Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 19:08:03 WIB
INTERNASIONAL

Kapal Perang AS Bertabrakan

LatihanTempur di Perairan East Coast

Padang Ekspres • Senin, 15/10/2012 12:50 WIB • • 1072 klik

Washington, Padek—In­siden tabrakan kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) atau US Navy kembali terjadi. Kali ini, tabra­kan yang melibatkan kapal selam tenaga nuklir USS Montpelier dan kapal penjelajah kelas Aegis USS San Jacinto tersebut terjadi saat AL AS menggelar latihan perang di perairan East Coast Sabtu sore lalu (13/10) waktu setempat atau dini hari kemarin WIB (14/10).

 

Tidak ada korban jiwa mau­pun luka dalam insiden itu. Teta­pi, kubah sonar pada haluan USS San Jacinto hancur. Meski belum ada penjelasan rinci, ada ke­mungkinan terjadi kerusakan lain pada dua kapal tersebut.

 

Pentagon (Departemen Per­ta­hanan atau Dephan AS) telah memerintahkan investigasi atas insiden tabrakan itu. Komando Gu­­gus Armada Laut AS (USFLFORCOM) yang berpusat di Norfolk, Virginia, dalam kete­rangan persnya menyatakan bah­wa tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 waktu se­tem­pat (sekitar pukul 02.30 WIB kemarin).

 

Mayor Brian Badura dari USFLFORCOM menjelaskan bah­wa tabrakan itu tak sampai membawa korban. Sejauh ini, kata dia, AL AS juga masih mene­liti tingkat kerusakan pada dua kapal tersebut. "Tabrakan kapal perang memang pernah terjadi di laut pada masa lalu. Namun, jarang sekali terjadi tabrakan kapal perang dan kapal selam," katanya kepada Associated Press.

 

AL AS menolak untuk me­rinci bagaimana tabrakan itu bisa terjadi maupun di mana lokasi­nya secara persis.

 

“Jika ada insiden, ada tim yang bertindak untuk menga­tasinya. Hal ini akan membantu kami mendapatkan penjelasan lebih baik dan lengkap tentang apa yang terjadi," tutur Badura.

 

Dalam siaran persnya, AL AS hanya menyebut bahwa seluruh kerusakan pada dua kapal itu sedang dievaluasi. Tetapi, sistem propulsi atau tenaga penggerak kapal selam dipastikan tak ter­gang­gu akibat tabrakan. Dua kapal perang tersebut selama ini berpang­kalan di Norfolk, Virginia.

 

Seorang pejabat AL AS yang tak mau disebut namanya meng­ungkapkan bahwa saat latihan perang ketika itu, tim pengawas di atas USS San Jacinto melihat sebuah periskop tiba-tiba mun­cul di permukaan laut sekitar 100-200 yard dari arah depan. San Jacinto langsung diperin­tahkan untuk memutar haluan penuh, namun terlambat. Tab­rakan pun tak terhindarkan.

 

"Akibat tabrakan tersebut, kubah sonar yang berada di haluan USS San Jacinto hancur," ujarnya. Di dalam kubah karet itu, terdapat sistem navigasi elektronik, deteksi dini, dan peralatan pengatur jarak. AL AS memastikan bahwa dua kapal perang itu masih bisa beroperasi dengan tenaga masing-masing setelah tabrakan.

 

Dua kapal perang itu meru­pa­kan bagian dari satuan gugus tempur di bawah kapal induk USS Harry S. Truman. Saat itu, kapal induk tersebut berada di lokasi yang sama dan membe­rikan bantuan pada dua kapal perang itu.

 

Sumber lain di AL AS menje­las­kan bahwa dua kapal itu berla­yar secara berkelompok dengan sebuah kapal perang lainnya. Saat itu, ketiga perang tersebut mengi­kuti latihan pe­rang sebagai per­siap­an penem­patan pasukan berikutnya dalam gugus tempur di bawah USS Harry S Truman.

 

Tabrakan kapal perang dan kapal selam di permukaan air sebenarnya amat jarang terjadi. Tetapi, insiden tabrakan yang melibatkan kapal perang AS beberapa kali terjadi.

 

Pada Agustus lalu, kapal pe­ru­sak USS Porter milik AL AS bertabrakan dengan kapal pe­ngangkut minyak (tanker) Je­pang di Selat Hormuz. Pada Ma­ret 2009, kapal selam USS Hartford mengalami kerusa­kan pa­rah setelah tabrakan dengan kapal amfibi USS New Orleans di Selat Hormuz. Pe­nye­lidikan atas kece­la­kaan tersebut me­nyatakan bahwa tabrakan terjadi akibat kela­laian para pemegang ko­mando di kapal selam. Bebe­rapa personelnya kemudian terkena sanksi disiplin karena dinilai lalai. (AP/RTR/cak/dwi)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!