Berbeda halnya de­ngan persyaratan calon le­gis­latif dari partai berdasarkan pasal 59 yang mensyaratkan keterwakilan perempuan, si­fat­nya adalah wajib dipenuhi.

 

Di Solok Selatan, Partai yang telah mendaftar untuk menjadi peserta Pemilu 2014, menurut Ketua KPU Solsel, Isyuliardi Maas berjumlah 21 partai. Sejak 16 Oktober hingga 22 Oktober, mulai dilakukan proses verifikasi perbaikan adminstrasi Parpol. Pada 23-25 merupakan jadwal pem­be­ritahuan hasil verifikasi ke­pada Parpol. Selanjutnya, 26 Ok­tober hingga 20 Nopember akan dilakukan verifikasi factual. Petugas akan ke lapangan langsung, melihat kele­ng­ka­pan partai, termasuk verifikasi dan validasi pengurus inti seperti ketua, sekretaris dan bendahara.

 

Sosialisasi dihadiri se­jumlah elemen tokoh ma­sya­ra­kat, awak media, LSM, pe­ngu­rus Parpol, serta ketua OSIS SMA di Solsel.(sih)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!