Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:15:58 WIB
EKONOMI BISNIS

Ekspor- Impor Melambat

Padang Ekspres • Kamis, 18/10/2012 11:52 WIB • • 470 klik

Padang, Padek—Dampak krisis ekonomi di Eropa mulai mem­be­ri­kan dampak terhadap pere­ko­no­mian Sumbar. Berdasar data Bank Indonesia Padang, pertumbuhan ekspor Sumbar pada triwulan II  tumbuh 5,6 persen (yoy) , jauh lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya tumbuh mencapai 16 persen (yoy). Pada triwulan  II, nilai ekspor non­migas Sumbar USD 386,4 juta lebih rendah 26,4 persen (yoy) dibanding periode sama tahun lalu

 

”Ekspor Sumbar menunjukkan pelemahan pertumbuhan sebagai imbas masih terjadinya ketidak­pas­tian pemulihan ekonomi global. Kendati  begitu, kinerja ekspor nonmigas masih dapat bergerak positif karena didorong oleh volume ekspor China menunjukan trend peningkatan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII  Joko Wardoyo kepada warta­wan usai seminar level forum di Gedung BI, kemarin.

 

Dia menyebutkan faktor perlam­ba­tan ekspor bersumber dari ren­dah­nya volume ekspor crude palm oil (CPO) dibanding tahun sebelumnya. Ini dampak permintaan dunia yang sedang mengalami pelemahan. Pada bulan April-Mei volume ekspor CPO mencapai 231,1 ribu ton atau me­ngal­a­mi penurunan 20,3 persen di­ban­dingkan periode tahun lalu.

 

Kemudian, pergerakan harga komoditas ekspor utama seperti CPO dan karet mentah yang melemah di pasar internasional. Rata-rata harga CPO di pasar internasional pada akhir triwulan II berada pada level USD 933,0 per metrik ton atau mengalami koreksi hingga 14,3 persen dibanding posisi rata-rata harga triwulan sebelumnya USD 1.089,3. Rata-rata  harga karet mentah pada periode  yang sama juga mengalami penurunan dari USD 410,6 sen per kg menjadi USD 353,9 sen per kg atau mengalami koreksi harga hingga13,8 persen.

 

“Meski demikian, kinerja non­migas masih dapat bergerak positif didorong volume ekspor ke China menunjukkan peningka­tan.Volume­nya pada periode terakhir di triwulan II mencapai 142,5 ribu ton, masih mampu meningkatkan 1,4 persen dibanding periode sama pada tahun sebelumnya,” sebut Joko.

 

Perkembangan impor mulai me­nujuk­kan pelemahan bahkan per­tum­buhannya lebih lambat diban­di­ngkan ekspor. Pertumbuhan impor pada triwulan ke II 4,1 persen (yoy), jauh lebih lambat dibanding triwulan sebelumnya 19,3 persen (yoy). Per­lam­batan impor akibat pergerakan kurs rupiah melemah serta berku­rang­nya pengadaan pupuk impor untuk pemenuhan kebutuhan kelapa sawit.

 

”Daya saing pelabuhan juga perlu ditingkatkan. Kami yakin dengan dilakukan perbaikan pada pela­buhan, maka dam­pak krisis ekonomi tidak akan terlalu memukul pere­ko­no­mian kita,” ucapnya.

 

Asisten II Pemprov Sumbar Syaf­rial mengaku perbaikan pelayanan pelabuhan menjadi prioritas.   “Baru-baru ini ada keluhan dari gabungan eksportir –importir. Mereka me­minta barang-barang mereka bisa didahulukan untuk dibongkar,” ucapnya.

 

Katanya, Dirut Pelindo sudah menandatangani MoU dengan gubernur untuk pengembangan pelabuhan senilai Rp 1,6 triliun. “Dengan adanya perbaikan ini, kami harapkan kinerja ekspor membaik lagi,” ucapnya. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!