Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 15:53:21 WIB
NASIONAL

SNMPTN Jalur Tulis tak jadi Dihapus

Padang Ekspres • Rabu, 10/10/2012 12:23 WIB • • 3061 klik

Jakarta, Padek—Rencana pe­merintah menghapus se­lek­si nasional masuk per­gu­ruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur ujian tulis dibatalkan. Tahun de­pan, 30 persen dari total kuota mahasiswa baru, sekitar 120 ribu kursi, dialokasikan un­tuk saringan SNMPTN jalur ujian tulis.

 

Skenario penghapusan SNMPTN jalur ujian tulis sem­pat mencuat setelah pelak­sa­na­an SNMPTN 2012 bebe­rapa wak­­tu lalu. Saat itu, peme­rin­tah membagi seleksi masuk kam­­pus negeri hanya melewati SNMPTN jalur undangan se­be­sar 60 persen dari kuota ma­ha­sis­wa baru nasional dan se­leksi ja­lur mandiri sebesar 40 per­sen.

 

 Rektor Universitas Negeri Yog­yakarta (UNY) Rochmat Wa­hab menuturkan, skenario awal pembagian saringan ma­suk calon mahasiswa baru tadi su­dah dikoreksi. “Aturan tadi ti­dak berpihak pada lulusan SMA yang lama (bukan tahun ber­jalan, red),” ujar dia.

 

Rochmat mengatakan, jika skema tadi dijalankan, maka yang berhak mengikuti SNMPTN jalur undangan ha­nya lulusan SMA tahun ber­jalan saja. “Ini tidak adil,” kata dia. Karena menutup kesem­pa­tan lulusan SMA dua tahun se­belumnya.

 

Akhirnya, komposisi selek­si masuk kampus negeri diper­bai­­ki. Yaitu, kuota SNMPTN ja­­­lur undangan sebesar 50 per­sen, SNM PTN jalur ujian tulis se­­besar 30 persen, dan jalur ujian mandiri (yang dilaksana­kan masing-masing kampus) se­besar 20 persen.

 

Rochmat mengatakan, awal­nya sempat muncul usu­lan jika kuota untuk SNMPTN ja­lur ujian tulis cukup sepuluh persen saja.

 

Namun, usulan ini akhirnya tidak diterima. “Jadi ini sudah tetap. Kuota untuk SNMPTN jalur ujian tulis sebesar 30 persen,” katanya.

 

SNMPTN jalur ujian tulis ini tetap akan diikuti lulusan SMA tahun berjalan, hingga lulusan dua tahun sebelumnya. Dengan demikian, lulusan SMA yang lama masih memiliki peluang untuk masuk ke PTN melalui jalur SNM PTN.

 

Di bagian lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan, skema baru ini diharapkan berjalan dengan baik. “Kuota untuk SNMPTN jalur undangan yang kami tingkatkan menjadi 50 persen, jangan dianggap negatif,” kata dia setelah membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di Jakarta kemarin (9/10).

 

Ketika pemerintah meningkatkan alokasi untuk SNMPTN jalur undangan, yang menitikberatkan hasil rapor dan ujian nasional (UN), banyak pihak yang merespons negatif. Menurut mereka, hasil evaluasi rapor dan UN tidak bisa untuk menjadi acuan pemetaan kemampuan calon mahasiswa. “Sekarang yang mau menerima mahasiswa (PTN) menerima kok. Apakah yang protes itu yang akan menampung mahasiswa baru,” ujar Mendiknud. (wan/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!